allaboutgaemgyu

Just another fansite about @GaemGyu and OTP!!!


2 Comments

Don’t Let Me Go… (Chap.5)

BbIGO5SCMAAcGs1.jpg large

Sinar mentari mulai mengusik kenyamanan dua sejoli yang saling berdekapan. Donghae terlihat enggan membuka matanya. Dia masih sangat nyaman di posisi tidurnya dengan mendekap orang yang dicintainya. Setelah beberapa hari, baru semalam dia merasakan kenyamanan dalam tidurnya. Seseorang yang lain, Kyuhyun, mencoba membuka kedua matanya. Tidak bisa dipungkiri dia juga merasakan kenyamanan lagi berada di sisi orang yang mengisi hatinya. Namun mau tidak mau dia harus bangun karena harus bekerja.

“Hmmmmmmmmmm…. bisakah aku libur saja??” tanya Kyuhyun kepada dirinya sendiri. Sejenak, dia menolehkan kedua matanya kepada sosok pria yang masih terlelap tidur. Perlahan, senyuman terukir di wajahnya. Tangannya mulai terulur untuk mendekatkan jemari-jemari lentiknya ke wajah Donghae. Dia mulai menyusuri wajah Donghae, wajah bak malaikat yang akan selalu menjaganya. Kyuhyun mulai menyentuh kedua mata Donghae yang masih terpejam, kemudian turun dan menuju kantung mata yang agak hitam. Senyum Kyuhyun mendadak memudar melihat lingkaran hitam itu. Dia mengusuk dengan lembut seolah-olah ingin menghapus warna agak hitam di kulit wajah Donghae.

“Kau pasti tidak tidur dengan baik sejak meninggalkanku….” gumamnya. Tanpa aba-aba, Donghae meraih jemari Kyuhyun yang masih setia berada di sekitar kedua matanya, mengecupnya sekilas tetapi tanpa membuka kedua matanya, Donghae hanya ingin menikmati sentuhan-sentuhan Kyuhyun yang dirindukannya. Melihat hal itu, Kyuhyun kembali tersenyum dan kembali menyamankan kepalanya di dada bidang Donghae.

“Bagaimana Lee Donghae bisa tidur dengan baik tanpa Lee Kyuhyun di sampingnya,eoh??” Donghae berucap dengan tetap memejamkan mata.

“Lee Kyuhyun….Aku suka mendengarnya,Fishy…” balas Kyuhyun.

“Kau akan selalu menjadi Lee Kyuhyun! Apapun yang terjadi….” Donghae mendekap Kyuhyun begitu erat.

“Sudah tahu kalau kau tidak bisa tidur dengan nyenyak tanpa memelukku, kenapa kau meninggalkanku??? ” tahu akan kesalahan yang dilakukan, Donghae hanya terdiam dan semakin mendekap Kyuhyun dengan erat.

“……………………………………” tidak ada kata-kata yang terucap dari mulut mereka. Mereka hanya ingin menikmati pagi hari yang, bagi mereka, sudah sangat indah. Tidak ada yang lebih indah bagi mereka selain berada di samping satu sama lain.

“Fishy….Kau tidak mau bangun??” Kyuhyun membuka suara akhirnya.

“Aku sudah bangun dari tadi, bahkan sebelum kau menginginkan dirimu untuk libur kerja hari ini.” Jawab Donghae dengan tersenyum dan masih, kedua matanya terpejam.

“Jadi kau mengerjaiku???” Kyuhyun berkata sambil mencubit perut Donghae.

“Tidak…Aku tidak mengerjai GaemGyu. Aku hanya ingin menikmati apa yang akan dilakukan GaemGyu kepadaku.” Kembali Donghae menjawab dan menarik tubuh Kyuhyun yang lepas dari pelukannya.

“Kau nakal, Fishy!” Kyuhyun sedikit berteriak namun tidak ada reaksi apapun dari Donghae.

“Fishy….Aku harus bekerja.”

“Bukankah kau akan ke kafe pagi ini???” Lanjut Kyuhyun.

“Setiap bangun tidur, kau selalu menyuruhku untuk pergi ke kafe! Sepertinya GaemGyu sudah bosan denganku….hmmmm…” Donghae berpura-pura kesal.

“Auch!” tiba-tiba juga Donghae berteriak karena Kyuhyun mencubit lengannya sangat keras.

“Itu balasan yang harus kau terima kalau kau berkata seperti itu lagi!”

“Tapi benar kan, GaemGyu selalu memintaku pergi ke kafe tiap bangun tidur…” Donghae membela diri. Tanpa disadari, kata-kata itu membuat mata Kyuhyun berkaca-kaca. Donghae tidak tahu karena matanya masih setia terpejam.

“Aku hanya ingin kita segera mendapatkan banyak uang Fishy agar kita bisa tinggal di Jeju, apa itu salah??? Aku hanya akan menghabiskan sisa hidupku denganmu, jadi tidak akan pernah ada kata ‘bosan’ dalam kamus hidupku.” Kyuhyun mencoba berkata dengan tenang. Dia juga mencoba menahan diri untuk tidak menangis dan menghilangkan air mata yang menggenang di kedua matanya. Dia tidak ingin membuat Donghae merasa khawatir dengan melihatnya menangis.

“Give me my morning kiss,GaemGyu…” Kyuhyun hanya tersenyum mendengar permintaan Donghae dan mencoba beranjak dari tempat tidurnya.

“Hmmmm….So, no morning kiss today???” Donghae bertanya dan membuka kedua matanya lebar-lebar. Melihat kedua mata favoritnya terlihat sangat jernih, Kyuhyun mendekatkan tubuhnya, kedua tangannya memegang kedua pipi Donghae, kemudian Kyuhyun mengecup bibir Donghae dengan lembut, sangat lembut. Hanya menempel awalnya, kemudian kedua bibir itu bergerak sangat pelan, tidak ada nafsu di sana, mereka hanya berbagi ciuman hangat. Tidak sampai dua menit, Donghae harus rela mengakhiri ciuman itu karena Donghae tidak mau ciuman itu menjadi ciuman panas.

“Cukup GaemGyu…” Donghae melepaskan bibirnya. Kyuhyun merasa tidak rela dan terlihat ada kekesalan yang begitu jelas di wajahnya.

“Kau tadi yang memintaku untuk memberikanmu ciuman. Kenapa kau mengakhirinya sebelum aku yang mengakhiri???” Kyuhyun membuang muka dan mencoba berdiri, beranjak dari tempat tidur untuk menjauhi Donghae.

“GaemGyu…Mengertilah…”

“Jangan pernah memintaku menciummu lagi!” kata Kyuhyun tegas dan segera berjalan menuju kamar mandi. Melihat hal itu, Donghae hanya bisa tersenyum. Kyuhyunnya, selalu terlihat lucu ketika dia marah. Donghae sedikit berlari menuju Kyuhyunnya dan menarik tangannya sebelum masuk ke kamar mandi.

“Kalau kita meneruskan ciuman kita, dapat dipastikan kau tak akan bisa bekerja hari ini,GaemGyu…” kata Donghae santai sambil jari telunjuk dari tangannya yang lain menunjuk ke bagian bawah tubuhnya. Kedua mata Kyuhyun mengikuti arah jari telunjuk Donghae. Betapa terkejut Kyuhyun melihat gundukan yang tercetak jelas di balik celana pendek Donghae. Muka Kyuhyun memerah seketika. Dia tidak berani lagi memandang Donghae, satu tangannya yang bebas dari pegangan Donghae dia gunakan untuk mengipasi wajahnya yang merah bak buah tomat.

“Kau sangat imut,GaemGyu…” Donghae mencubit pipi Kyuhyun dengan gemas.

“Tidak perlu malu seperti itu,GaemGyu…Kau kan sudah sangat sering melihatnya langsung….tanpa….tertutup….apa-apa….” kata Donghae yang semakin menggoda Kyuhyun. Sedangkan wajah Kyuhyun semakin memerah layaknya terserang demam.

“Mandilah…Aku akan menyiapkan sarapanmu,GaemGyu…” kata Donghae sambil mengecup bibir Kyuhyun sekilas.

“Fishy is forever pervert!” kata Kyuhyun tiba-tiba.

“Ya ya ya,Lee Kyuhyun!!! Aku tidak pervert, ini normal untuk pria dewasa!”

“Tapi aku tidak menggembung sepertimu!” balas Kyuhyun. Donghae langsung menerjang Kyuhyun, menempelkan tubuhnya di tembok sebelah pintu kamar mandi.

“Karena Lee Kyuhyun adalah Princessnya Lee Donghae! Jadi princess tidak akan menggembung!” Donghae membalas sambil mengecup bibir Kyuhyun lagi.

“Dan ingat Lee Kyuhyun….Kau belum memberikan janjimu padaku!” kata-kata itu membuat Kyuhyun bingung.

“Ja-Janji apa Fishy???”

“Janji untuk mengijinkanku memakanmu di ranjang kita….” bisik Donghae tepat di telinga Kyuhyun dan mengakhirinya dengan menjilat cuping telinga Kyuhyun.

“K-Kau!!!”

“Mandilah GaemGyu…atau aku semakin tidak tahan dan berakhir dengan mengerjaimu sekarang juga!” kata Donghae dengan mengerling nakal. Kyuhyun langsung segera masuk ke kamar mandi, bergidik ngeri dan jantungnya berdetak hebat. Ya, walaupun mereka sering melakukannya, tapi Kyuhyun selalu masih malu-malu kalau Donghae berkata frontal. Dan kalau sudah bercinta, Donghae tidak cukup dengan satu atau dua ronde yang akhirnya membuat Kyuhyun merasa sangat lelah. Oleh karena itu, Donghae, yang menyadari akan nafsunya yang tidak bisa dikontrol, selalu memilih untuk melakukannya setiap menjelang akhir pekan agar Kyuhyun tidak lelah ketika bekerja. Namun kadang-kadang, Kyuhyun yang meminta Donghae untuk menikmatinya di hari aktif dengan berakhir Donghae bermain solo karena Donghae tidak mau terlalu membuat Kyuhyun lelah dan hanya bermain tidak lebih dari dua ronde.

“Dasar Fishy pervert! Aku bukan Princess!!!” teriak Kyuhyun dari dalam kamar mandi setelah berhasil menenangkan detak jantungnya. Namun itu hanya membuat Donghae semakin tersenyum, dia sudah bisa membayangkan betapa imut dan menggemaskan Kyuhyunnya ketika meneriakkan kata-kata itu.

“I love you my GaemGyu….” Donghae berkata dalam hati sambil tersenyum. Dia berjalan menuju westafel, menggosok gigi dan mencuci mukanya. Kemudian dia melanjutkan langkahnya menuju dapur, menyiapkan sarapan dia dan pujaan hatinya.

Dua gelas susu hangat, sandwich dan roti bakar juga sudah tertata rapi di meja. Donghae menunggu Kyuhyunnya sambil memainkan handphone nya. Tidak lama kemudian, Kyuhyun menampakkan dirinya. Donghae memberikan senyuman terindahnya, namun Kyuhyun masih merasa malu menatap Donghae. Dia mempercepat langkahnya untuk duduk di sebelah Donghae. Donghae semakin tersenyum melihat tingkah Kyuhyun.

“Kenapa GaemGyu hanya menunduk saja???” tanya Donghae yang kemudian dengan cepat mendaratkan kecupan di pipi Kyuhyun.

“Ayolah GaemGyu…Kau tidak perlu malu denganku. Kita ini suami istri!” mata Kyuhyun sontak melotot dengan kata-kata Donghae. Dia selalu bertanya-tanya kenapa Donghae masih suka menggodanya.

“Kau ini bicara apa!” Kyuhyun berkata dengan suara sangat keras.

“Jadi GaemGyu tidak mau menjadi istriku??”

“Fishy!!! Aku ini namja!!!”

“Tapi kau adalah Princess ku dan namamu Lee Kyuhyun!!!”

“Fis…”

“Sudah…Makan saja! Nanti GaemGyu terlambat…” Donghae segera memotong kata-kata yang akan diucapkan Kyuhyun. Kyuhyun meminum susu hangatnya sebentar, kemudian mengambil roti bakar yang sudah terolesi oleh selai strawberry kesukaannya. Dia makan dengan lahap. Donghae makan dengan santai sambil memperhatikan Kyuhyunnya. Kyuhyunnya yang selalu menggemaskan kalau sedang makan dan marah, Kyuhyunnya yang selalu cantik di matanya. Tangan kiri Donghae terulur untuk menyentuh pipi Kyuhyun. Namun Kyuhyun masih fokus dengan makanannya.

“Selesai….” kata Kyuhyun akhirnya setelah menghabiskan roti bakar dan susunya. Donghae membelai kepala Kyuhyun dan tersenyum. Dia sangat bahagia melihat Kyuhyun berada di sisinya.

“Cepat pulang,GaemGyu…” kata Donghae akhirnya. Kyuhyun mengangguk dengan semangat. Dia meraih tangan Donghae dan menggenggamnya, kemudian meletakkan di pipinya.

“Aku akan selalu bekerja dengan cepat agar aku tidak mengulur waktuku di kantor. Aku lebih suka berada di sisi Fishy…” Kyuhyun berkata lembut.

“I love you, GaemGyu…”

“I love you too, Fishy….”

“……………………………………….”

“mmmmm….Fi-Fishy….”

“Ne???” Donghae mengalihkan pandangannya ke Kyuhyun dan menghentikan kegiatannya untuk membersihkan meja.

“A-apa tidak apa-apa???” tanya Kyuhyun gugup.

“Apanya yang tidak apa-apa??” Donghae yang bingung balik bertanya.

“I-itu….” Kyuhyun semakin malu untuk bicara. Dia menggaruk-garuk kepalanya yang sama sekali sebenarnya tidak gatal.

“eoh???” Donghae juga semakin tidak mengerti. Kyuhyun pun akhirnya mengarahkan jari telunjuknya ke bagian bawah tubuh Donghae dari jauh. Donghae yang mengerti tertawa sangat keras.

“Kenapa malah tertawa??? Aku bertanya kepadamu Fishy!!!” Kyuhyun mulai kesal. Donghae mendekati Kyuhyun, mendekapnya dari belakang karena Kyuhyun masih duduk di tempat dimana dia makan.

“Aku bisa mengatasinya sendiri,GaemGyu….” Donghae meyakinkan Kyuhyun dengan memberikan kecupan manis di pipinya.

“Sudah tidak menggembung lagi setelah aku menyiapkan sarapan. Selama GaemGyu tidak menyentuhku terlalu intim, Fishy masih bisa untuk membuatnya tidak menggembung lagi!” lanjutnya.

“Ayo…Kau harus berangkat!” Donghae memerintah. Kyuhyun mengangguk dan segera beranjak dari tempat duduknya.

“Kau pasti datang untuk makan siang kan Fishy???” tanya Kyuhyun memastikan.

“Pasti GaemGyu…Pasti! Dan Fishy akan menunjukkan kalau GaemGyu milik Fishy…” kata Donghae dengan mantap.

“Aku akan menunggumu….” balas Kyuhyun smbil memberikan pelukan kepada Donghae sebelum dia melangkah ke luar rumah.

~ ~ ~ ~ ~ ~

@Office

Kyuhyun terlihat berkutat dengan pekerjaannya. Sebentar lagi…Ya, sebentar lagi dia akan mendapatkan jam makan siangnya. Ketika dia sedang serius bekerja, pintu ruangan Siwon terbuka dan terdengarlah suara langkah kaki menuju tempatnya. Namun, Kyuhyun masih serius menatap layar komputer dan menyelesaikan laporannya.

“Oh, kyuhyun-ssi…Kau sibuk ya??” tanya Siwon yang sebenarnya hanya sekedar menyapa.

“S-Siwon-ssi…Maaf saya tidak mengetahui kehadiran anda.” Kata Kyuhyun canggung karena sebenarnya dia sudah merasa ada seseorang yang berjalan menuju tempat kerjanya.

“Tidak apa-apa. Kyuhyun-ssi serius sekali…”

“Saya ingin menyelesaikan laporan penjualan barang secepatnya agar bisa mengerjakan laporan yang lainnya lagi.”

“Wah…Semangat kerjamu sangat bagus,Kyuhyun-ssi….”

“Oh iya….Sebentar lagi jam makan siang, bisakah kita makan siang bersama?” Siwon melanjutkan kalimatnya dan mengajak Kyuhyun menghabiskan waktu istirahatnya bersama dia.

“Ma-maaf Siwon-ssi…Saya tidak bisa….” Kyuhyun menolak dengan sangat halus dengan perasaan tidak enak tentunya. Tapi dia tidak mau lagi membuat Donghae meninggalkan dirinya.

“Jangan mengabaikan jadwal makan walaupun masih banya pekerjaan,Kyuhyun-ssi!” Siwon mencoba memberikan nasehatnya.

“Saya tidak mengabaikan makan siang saya….”’

“Ta-tapi, kau tidak mau kuajak makan siang bersama.” Tanpa Siwon sadari dia mengucapkan kalimat dengan panggilan layaknya teman, tanpa nama dan embel-embel “ssi”. Di sisi lain, Kyuhyun membulatkan matanya mendengar Siwon menyebut “kau” bukan namanya. Begitu menyadari apa yang terucap dari bibirnya, Siwon mencoba mencairkan suasana karena dia tidak ingin melihat Kyuhyun menjadi canggung dengannya.

“Bolehkan kita mulai menggunakan “aku-kamu”?? Aku hanya tidak ingin kita terlihat terlalu formal.” Siwon beralasan.

“Ta-tapi ini masih di kantor Siwon-ssi…”

“Oh…Maaf kalau sudah membuat Kyuhyun-ssi tidak nyaman…” ada sedikit nada kecewa dari kata-kata yang diucapkan Siwon.

“Ah…Bu-bukan maksud saya tidak mau, Siwon-ssi. Tentu saja anda bisa menggunakan “kamu”. Tapi alangkah baiknya apabila itu di luar kantor.” Kyuhyun meluruskan agar tidak ada kesan awkward.

“Oh…Iya, Kyuhyun-ssi benar juga.”

Drrrrrrt drrrrrrrrrt drrrrrrt

HP Kyuhyun bergetar. Dia melirik layar ponsel yang tergeletak manis di sebelah keyboard komputernya. Senyumnya tanpa sadar mulai menghiasi wajahnya.

“Fishy….” dia berteriak dalam hati.

“mmmm Kyuhyun-ssi…Ke-kenapa tersenyum sendiri?” menyadari bahwa dia telah mengabaikan pimpinannya, Kyuhyun mulai memantapkan diri untuk menatap Siwon.

“Ma-maaf…”

“………………….”

“Ponsel saya bergetar tadi….”

“Dari siapa?” begitu besar rasa ingin tahu Siwon dan itu membuat Kyuhyun merasa sangat tidak nyaman.

“………………………….”

“Oh…Pribadi ya?? Maaf kalau terlalu ingin tahu.” Kalimat Siwon itu hanya dibalas dengan gelengan kepala oleh Kyuhyun.

“Jadi…Kyuhyun-ssi tetap tidak mau makan siang dengan saya?” Siwon kembali ke topik semula.

“Jam makan siang sudah tiba….” lanjut Siwon.

“Maaf Siwon-ssi. Bukannya saya tidak mau, tapi saya sudah ada janji untuk makan siang dengan Donghae.” Kyuhyun akhirnya mengaku. Sontak mata Siwon membulat mendengarnya. Dia tidak senang dengan apa yang dikatakan Kyuhyun.

“Bolehkah saya bergabung dengan Kyuhyun-ssi dan Donghae-ssi?”

“……………………………..” tidak ada jawaban dari Kyuhyun.

“Baiklah kalau tidak boleh. Maafkan saya karena terlalu banyak meminta!” kata Siwon agak ketus.

“Bu-bukan seperti itu Siwon-ssi. Kami sengaja makan siang bersama karena kami ingin membicarakan sesuatu, ya sesuatu. Karena alasan itu Donghae menemuiku untuk makan siang.” Jelas Kyuhyun sambil memijat tengkuknya sendiri.

“ok….Semoga kapan-kapan kita bisa makan bersama bertiga.” Siwon tersenyum dengan terpaksa sebelum meninggalkan Kyuhyun dan berjalan menuju ruangannya lagi. Kyuhyun mengambil ponselnya, dia tersenyum dengan manisnya membaca deretan kata di layar ponselnya.

From: MyFishy

Lee GaemGyu,,,Fishy mu sudah ada di depan gedung. Muncullah segera ^^

Love you!

Kyuhyun segera menyimpan data dan mempassword komputernya. Dia mengambil tasnya dan segera berlari ke luar gedung untuk menemui Donghae.

“Kau ini! Kenapa tidak dari tadi smsnya!” gerutu Kyuhyun dalam hati namun tetap merasa bahagia. Secepat kilat dia melangkahkan kakinya. Udara luar gedung yang cukup sejuk menyambutnya. Nafasnya agak tersengal karena berlari. Dia mencoba mengatur nafas, senyumnya muncul kembali di wajahnya ketika wajah angelic yang selalu dicintai itu tersenyum kepadanya dan berjalan menuju ke arahnya. Donghae melambaikan tangannya. Ketika sampai tepat di depan Kyuhyun, kedua tangannya menyerahkan kantong plastik yang berisi kotak makan beserta isinya. Kyuhyun mengambil kantong itu dengan wajah yang sangat ceria.

“Gomawo Fishy….”

“Ne,cheonmaneyo Lee Kyuhyun!” balas Donghae dengan wajah yang juga penuh senyum

“Mau dimakan dimana???” tanya Donghae tiba-tiba.

“Kalau di taman sana??” Kyuhyun menunjuk sebuah taman kecil yang terletak di samping kiri gedung. Donghae langsung meraih tangan Kyuhyun dan menggandengnya. Kyuhyun, lagi-lagi hanya tersenyum, dia sangat senang dengan perlakuan Donghae. Baru kali ini Donghae meluangkan waktunya untuk mengunjungi dia ketika istirahat kerja, dan akan selalu seperti ini seperti apa yang dijanjikan Donghae kepadanya.

@Taman

Kyuhyun makan dengan lahapnya apa yang disuapkan Donghae kepadanya. Donghae semakin gemas melihat kedua pipi Kyuhyun yang menggembung karena makanan di mulutnya. Mereka sama sekali tidak mempedulikan tatapan orang-orang yang diarahkan kepadanya. Mereka hanya sibuk dengan dunia mereka berdua, mereka bercanda, tertawa dan sesekali Donghae mencium punggung telapak tangan Kyuhyun. Kyuhyun yang diperlakukan seperti itu semakin merasakan bahwa mungkin saja kedua pipinya sudah sangat merah.

“Jam istirahat GaemGyu sudah mau selesai…” Donghae mendengus.

“Dan setelah itu aku akan secepatnya menyelesaikan pekerjaanku hari ini kemudian menemuimu di kafe.” Balas Kyuhyun yang sebenarnya juga tidak ingin waktu berdua mereka berakhir.

“Fishy harus makan begitu sampai di kafe!”

“Aku selalu menjaga makanku GaemGyu, kau tidak perlu khawatir untuk itu!” kata Donghae sambil menyentil ujung hidung Kyuhyun.

“Ayo kembali ke kantormu! Aku tidak mau melihat bosmu marah kemudian memberikan pekerjaan yang banyak untukmu!” Donghae menarik tangan Kyuhyun untuk berdiri dari tempat duduknya.

“Fishy….”

“Ne???” Donghae menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah Kyuhyun.

“Besok jadi kan ke Taman Hiburan?” Donghae hanya menjawab dengan anggukan mantap dan membelaikan tangannya ke pipi Kyuhyun. Kyuhyun tersenyum kembali dan memulai langkahnya dengan Donghae. Mereka berjalan dengan bergandengan tangan layaknya duo sejoli yang masih sekolah. Keduanya masih berbincang ringan dengan selalu melempar senyum ke satu sama lain. Tidak terasa, mereka sudah sampai di depan gedung dimana Kyuhyun bekerja.

“Sampai bertemu nanti my GaemGyu!” kata Donghae yang masih setia menggenggam tangan Kyuhyun.

“Aku akan langsung menemuimu di kafe….” Kyuhyun mengulangi kata-katanya. Donghae hanya mengangguk.

“Kyuhyun-ssi….” ternyata Siwon yang sedari tadi memperhatikan mereka berdua dari kafe yang terletak di depan gedungnya,membuatnya tidak tahan untuk tidak beranjak dari kafe dan menghampiri mereka.

“Oh Donghae-ssi juga ada di sini….” sapa Siwon juga dengan sebuah senyuman yang sulit diartikan.

“Selamat siang-Siwon-ssi!” Donghae menyapa balik. Kyuhyun hanya menunduk. Siwon melihat dua tangan yang masih bergandengan. Kedua mata Donghae menyadari bahwa ada rasa tidak suka pada diri Siwon melihat tangannya menggandeng Kyuhyun. Donghae semakin mengeratkan genggaman tangannya di tangan Kyuhyun. Kyuhyun sebenarnya merasa tidak enak karena suasana dengan sendirinya menjadi sunyi dan sedikit tegang.

“Fishy…A-aku harus masuk….” suara Kyuhyun memecah kecanggungan mereka bertiga.

“Apa sudah selesai urusan yang Kyuhyun-ssi bicarakan dengan Donghae-ssi??” Siwon bertanya dengan nada menyindir. Mendengar hal itu, Kyuhyun terkejut tetapi tidak bisa menjawab apa-apa dan hanya mampu menundukkan kepala.

“Sudah…Kami sudah membicarakan apa yang kami bicarakan,Siwon-ssi…” Donghae menjawab pertanyaan Siwon. Donghae mengerti mungkin alasan itu diberikan Kyuhyun kepada Siwon untuk bertemu dengannya untuk membuatnya merasa aman.

“Oh begitu….Kalau memang belum selesai, kalian bisa melanjutkan, saya bisa memberikan tambahan waktu istirahat untuk Kyuhyun-ssi.”

“Tidak perlu Siwon-ssi. Semuanya sudah selesai dibicaran dan sudah menjadi jelas sekarang.” Donghae mengakhiri kata-katanya dengan memberikan satu kecupan di punggung telapak tangan Kyuhyun yang dipegangnya. Sontak Kyuhyun dan juga Siwon terkejut dengan apa yang baru saja dilakukan Donghae. Namun hati Kyuhyun terasa begitu bahagia karena Donghae berani menunjukkan kepada orang lain tentang cintanya kepada dirinya. Ya, Kyuhyun menganggap bentuk ciuman di punggung telapak tangan itu sebagai bukti cinta Donghae yang tidak lagi disembunyikan di depan pimpinannya.

“Syukurlah kalau memang sudah selesai semua!” Siwon berkata dengan nada yang dibuat setenang mungkin.

“Terima kasih untuk hari ini,Baby…” Donghae semakin ingin menunjukkan sesuatu kepada Siwon.

“B-Baby???” tanpa bisa ditahan bibir Siwon mengeluarkan kata itu dengan nada bingung dan ingin tahu apa sebenarnya makna kata itu.

“Kau pasti bercanda denganku Donghae-ssi.” Kata Siwon dalam hati.

“Baby…Aku memanggil GaemGyu dengan “Baby”, bukankah itu wajar Siwon-ssi…” Donghae menyeringai.

“……………………..” Kyuhyun kembali tersenyum mendengar pemgakuan Donghae sedangkan Siwon hanya bisa mengepalkan tangannya.

“Fishy…Sudahlah! Pulang sana!” Kyuhyun memukul ringan lengan Donghae dengan suara yang terdengar manja. Donghae meraih tangan Kyuhyun yang memukulnya dan menggenggamnya.

“Pegawai anda ini sekarang adalah kekasih saya, Siwon-ssi. Jadi, wajarkan kalau aku memanggilnya “Baby”?” Donghae semakin berani membuka hubungannya dengan Kyuhyun seolah-olah menantang Siwon.

“Oh wajar sekali, Donghae-ssi! Aku juga memanggil orang yang kucintai dengan sebutan “Baby”!” Siwon sangat berusaha berkata tanpa emosi walaupun sebenarnya dia ingin sekali meruntuhkan orang yang sudah mengambil “Baby”nya itu.

“Baiklah, aku harus pergi Baby…Jangan lupa janjimu!” Donghae pamit sambil mengerling ke arah Kyuhyun yang berhasil membuat darah di tubuh seorang Choi Siwon mendidih. Donghae melepaskan genggaman tangan Kyuhyun dan membungkuk ke arah Siwon untuk pamit juga.

“I’ll wait for you for coming home Baby!” Donghae berkata agak berteriak ketika berada di dalam taxi untuk kembali ke kafenya. Kyuhyun hanya malu melihat kelakuan Donghae yang menurutnya di luar dugaan. Tapi dia juga merasa bahagia karena mulai hari ini, dia tidak perlu lagi menutupi hubungannya dengan orang yang dicintainya itu di hadapan Siwon yang tidak lain adalah pimpinannya.

“Selamat kembali bekerja,Kyuhyun-ssi!” suara berat Siwon yang sarat akan emosi membuyarkan lamunan Kyuhyun.

“I-iya…Terima kasih…” Kyuhyun membungkuk. Namun Siwon dengan segera meninggalkannya. Kyuhyun tidak tahu apa yang terjadi dengan Siwon. Raut wajah Siwon benar-benar penuh dengan kekesalan dan emosi.

Di dalam ruangannya, Siwon tidak bisa berkonsentrasi untuk bekerja. Pikirannya terus dihantui oleh gambaran yang terjadi antara Kyuhyun dan Donghae di depan gedung miliknya. Tanpa bisa dikendalikan lagi, dia mengobrak-abrik tumpukan kertas yang ada di hadapannya.

“Kau memanggilnya “Baby”?? Berani sekali kau Donghae-ssi, bermain-main apa yang akan menjadi milikku! Aku tidak akan pernah mengakui BabyKyu ku sebagai milikmu karena dia akan menjadi milikku!” Siwon bermonolog dalam hati dengan tatapan masih penuh dengan emosi.

“for coming home??? Kau berkata seperti itu??? A-Apa mungkin??? A-apa mungkin mereka….mereka akan tinggal bersama??” menyadari teriakan Donghae tadi, Siwon merasakan tubuhnya bergetar. Benarkah Kyuhyunnya sudah menjadi milik Donghae???

“Ti-tidak…Tidak mungkin! Aku yakin mereka hanya dekat tapi belum tentu mereka pacaran. Tidak!! Tidak boleh!! BabyKyu hanya milikku!” Siwon terus dan terus merasakan pikirannya kacau dan tidak mau menerima kenyataan apapun kalau itu menyangkut kebersamaan Kyuhyun dan Donghae.

~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~

Waktu terus berlalu, Siwon masih dengan pikirannya sendiri. Kyuhyun dengan kesibukannya untuk menyelesaikan laporan agar bisa secepatnya pulang dan bertemu cintanya. Dan Donghae, dia tidak berhenti tersenyum semenjak tadi siang. Duduk di belakang meja kasir, wajahnya nampak sangat ceria dengan mengingat-ingat kembali apa yang terjadi siang tadi.

“GaemGyu….Terima kasih sudah membuat hidupku terasa indah. Terima kasih sudah menjadi milikku. Terima kasih… Sekarang aku tidak perlu lagi menutupi apapun tentang kita walaupun ada bos mu di depanku. I love you, GaemGyu…” kata-kata itu mengalun indah di otaknya.

“Sajangnim… Sajangnim….” salah satu pegawai Donghae mencoba membuyarkan lamunan Donghae.

“Sajangnim… Kyuhyun-ssi menelpon!” pegawai itu masih mencoba membuat bos nya sadar.

“Baby…Baby GaemGyu???” seketika Donghae mengambil handphone nya dan langsung menatap layar. Namun nihil, tidak ada satupun panggilan masuk.

“Kamu! Kenapa kau membohongiku?” Donghae berkata dengan nada kesal ke pegawainya itu.

“Saya berkali-kali memanggil sajangnim tapi Sajangnim masih terus melamun dan tidak memperhatikan…”

“Me-memang ada masalah apa??” Donghae akhirnya bertanya dengan perasaan malu.

“Buah-buahannya habis. Dan ini juga belum sore. Apa kita bisa membelinya lagi?? Atau menu dengan bahan dasar buah-buahan kita kosongkan??”

“oh begitu…Baiklah. Kita beli saja. Tolong kamu pergi ke supermarket biasanya ya.” Donghae menyerahkan sejumlah uang ke pegawainya dengan wajah tetap tersenyum.

“Baik Sajangnim…”

“Oh iya…Kami semua yang bekerja di sini sangat senang melihat Sajangnim selalu tersenyum dan terlihat bahagia seperti hari ini.” Pegawainya berkata serius.

“Jadi…dulu-dulu saya tidak pernah tersenyum dan tidak terlihat bahagia??” tanya Donghae tidak percaya.

“Ti-tidak…bukan seperti itu Sajangnim… Sajangnim memang selalu tersenyum dan bahagia, tetapi hari ini terlihat sekali kalau Sajangnim lebih bahagia hehehehehe”

“Ah dasar kau! Cepat pergi dan beli buah-buahan sana!” Donghae memerintah tapi tetap dengan wajah yang ceria dan penuh senyum.

@ Kantor

Jam sudah menunjukkan pukul 3 sore. Kyuhyun segera membereskan mejanya dan bersiap-siap untuk pulang. Tidak lebih dari 10 menit, Kyuhyun sudah bersiap pulang dan mulai melangkahkan kakinya untuk meninggalkan ruangan. Namun, tiba-tiba dia ingin berbalik dan berjalan menuju ruangan Siwon.

Tok tok tok….

Tok tok tok….

Mendengar pintunya diketuk seseorang, Siwon hanya membuka mulutnya dan masih malas untuk beranjak dari tempat duduknya.

“Masuk!” kata Siwon agak berteriak dari ruangannya.

“Maaf mengganggu, Siwon-ssi. Apa Siwon-ssi tidak pulang??” melihat Kyuhyun yang datang, mood Siwon semakin memburuk. Dia hanya menatap Kyuhyun tajam tanpa bersedia menjawab pertanyaan Kyuhyun.

“Si-Siwon-ssi???”

“……………………….” tetap tidak ada jawaban dari Siwon.

“Sa-saya pamit dulu, Siwon-ssi. Pekerjaan saya sudah selesai. Sa-saya…”

“Mau bertemu Donghae???” Siwon memotong kata-kata Kyuhyun. Detak jantung Kyuhyun mendadak berdetak lebih cepat. Entah mengapa Kyuhyun merasa kalau Siwon tidak menyukai Donghae.

“Kau mau bertemu dengan Donghae kan??” Siwon bertanya lagi dengan pertanyaan yang sama.

“Saya pamit untuk pulang duluan Siwon-ssi.” Kyuhyun tidak menjawab pertanyaan itu dan hanya membungkukkkan badannya sebelum pergi meninggalkan Siwon. Kyuhyun merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan melihat wajah Siwon, ditambah lagi Siwon memanggilnya dengan nada informal

“Sejak kapan kau berhubungan Donghae??? Bukankah ketika kita bertemu di restoran dulu, Donghae memperkenalkan dirinya sebagai temanmu??? Dan tadi, dia seenaknya menggenggam tanganmu, menciumnya!” Kyuhyun menghentikan langkahnya mendengar pertanyaan-pertanyaan Siwon.

“Jawab aku, Kyuhyun!” suara Siwon semakin keras dengan tatapan yang jujur saja, membuat Kyuhyun agak takut. Namun, Kyuhyun tidak mau orang lain mencampuri urusan pribadinya.

“Maaf, saya harus pulang.” Sekali lagi Kyuhyun pamit.

“Oh….Sudah berani ya sekarang untuk mengabaikan pimpinan.” Sindir Siwon.

“Saya tidak pernah mengabaikan apa yang menjadi perintah untuk saya dari pimpinan. Tapi saya hanya tidak suka orang lain mencampuri atau mengetahui urusan pribadi saya.” Kyuhyun berkata tegas.

“Jadi kau masih menganggapku orang lain??”

“Maaf Siwon-ssi. Kalau di kantor, anda adalah pimpinan saya, dan untuk di luar kantor, Siwon-ssi tetaplah orang yang asing bagi saya. Saya belum mengenal banyak tentang Siwon-ssi.” Jelas Kyuhyun.

“Kalau begitu, cobalah mengenalku!”

“Semoga seiring berjalannya waktu, kita bisa saling mengenal dengan baik. Saya pulang dulu, Siwon-ssi…” Kyuhyun berkata untuk terakhir kalinya sebelum benar-benar pergi meninggalkan Siwon. Siwon tidak bisa lagi mencegahnya. Dia hanya bisa mematung sambil melihat punggung Kyuhyun yang semakin menjauh.

“Seiring berjalannya waktu itu pula aku akan membuatmu menjadi milikku Baby….My Baby…”

~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~

“Berani sekali dia ingin mengetahui kehidupan pribadiku! Jangan mentang-mentang menjadi pimpinanku, dia merasa berhak mengetahui semua tentangku!” Kyuhyun marah-marah di dalam hatinya. Kyuhyun mulai tidak senang dengan perilaku Siwon. Jujur, Kyuhyun sangat tersinggung dengan semua pertanyaan Siwon, namun dia tidak bisa berkata kasar kepadanya karena Kyuhyun masih memiliki rasa hormat kepada siapa dia bekerja.

Tanpa terasa Kyuhyun sudah sampai di depan kafe, tetapi perasaan kesalnya masih belum hilang. Segera dia melangkahkan kakinya untuk masuk ke kafe. Kedua matanya mulai mencari sosok yang ingin ditemuinya. Mendadak bibirnya menyunggingkan senyuman melihat Donghae yang sedang sibuk di belakang meja kasir. Kyuhyun segera berjalan menuju Donghae. Dan Donghae pun semakin merasa bahagia melihat seseorang yang sedang berjalan menuju ke arahnya. Kyuhyun segera memposisikan dirinya di samping Donghae. Dia hanya melihat Donghae bekerja tanpa mengganggunya sedikit pun.

“Masih ramai ya kafenya….” Kyuhyun berkata sambil tersenyum.

“Lumayan….setiap kali Donghae berada di sini pasti ramai…” kata Donghae dengan bangganya.

“Hmmmm…Mulai lagi!”

Kyuhyun kemudian pergi meninggalkan Donghae dan berjalan menuju dapur. Dia ingin sesuatu untuk diminum.

“Oh…Kyuhyun-ssi… Anda di sini. Apakah anda ingin sesuatu?” tanya salah satu pegawai kafe.

“Aku hanya ingin minum yang segar-segar…” Kyuhyun menjawab sambil membuka lemari es.

“Mau dibuatkan sesuatu,Kyuhyun-ssi?” pegawai itu menawarkan.

“Oh tidak. Terima kasih. Softdrink saja sudah cukup…” Kyuhyun berkata halus.

“Kami semua sangat senang di sini. Melihat Sajangnim selalu tersenyum dan nampak sangat bahagia sepanjang waktu membuat kami sangat senang bekerja di sini.” Pegawai kafe yang lain tiba-tiba bericara.

“Benarkah??”

“Iya Kyuhyun-ssi. Dia tersenyum terus sejak tadi siang setelah mengantarkan makan siang Kyuhyun-ssi.”

“Oh….” Kyuhyun tidak bisa berkata apa-apa. Wajahnya memerah mendengar pengakuan pegawai-pegawainya.

“Kami berharap Sajangnim akan selalu seperti itu, jadi bekerja sekeras apapun tidak terasa lelah. Kami pun merasa tidak lelah padahal dari tadi kafenya sangat ramai.”

“Saya juga berharap seperti kalian. Saya juga ingin melihat Donghae selalu tersenyum dan bahagia.” Kyuhyun tersenyum.

“Itu hanya terwujud jika Sajangnim bersama Kyuhyun-ssi.”

“Kalian bisa saja.” Kyuhyun mencoba menyembunyikan wajahnya yang semakin memerah.

“Itu benar Kyuhyun-ssi. Tadi sepanjang siang dia terus melamun sambil tersenyum. Saya memanggilnya berulang-ulang karena ingin menanyakan sesuatu tentang bahan-bahan makanan, tapi Sajangnim tidak sadar. Jadi saya sedikit mengerjai Sajangnim hehehehe” aku salah satu pegawai.

“Me-mengerjainya???” Kyuhyun agak kaget.

“Saya membohonginya dengan bilang kalau Kyuhyun-ssi menelpon. Dan mendengar hal itu Sajangnim langsung sadar dan mngambil handphone nya. Dia sedikit kesal begitu tahu kalau ternyata saya hanya mengerjai dia hehehehehe”

“Oh…Dia itu! Selalu susah untuk fokus!” Kyuhyun berkata.

“Itu karena Kyuhyun-ssi…” para pegawai berkata dengan kompak.

“ehm ehm ehm…” suara Donghae tiba-tiba menginterupsi acara bergosip mereka.

“Pasti kalian sedang membicarakan diriku ya….” Donghae melanjutkan bicaranya sambil mendekatkan dirinya ke Kyuhyun. Dengan santainya Donghae meletakkan lengannya di pinggang Kyuhyun. Kyuhyun hanya tersenyum.

“Ka-kami keluar dulu Sajangnim untuk melihat situasi di luar….” para pegawai keluar dari dapur. Hal itu hanya ditanggapi dengan senyuman oleh Donghae dan Kyuhyun.Betapa beruntung mereka mempunya pegawai-pegawai yang pengertian seperti mereka.

“Mereka bilang kau sangat bahagia sepanjang waktu setelah mengantarkan makan siang untukku.” Kyuhyun memulai pembicaraan begitu pegawai keluar dari dapur.

“Tentu saja aku sangat bahagia karena kau resmi menjadi milikku di depan bosmu.” Donghae berkata santai sambil memberikan kecupan singkat di bibir Kyuhyun.

“Kau ini! Kenapa begitu senang??? Bukankah aku ini selalu milikmu, Fishy???”

“Tapi dulu aku melakukan kesalahan dengan mengatakan aku ini hanya temanmu,GaemGyu. Mulai hari ini, aku akan selalu mengatakan kalau aku ini milikmu dan kau milikku. Aku akan selalu berkata seperti itu ke setiap orang yang menanyatakan tentang kita.” Kyuhyun menampakkan senyum terbaiknya karena itu juga yang Kyuhyun inginkan. Kyuhyun segera memposisikan dirinya di pangkuan Donghae, menyandarkan kepalanya dengan nyaman di bahu Donghae.

“Aku sangat senang Fishy dengan semua itu. Aku selalu milikmu dan aku juga ingin semua orang tahu kalau aku ini milikmu.” Kyuhyun berkata dengan lembut dan diakhiri dengan mencium leher Donghae.

“Aku ingin berjalan-jalan Fishy…”

“Han River???” Donghae menawarkan.

“Not bad!” Kyuhyun menjawab sambil mengangguk.

“Aku akan segera kembali! Tunggu di sini!” Donghae menegakkan tubuh Kyuhyun.

“Aku akan menunggumu sampai kafe tutup, Fishy!” Kyuhyun agak protes.

“Bahan-bahan sudah hampir semuanya habis. Aku akan meminta pegawai untuk segera membersihkan kafe dan menutupnya.”

“Kau selalu memanjakan pegawaimu!”

“Ayolah GaemGyu,…Mereka bekerja sangat keras mulai tadi pagi.”

“Baiklah…Baiklah… Oh, beruntungnya aku memiliki seorang malaikat di hidupku.” Kyuhyun akhirnya mengalah.

“Aku juga sangat beruntung memiliki Gaemgyu sebagai kebahagianku!” ucap Donghae dan langsung mengecup bibir Kyuhyun, melumatnya sekilas. Kemudian dia meninggalkan Kyuhyun di dapur untuk membantu para pegawainya.

Di tempat lain, seseorang dengan mata menatap nyalang pemandangan di depannya. Betapa indah pemandangan itu, namun bagi dia, pemandangan itu hanyalah sesuatu yang semakin membuatnya merasa marah dan merasakan sakit hati yang begitu dalam. Berjejer kaleng bir lah yang menjadi teman-temannya. Hembusan angin yang begitu lembut juga tidak berhasil membuat kepedihan hatinya pergi dari relung hatinya.

“Keyakinan yang membuatku bertahan sampai detik ini,BabyKyu…Dan keyakinan itu pula yang akan membantuku untuk membuatmu menjadi milikku.” Dengan mantap dan penuh keyakinan dia mengucapkan setiap kata. Dan dia juga berdo’a dalam hatinya bahwa semua yang ada di sekitarnya juga berdo’a untuknya, untuk hatinya.


13 Comments

HAEKYU WONKYU FANFICTION: “DON’T LET ME GO…..” (Chapter IV)

Sorry I have to say it… This story will end up with both WonKyu and HaeKyu.

So, if WonKyu shippers who don’t like HaeKyu and HaeKyu shippers who don’t like WonKyu, please YOU MAY LEAVE THIS FICTION 🙂

I just can’t choose between WonKyu and HaeKyu although I’m hard WonKyu shipper. My imagination leads me to end this story with both of those two couple 🙂

But don’t know yet how this story scene will flow 🙂

ukekyuhae

Gurat kelelahan menghiasi wajah indah Kyuhyun. Dia mengeluarkan kunci rumah dari tas kerjanya.

“Eoh??? Astaga!!! Aku lupa mengunci pintu rumah ini dari tadi! Aish!” Kyuhyun merutuki dirinya sendiri. Segera dia membuka pintu yang ternyata tidak terkunci itu. Dia mempercepat langkahnya memasuki ruang tamu, berharap semua barang yang ada di rumahnya masih tertata rapi di tempatnya.

“Fi-Fishy????” Kyuhyun mulai bergumam ketika mencium bau makanan dari ruang makan yang terletak tepat di sebelah dapur. Kyuhyun pun berlari menuju sumber aroma.

“Fishyyyyyyyyyyyy!!!” nihil, dia tidak menemukan siapapun di sana. Dia hanya mendapatkan makanan yang sudah tertata rapi di meja. Kyuhyun menatap nanar semua makanan di depannya. Airmata tidak bisa lagi dia bendung, terus mengalir.

“Untuk apa semua makanan ini??? Kau memintaku untuk sehat tapi kau yang menyiksaku….” Kyuhyun berkata sendiri.

“Kau pasti memasaknya di kafe kan….” seakan sadar kalau pertanyaan itu tidak mendapatkan jawaban, Kyuhyun pun segera beranjak dari ruang makan, sedikit berlari menuju kamarnya mengambil kunci cadangan kafe.

CLEK

Pintu terbuka, namun kaki Kyuhyun seakan membeku dan susah digerakkan. Nafasnya semakin memberat. Kedua mata yang lain, yang sangat dia rindukan menatapnya hangat. Mimpikah Kyuhyun??? Kyuhyun menggeleng-gelengkan kepalanya seolah tak percaya apa yang dilihatnya. Seakan mengerti apa yang ada di pikiran Kyuhyun, Donghae pun mulai bergerak mendekati Kyuhyun. Donghae mengulurkan jemarinya untuk menyentuh pipi Kyuhyun, mencoba menyeka airmatanya. Kyuhyun tetap tidak bergerak, dia takut kalau apa yang ada di depannya hanyalah mimpi.

“GaemGyu….” Kyuhyun hanya memejamkan matanya ketika dia merasakan jari-jari Donghae menyentuh kulitnya.

“GaemGyu….Berhenti menangis,ne….” Donghae akhirnya membuka suara. Dia merasa sangat bersalah telah membuat Kyuhyunnya menangis. Dia tidak menyangka bahwa Kyuhyunnya menangis di hadapannya sedangkan dia sendiri selalu berjanji pada dirinya sendiri bahwa dia hanya akan memberikan kebahagiaan kepada Kyuhyunnya.

“Baby…please….” Donghae, dengan penuh kelembutan mengusap airmata Kyuhyun yang masih mengalir dari pelupuk matanya. Sentuhan yang memang nyata itu membuat Kyuhyun seketika menghambur ke pelukan Donghae, menangis sejadi-jadinya.

“Ssssssh….Baby…..I’m here….” Donghae memeluk balik Kyuhyun dan mengusap-ngusapkan tangannya di punggung Kyuhyun dengan gerakan sangat lambat, seakan ingin memberikan Kyuhyunnya kehangatan.

“Mianhae….” Donghae berkata dengan tetap memeluknya dengan penuh kasih sayang.

“…………………………..”

“Baby….Katakan sesuatu….”

“………………………………”

“Maafkan aku….Aku tidak bisa menahan emosiku GaemGyu….” Donghae mencoba mengungkapkan perasaannya.

“A-aku tahu kalau aku salah karena meragukanmu….Aku…Hatiku sangat sakit ketika melihatmu disentuh orang lain GaemGyu….”

“Gaem-mmmph……….” Kyuhyun dengan cepat menarik dirinya dari pelukan Donghae dan secepat kilat dia menempelkan bibirnya di bibir Donghae. Kyuhyun sudah tidak bisa menahan diri lagi. Dia begitu merindukan Donghaenya. Aksi mendadak Kyuhyun memang membuat Donghae sangat terkejut, namun tidak bisa dipungkiri bahwa dia juga sangat merindukan Kyuhyun, tanpa butuh waktu lama, Donghae pun membalas ciuman Kyuhyun. Donghae juga melumat bibir bawah Kyuhyun yang menjadi favoritnya dengan lembut karena dia tidak mau menyakiti Kyuhyunnya.

“nnnnhh…cccpk….cccpk…” suara yang keluar dari bibir Kyuhyun seakan terasa sangat merdu di telinga Donghae.

“nnnnnhhhh Fishyyyy….” Kyuhyun terus mendesah diantara ciumannya dengan Donghae dan Donghae juga tidak melepaskan tautan bibirnya dari bibir Kyuhyun.

“mmmmhhh…” Donghae semakin menekan leher Kyuhyun agar ciumannya semakin dalam dan Kyuhyun pun mengeratkan pegangan tangannya di pinggang Donghae. Donghae semakin agresif menikmati bibir Kyuhyun, lidahnya menekan-nekan bibir Kyuhyun yang membuat Kyuhyun akhirnya membuka mulutnya untuk menyambut lidah Donghae menikmati setiap jengkal mulutnya. Lidah Donghae dengan lincahnya menyapu langit-langit mulut Kyuhyun, menyapu ringan deretan gigi Kyuhyun dan kemudian menyapa lidah Kyuhyun yang juga menari-nari menyambut lidah Donghae. Kyuhyun terus mendesah nikmat dan Donghae tidak bisa lagi menghentikan gerakan lidahnya. Bagaimanapun Kyuhyun menikmati ciuman memabukkan Donghae, tetap, kebutuhan oksigen menuntutnya untuk mengakhiri ciuman itu. Beberapa menit ciuman itu berlangsung membuat Kyuhyun akhirnya memukul-mukul ringan dada Donghae. Dengan cepat Donghae mengeluarkan lidahnya dari mulut Kyuhyun dan berganti menyesap lidah Kyuhyun untuk beberapa detik.

“nnnnnnnnnnnnnhhhhhhh….” Kyuhyun mendesah panjang ketika lidahnya dihisap kuat oleh Donghae. Tidak sampai satu menit, Donghae pun melepaskan lidah Kyuhyun dan menatap wajah Kyuhyun yang memerah dengan saliva yang masih mengalir dari mulut ke dagunya. Kyuhyun tersenyum bahagia melihat Donghaenya, dengan masih mengatur nafas, Kyuhyun memejamkan kedua matanya kembali karena Donghae mulai menghisap saliva yang masih membasahi dagunya. Setelah menyesapnya, Donghae membelai lembut kedua pipi chubby Kyuhyun.

“Baby….”

“I miss you….like hell….” Kyuhyun memotong kalimat Donghae.

“Mianhae….”

“Don’t do that again,Fishy….” Kyuhyun sedikit membungkukkan tubuhnya untuk meletakkan kepalanya di bahu Donghae.

“GaemGyu…A-aku…”

“You’ll see me die if you ever do it again!” Kyuhyun, sekali lagi memotong kata-kata Donghae dan kali ini setiap kata itu diucapkan dengan penuh ketegasan. Donghae sangat takut mendengar ancaman Kyuhyun, tapi di sisi lain, hatinya sangat bahagia. Hal itu menunjukkan bahwa Kyuhyun benar-benar mencintainya.

“GaemGyu…” Donghae meraih kepala Kyuhyun.

“Maafkan aku…” Donghae melanjutkan kata-katanya.

“Berjanjilah kau tidak akan mengulanginya!” Kyuhyun berkata sambil menarik lengan Donghae untuk duduk di sofa di dalam kamar mereka.

“Aku berjanji….” Donghae duduk dengan nyaman di sofa, dan HUUUUP! Kyuhyun dengan cepat duduk di pangkuannya.

“Apapun yang terjadi, kau harus tetap di sisiku Fishy!” Kyuhyun kembali menyamankan kepalanya di bahu Donghae dan menikmati aroma mint dari tubuh Donghae.

“Apa GaemGyu merindukanku???” tanya Donghae agak takut. Kyuhyun tersentak mendengar pertanyaan itu, kedua matanya menatap tajam ke arah Donghae.

“Bagaimana mungkin kau menanyakan itu padaku Fishy???” tanya Kyuhyun balik sambil mencubit lengan Donghae.

“Auch!!! Ma-maafkan aku Gaemgyu….” kata Donghae sambil menundukkan kepalanya, menghindari tatapan mata Kyuhyun.

“Aku seperti orang gila menunggumu pulang! Aku mondar-mandir ke kafe tapi tutup, dan aku menghubungi semua pegawai tapi mereka tidak tahu keberadaanmu!” Kyuhyun menjelaskan apa yang dirasakannya dengan meledak-ledak.

“Andai saja kau tidak mengirimkan makanan untukku, aku tidak akan pernah makan!” tambah Kyuhyun. Kalimat terakhir itu membuat Donghae sontak melihat ke Kyuhyun.

“Kau sudah berjanji padaku untuk selalu sehat GaemGyu!”

“Dan kau juga selalu meyakinkanku bahwa kau akan selalu di sisiku!” balas Kyuhyun. Donghae tidak bisa membalas lagi karena apa yang dikatakan Kyuhyun benar adanya.

“Bagaimana aku bisa sehat kalau separuh jiwaku tidak bersamaku….” Donghae meraih tangan Kyuhyun yang bebas dan mencium telapak tangan itu. Sentuhan Donghae selalu membuat Kyuhyun merasakan kehangatan dan seketika emosinya mereda.

“Maafkan aku GaemGyu….”

“Berhentilah minta maaf!” Kyuhyun berbalik menyisipkan jari-jarinya diantara jari-jari Donghae.

“Apapun yang terjadi, sekali lagi aku mohon kepadamu, jangan pernah melepaskanku Fishy….” Kyuhyun menempelkan dahinya ke dahi Donghae.

“Aku janji GaemGyu…Aku janji tidak akan melakukannya….” Donghae mengecup sekilas bibir plum Kyuhyunnya. Kyuhyun tersenyum, rasa sesak yang sudah dia tahan akhirnya menghilang dan perasaannya kembali menghangat.

“Jadi…Apa GaemGyu merindukanku selama aku tidak di rumah??” tanya Donghae sekali lagi sambil tersenyum.

“…………………………………………” Kyuhyun hanya menyamankan kepalanya di bahu Donghae dan kemudian mengangguk mantap. Mereka menikmati posisi itu untuk beberapa saat. Tangan Donghae yang tak terikat oleh tangan Kyuhyun dengan santainya membelai punggung Kyuhyun naik-turun.

“Fishy….”

“Hmmmmm?????”

“Aku ingin pergi berlibur….”

“Kenapa mendadak???Bukannya kita sudah merencanakan liburan kita musim semi nanti???”

“…………………………………” Kyuhyun hanya bisa mendengus kesal mendengar jawaban Donghae.

“Bagaimana kalau sabtu nanti kita ke taman hiburan???” Donghae mencoba membuat penawaran.

“Kita bukan lagi anak kecil Fishy!!!” jawab Kyuhyun sambil melepaskan genggaman tangannya dari Donghae.

“Memangnya GaemGyu mau kemana??”

“Pulau Jeju!”

“Kalau kesana, aku tidak mau lagi kembali ke rumah ini…” kata Donghae yang membuat Kyuhyun akhirnya mengangkat kepalanya dan menatap Donghae seakan meminta penjelasan.

“Sudah kuputuskan untuk menghabiskan masa tuaku bersamamu di Pulau Jeju,GaemGyu. Kalau hanya di sana satu atau dua hari, akan sangat kurang buatku.” jelas Donghae seakan tahu kalau Kyuhyunnya meminta penjelasan.

“hmmmm…Kalau menetap di sana, kita belum punya cukup uang untuk membuka sebuah usaha….” Kyuhyun buka mulut.

“Karena itu aku harus mengumpulkan banyak uang dulu Baby! Untuk sementara kita jalan-jalan ke taman hiburan saja ya???” tanya Donghae sambil menangkupkan kedua tangannya di kedua pipi Kyuhyun. Kyuhyun hanya bisa mempoutkan bibirnya.

CUP!

“Aku anggap itu sebagai setuju!” kata Donghae setelah mengecup bibir ranum itu sekilas.

“Kau curang!” Kyuhyun memukul dada Donghae ringan dan ketika Kyuhyun hendak menyandarkan kepalanya lagi di bahu Donghae, Donghae menahannya.

“Sebaiknya GaemGyu mandi,ne ^__^!”

“Kau tidak merindukanku???” tanya Kyuhyun kesal.

“Fishy sangat merindukan GaemGyu! Tapi GaemGyu harus mandi dan setelah itu kita makan malam,ok???”

“Aku masih ingin seperti ini Fishy….”

“Aku tahu kau sangat lelah. Dan aku minta maaf telah membuatmu menderita ketika aku meninggalkanmu….”

“Kenapa kau hobby sekali minta maaf!”

“GaemGyu…Kau harus mandi dan kita makan setelah itu…K-….”

“Baiklaaaah!” Kyuhyun secepat kilat berdiri dari pangkuan Donghae dan terlihat ekspresi tidak suka dari wajahnya.

“GaemGyu….” Kyuhyun tidak menggubris panggilan Donghae. Secepatnya Donghae berlari ke arah Kyuhyun yang masuk ke kamar mandi, dia meraih tangan Kyuhyun dan memaksa Kyuhyun menatapnya.

“Jangan marah padaku GaemGyu….” nafas Donghae mendadak memberat. Dia sangat takut kalau kejadian setelah makan malam yang terakhir akan terulang lagi. Kyuhyun agak terkejut dengan sikap tiba-tiba Donghae. Biasanya Donghae membiarkannya sebentar kalau tahu Kyuhyun dalam keadaan bad mood.

“Tidak apa-apa kalau kau tidak mau mandi… Tolong jangan marah….” mata Donghae mulai berkaca-kaca. Kyuhyun semakin terkejut.

“Fishy….A-aku…”

“Aku tidak akan lagi meninggalkanmu sendirian, GaemGyu. Aku tidak mau mimpi itu datang lagi….”

“Kau bicara apa Fishy???”

“Aku memanggilmu, tapi kau tetap pergi dengan orang itu. Kau menoleh sebentar ke arahku, tapi kau tetap memilih berjalan bersamanya….” Donghae memegang erat tangan Kyuhyun, bahkan terasa terlalu erat bagi Kyuhyun.

“Jangan bicara omong kosong Fishy…”

“Sejak aku tidak bersamamu, mimpi itu selalu datang, ketika aku tidur siang ataupun malam harinya…”

“hmmmmm…Itu hanya mimpi Fishy…Aku tidak akan pernah melakukan itu! Aku milikmu dan akan selalu menjadi milikmu!” sikap Kyuhyun melembut begitu dia melihat kekhawatiran yang sangat besar di wajah Donghae. Kyuhyun segera memeluk Donghae, mencoba memberikan ketenangan.

“Kau adalah hidupku, GaemGyu…” kata Donghae dengan penuh keyakinan.

“Dan kau adalah nyawaku, Fishy…”balas Kyuhyun dengan mantap. Sejenak Kyuhyun menghirup aroma Donghae di sekitar lehernya.

“Aku harus mandi, Fishy….” kata Kyuhyun akhirnya sambil melepas pelukannya. Donghae menganggukkan kepalanya dan kemudian membiarkan Kyuhyun melangkahkan kakinya menuju kamar mandi.

“Aku menunggumu di meja makan,ne…” kata Donghae sambil tersenyum dan hanya dijawab dengan anggukan kepala.

Donghae menyisir rambutnya sebentar sebelum keluar dari kamar agar terlihat rapi. Namun ketika dia hendak melangkah keluar, terdengar hp Kyuhyun berdering. Entah muncul dari mana, pikiran Donghae langsung tertuju pada Siwon. Dengan detak jantung yang berdegub cukup kencang, dia mengambil ponsel Kyuhyun.

“hmmmmm…Benar dugaanku!” Donghae bermonolog.

“Apa kau menyukai GaemGyu???” lanjutnya. Kedua mata Donghae hanya menatap nanar ponsel yang terus berdering. Dia tidak mau menjawabnya.

“Apapun yang terjadi…Aku tidak akan membiarkan GaemGyu dimiliki orang lain!” dengan monolog terakhir itu, Donghae meletakkan ponsel Kyuhyun ke tempatnya semula. Dengan langkah yang agak berat, Donghae mulai meninggalkan kamarnya untuk menuju meja makan. Dia menunggu Kyuhyunnya datang dengan pikiran yang entah dimana.

15 menit menunggu, Donghae merasakan sebuah lengan melingkar di lehernya. Tubuhnya terasa hangat dan rasa was-was yang tadi menghiasi relung hatinya mulai memudar.

“Fishyku sangat setia…bahkan makan saja harus menungguku…” kata Kyuhyun dengan nada yang sangat lembut dan menempelkan pipinya ke pipi Donghae dari belakang. Donghae hanya tersenyum dan meraih lengan Kyuhyun yang ada di lehernya untuk duduk di sebelahnya.

“Ayo makan dulu….” kata Donghae singkat. Kyuhyun meraih piring yang dipegang Donghae.

“Biarkan aku yang melayanimu. Kau sudah menyiapkan ini semua…”

“GaemGyu sangat manis hari ini…” Donghae berkata sambil menyentil ujung hidung Kyuhyun.

Keduanya menikmati makan malam dengan tenang. Kyuhyun ingin sekali memulai percakapan, tapi Donghae seakan terlalu fokus dengan makanannya. Kyuhyun mengaduk-aduk makanannya, dia mulai meletakkan kepalanya di bahu Donghae. Donghae hanya bisa membulatkan kedua matanya melihat Kyuhyun yang begitu clingy kepadanya.

“Makanannya tidak enak ya??” tanya Donghae sedikit cemas. Namun Kyuhyun hanya menggelengkan kepalanya.

“Kenapa GaemGyu tidak makan??”

“Aku masih mengunyah…”

“………………………………………………….”

“Kenapa kau jadi pendiam Fishy???” lagi-lagi Donghae terkejut.

“A-Aku…”

“Kau melamun dari tadi!”

“Aku hanya ingin menikmati makan malamnya GaemGyu….”

“Kau bohong! Aku memperhatikanmu Fishy!”

“Aku hanya teringat apa yang terjadi sebelum hari ini…” jelas Donghae dengan bersikap santai.

“Kau tidak berencana untuk meninggalkanku lagi kan??” Kyuhyun mengangkat kepalanya untuk menatap Donghae.

“Kejadian kemarin-kemarin itu sebuah kebodohan fatal yang aku lakukan GaemGyu…Aku tidak akan pernah mengulanginya!”

“Kenapa kau mendadak jadi pendiam???”

“Aku hanya….. Lupakan saja! Ayo lanjutkan makannya!” Donghae mengambil sesendok makanan dan kemudian disuapkan ke Kyuhyun.

“GaemGyu….”

“Ne??” tanya Kyuhyun dengan mulut yang penuh dengan makanan.

“hahahahahaha….” Donghae tidak bisa menahan tawa melihat kedua pipi Kyuhyun yang menggembung karena makanan yang disuapkannya dan Kyuhyun dengan keadaan itu masih berusaha untuk merespon omongan Donghae.

“Kau benar-benar menggemaskan Baby!” kata Donghae sambil mencium kedua pipi Kyuhyun secara bergantian. Kyuhyun semangat mengunyah makanan itu dan segera menelannya.

“hhhhhhh….Kau ini!!! Sudah tahu mulutku penuh makanan…” Kyuhyun mempoutkan bibirnya dan Donghae semakin tidak tahan melihat betapa menggemaskannya namja di depannya itu.

CUP! Donghae lagi-lagi mengecup sekilas bibir Kyuhyun dan hanya dihadiahi pukulan ringan di lengannya oleh Kyuhyun.

“Kau mau bicara apa Fishy??”

“Bolehkah aku mengantarkan makan siang untukmu setiap hari???” tanya Donghae. Kyuhyun yang sedang minum menjadi tersedak.

“sssssh….ssssh….pelan-pelan GaemGyu!”

“hhhhh…hhhh…” Kyuhyun mencoba mengatur nafasnya.

“Tidak boleh ya???” tanya Donghae lagi dengan sedikit cemas.

“Tentu saja boleh! Dan lebih baik Fishy juga menemaniku makan siang heheeee…”

“Yakin boleh???Kalau ada yang marah???”

“…………………………………” Kyuhyun memeluk pinggang Donghae, kembali menyamankan kepalanya di bahu kokoh Donghae.

“Apa aku tidak mengganggumu???”

“Jangan banyak bicara Fishy! Sebelum berangkat mengantar makanan kau harus sms aku dulu dan aku akan segera turun menemuimu…” jawab Kyuhyun santai.

“Kalau bosmu tidak suka???”

“Memangnya apa urusannya dengan dia???” Kyuhyun berbalik tanya.

“Takutnya dia tidak suka orang lain yang tidak ada urusan penting datang ke gedungnya…”

“Tapi kan makan siangnya nanti di luar gedung Fishy… Dan itu jam istirahat, jadi sajangnim tidak bisa melarangku untuk istirahat!”

“Baiklah…Besok aku akan menunggumu di depan gedung ya…” kata Donghae dan mencium kening Kyuhyun setelah mengucapkannya. Kyuhyun hanya bisa mengangguk bahagia. Dia memeluk Donghae sangat erat dan lupa akan makanannya.

“GaemGyu….Habiskan makanannya dan temani aku setelah makan selesai ya…”

“Aku sudah kenyang Fishy…”

“Kenyang memelukku??” goda Donghae.

“Memangnya Fishy mau melakukan setelah makan??”

“Aku harus membeli beberapa bahan makanan untuk menu di kafe besok dan membersihkan kafenya juga.”

“Ice cream!”

“GaemGyu!”

“Pergi sendiri saja kalau begitu…”

“Baiklah kalau GaemGyu tidak mau menemaniku, aku akan berangkat sendiri.” Kyuhyun hanya mempoutkan bibirnya dan Donghae tersenyum melihatnya. Donghae melanjutkan makannya sampai habis, sedangkan Kyuhyun hanya memperhatikannya.

“Kau lebih memilih pergi sendiri daripada membelikanku es krim???” tanya Kyuhyun sambil memainkan ujung lengan kaos Donghae.

“Aku hanya akan membelikanmu es krim di akhir pekan! Kau tidak akan berhenti kalau sudah makan es krim GaemGyu.”

~ ~ ~ ~ ~

            Donghae sudah memakai jaket untuk bersiap-siap keluar. Kyuhyun hanya menatapnya. Dia menyilangkan kedua tangannya di depan dadanya. Donghae tersenyum melirik manusia manis yang tetap setia menatapnya di pintu kamarnya.

“Aku pergi dulu ya….GaemGyu harus jaga rumah dengan baik!” Donghae menggoda Kyuhyun. Dia tahu kalau Kyuhyun sebenarnya ingin pergi bersamanya.

“Aku tidak mau jaga rumah! Aku ingin tidur!” balas Kyuhyun.

“Good night GaemGyu ^^!” Donghae mengecup dahi Kyuhyun sebelum melangkahkan kakinya keluar. Kyuhyun hanya cemberut dan Donghae tersenyum melihat kekasihnya.

“Mimpikan aku GaemGyu….” goda Donghae lagi.

Donghae melangkah mantap meninggalkan rumahnya untuk pergi ke supermarket. Dia menyamankan dirinya di dalam taxi. Tak bisa dipungkiri kalau hatinya terasa sangat bahagia, namun tetap, ada sesuatu yang mengusiknya. Pegangan posesif Siwon terhadap Kyuhyunnya selalu membuat Donghae berpikir kalau mungkin saja Siwon menyukai atau bahkan mencintai Kyuhyunnya. Rasa takut yang selalu mendominasi hatinya membuat dia harus kembali ke rumah dan selalu di dekat Kyuhyun kecuali ketika Kyuhyun bekerja.

“GaemGyu…Apa kau tidak merasa kalau Siwon-ssi memperhatikanmu???” Donghae berbicara sendiri dalam hati.

“Aku tidak akan meninggalkanmu untuknya walaupun kau menginginkannya GaemGyu…Aku tahu aku bukanlah apa-apa dibandingkan dia, tapi aku akan selalu membuatmu melihatku GaemGyu…” Donghae terus bergumam dalam hati. Dia memejamkan kedua matanya,mencoba merilekskan pikirannya. Tak henti-hentinya dia terseyum ketika bayangan Kyuhyun yang clingy padanya tadi.

“Sudah sampai Pak!” kata supir taxi menginterupsi pikiran Donghae.

“Ah ne….” Donghae mengeluarkan uang untuk membayar, kemudian dengan segera keluar dari taxi dan langsung menuju ke supermarket.

Satu jam Donghae berkutat dengan aktivitas belanjanya. Matanya kemudian melirik box ice cream yang terletak di sebelah meja kasir. Donghae tersenyum karena ingat akan permintaan Kyuhyunnya setelah makan malam tadi. Setelah semua yang dibutuhkan sudah berada di kantong belanja, Donghae segera mencari taxi untuk membawanya ke kafe  miliknya. Bayangan-bayangan manis Kyuhyun kembali menyerang otaknya. Dan senyum kembali menghiasi wajah angelic nya. Sesampainya di depan kafe, Donghae segera mengeluarkan kunci dari sakunya. Hatinya sedikit berdesir ketika mengetahui bahwa kafe itu tak terkunci. Dia segera melesat ke dalam. Wajahnya tercengang melihat Kyuhyun membersihkan ruangan itu.

“Fishy…Kau sudah kembali…” kata Kyuhyun santai setelah melihat ke arah pintu.

“GaemGyu…” Donghae masih terpaku melihatnya.

“Aku bosan sendirian, jadi aku kesini untuk membersihkan semuanya…” kata Kyuhyun lagi sambil memainkan kain lap.

“Kenapa kau tak mau pergi denganku???” tanya Donghae, namun Kyuhyun enggan menjawab dan hanya menggerakkan kakinya menuju Donghae. Kyuhyun mengambil kantong-kantong yang berisi hasil belanjaan.

“Whoooooo…2 boxes of ice cream????????” mata Kyuhyun melotot melihat satu kantong plastik yang hanya berisi es krim.

“Happy???” tanya Donghae singkat.

“……………………………” Kyuhyun tidak menjawab dan hanya mengangguk-anggukkan kepalanya.

“I love you, GaemGyu…” kata Donghae sambil terus memandang Kyuhyunnya. Dia begitu menikmati ekspresi bahagia Kyuhyun mendapatkan es krimnya yang seperti bocah usia 10 tahun. Wajah Kyuhyun memerah. Pemandangan itu membuat Donghae merasa sangat gemas dan menghadiahi pipi Kyuhyun sebuah kecupan ringan.

“Aish!! Fishy!!! Berhenti menggodaku!!!” kata Kyuhyun dengan meninggalkan Donghae menuju ke dapur. Donghae hanya terkikik dan mengikutinya. Kyuhyun menata semua bahan-bahan di meja dapur dan lemari es. Donghae hanya memandangnya senang dengan tangan terlipat dan berada di depan dadanya.

“Hmmmmm….Kenapa kau memandangiku saja???” tanpa menjawab, Donghae berjalan menuju Kyuhyun dan memberinya backhug.

“Kau tidak mau memakan es krimnya???”

“Tidak sekarang…Lebih baik aku memakannya di akhir pekan dengan Fishy…” jawab Kyuhyun dengan senyum. Donghae sangat bahagia mendengarnya, Kyuhyunnya melakukan apa yang dia katakan.

“Seharusnya kau memberitahu pegawai-pegawaimu kalau besok kafe mulai dibuka…” kata Kyuhyun, menolehkan kepalanya ke arah Donghae.

“Mereka sudah mengetahuinya…” Donghae mengecup pipi Kyuhyun lagi.

“GaemGyu pasti lelah….” Donghae merapatkan pelukannya. Kyuhyun memutar tubuhnya menghadap Donghae, memberikan kecupan sekilas ke bibir Donghae.

“Ayo kita pulang…Kau harus istirahat. Besok pagi kau berangkat kerja lagi dan meninggalkanku…” goda Donghae.

“Tapi aku akan tetap kembali kepadamu…” jawab Kyuhyun santai.

“Dan kau sudah berjanji untuk menemuiku tiap makan siang, mulai besok!” lanjut Kyuhyun dengan penuh tekanan di setiap kata yang diucapkan.

“Aku masih memiliki ingatan yang sangat baik,Baby…” kata Donghae yang akhirnya melepaskan kedua tangannya dari pinggang Kyuhyun dan kemudian menggandengnya,berjalan keluar dari dapur.

Semua sudah selesai dilakukan untuk kafe mereka. Terlihat rapi dan bersih seperti sebelum-sebelumnya. Mereka dengan perasaan yang penuh dengan kebahagiaan di dalam hati masing-masing mulai melangkahkan kaki mereka setelah kafe benar-benar terkunci. Kedua tangan mereka terkait dan wajah yang penuh senyuman menemani langkah mereka menuju rumah sederhana yang sangat indah bagi mereka.

20 menit kemudian, mereka sampai di tempat peraduan mereka. Mereka masih saling merasakan kehangatan dari tautan jari-jari mereka. Di dalam rumah pun, mereka masih saling menggenggam tangan.

“Sudah malam GaemGyu…Kau harus ganti baju dan segera tidur….” kata Donghae sambil mendorong ringan tubuh Kyuhyun menuju kamar mereka.

“Kau juga harus tidur!”

“Aku ingin melihatmu tidur lebih dulu…”

“Kau tidak akan meninggalkanku kan??”

“Tidak akan pernah Baby….” Donghae mengusuk kedua pipi chubby Kyuhyun. Kyuhyun tersenyum lembut dan segera melakukan apa yang diminta Donghae.

Kyuhyun kembali dari kamar mandi dengan piyama baby blue yang menjadi favoritnya. Donghae juga mengganti bajunya dengan hanya sleeveless dan short berbahan kain ringan. Donghae sudah berbaring di ranjang mereka. Dia memejamkan kedua matanya, mencoba mengistirahatkan tubuh dan jiwanya. Kyuhyun segera mengambil posisi di sebelahnya, secepatnya melangkahi kaki Donghae karena dia sangat suka berada diantara tembok dan Donghae. Kyuhyun menyamankan kepalanya di dada Donghae. Donghae membuka kedua matanya ketika merasakan rambut Kyuhyun menggelitik dadanya. Donghae menggerakkan tangan kanannya untuk mengelus kepala Kyuhyun yang sudah bersandar nyaman di dadanya.

“Aku yakin aku bisa tidur nyenyak hari ini….” Kyuhyun bergumam.

“Aku juga…Betapa aku sangat merindukanmu GaemGyu….”

“Aku merindukan deru nafasmu yang bertiup lembut di dadaku…” Donghae melanjutkan kata-katanya.

“Fishy tidak berubah! Selalu cheesy!!”

“Kau ingin aku berubah???”

“Aniyo….Aku sangat menyukai Donghae yang selalu seperti ini….” Kyuhyun mengecup dada bidang Donghae sekilas.

“Let’s sleep Baby….” Kyuhyun hanya menganggukkan kepalanya. Donghae mengusuk punggung Kyuhyun yang posisi tidurnya memang miring dan menghadap dirinya.

Malam itu, mereka merasakan kehangatan tubuh mereka yang membaur menjadi satu. Kerinduan yang selama ini terpendam terbayar lunas melalui lengan-lengan yang saling mendekap. Apapun yang membuat dada mereka sesak sudah terhapus dengan kekuatan cinta mereka. Kekuatan cinta itu mungkin saja masih akan menghadapi cobaan  di kesempatan yang lain. Entah untuk memperkuat ikatan cinta itu atau sebaliknya, membuat ikatan cinta itu terputus….

by: GAEMGYULOVER

TBC


10 Comments

WONKYU FAMILY : “I LOVE YOU,MOMMY!” (Chapter VIII)

jan

CHAPTER VIII

Kyuhyun meninggalkan Suho setelah mencium kening Suho untuk kedua kalinya. Dia menuju kamarnya sendiri untuk berganti pakaian sebelum kembali bergabung dengan Siwon dan Minho yang masih ada di dapur. Dia sekarang memakai kaos dengan kerah berdiri dan lengan panjang yang dilipat sebagian.

“Kenapa kau ganti baju Baby??” tanya Siwon ketika dia melihat Kyuhyun dengan baju yang berbeda berjalan menuju ke arahnya.

“Tidak apa-apa…Aku hanya tidak enak dengan putra kita….” jawab Kyuhyun santai.

“Telat Mom!!! Aku dan Suho hyung sudah melihat semuanya!” Minho menimpali.

“Paling tidak kalian tidak melihatnya terlalu lama kan!” Kyuhyun jawab tidak mau kalah sambil memukul pantat Minho ringan. Sedangkan Siwon berpikir lain, dia yakin kalau Kyuhyun mengganti bajunya karena Suho.

“Sudah selesai kuenya???” tanya Kyuhyun mengalihkan topik, Kyuhyun merasa Siwonnya tidak senang akan sikapnya.

“Taraaaaaaaaaaaa….” Minho dengan ekspresi bahagia dan bangganya menyodorkan kue-kue yang dia buat di depan wajah Kyuhyun.

“Wow!!! Looks yummyyyyy!!!” puji Kyuhyun.

“Ayo kita santap Mom!” Minho meraih tangan Mommynya dan menyeretnya untuk menuju meja makan bersamanya.

“Daddy tidak boleh mencicipi kuenya???” tanya Siwon mencoba berbaur dengan BabyKyu dan putranya.

“Hmmmm…Daddy kan tidak ikut membuatnya….”

“Ta-tapi Dad…” Siwon menghentikan ucapannya begitu merasakan pelukan hangat dari Kyuhyun. Yah, Kyuhyun berjalan mendekatinya begitu Minho melepaskan genggaman tangannya, Kyuhyun memeluk dengan penuh cinta.

“Kau akan jadi yang pertama yang makan kue itu Wonnie…” kata Kyuhyun yang kemudian mengecup singkat bibir joker suaminya. Siwon memeluknya dengan erat dan menghirup aroma rambut Kyuhyun. Perhatian Kyuhyun yang seperti itulah yang selalu dia inginkan.

“Ya!! Mommy!! Daddy!! Hentikan bermesraannya!! Masih pagi woooooyyy!!!” protes Minho yang disuguhi adegan romatis orang tuanya.

“Baby Minho iri kaaaan tidak bisa memeluk Mommy seperti ini,eoh??Dan ini sudah menjelang siang, bukanlagi pagi!!” Siwon malah menggoda putranya dan Kyuhyun pun semakin menyamankan dirinya di dada Siwon.

“Aish!!! Lebih baik aku memanggil Suho hyung untuk makan kue ini sama-sama!!!” kata Minho frustasi dan melangkahkan kakinya menuju kamarnya dan kamar Suho. Siwon hanya tersenyum melihat tingkah Minho. Dia kemudian mencium puncak kepala Kyuhyun.

“Ayo kita potong kuenya….” Kyuhyun mulai melepaskan pelukan Siwon.

“Not want!!! Biarkan seperti ini Baby….” Siwon masih enggan melepaskan pelukannya.

“Wonniiiiiiiiiiie…Kita masih punya banyak waktu berdua nanti malam….” kata Kyuhyun sambil mengerlingkan sebelah matanya.

“BabyKyu mulai nakal!!!” Siwon berkata sambil menggigit telinga Kyuhyun.

“nnnnnnnnh…Wonnie!!! Jangan disini….” Siwon tidak memperdulikan kata-kata Kyuhyun, dia terus mengulum telinga Kyuhyun.

“mmmhhnnnnh…Wo-Wonniiiiiiiiiieh….” Kyuhyun tidak bisa menahan desahannya ketika lidah Siwon mulai bermain di belakang telinganya.

“Aish!!! Kalian!!! Hentikaaaan!!!” Minho mau tidak mau berteriak melihat Siwon yang sedang menikmati kegiatannya menghisap telinga Kyuhyun dan Kyuhyun yang bergerak tidak nyaman dalam dekapan Siwon. Mendengar teriakan itu, Kyuhyun langsung melepas paksa pelukan Siwon. Hatinya berharap semoga Suho tidak melihatnya.

“Hmmmmm…Dasar!!!Baby Minho selalu saja mengganggu Daddy dan Mommy!” Siwon menggerutu.

“Bukannya Minho mengganggu, tapi kalian bermesraan tidak pada tempatnya!” balas Minho tidak mau kalah.

“Sudahlah….Kalian ini selalu saja berdebat.” kata Kyuhyun yang berjalan mendekat ke arah Minho.

“Maafkan Mommy, ne….” kata Kyuhyun sambil melingkarkan lengannya ke leher Minho yang sudah duduk nyaman di kursi makan.

“Minho yakin itu semua ulah Daddy…” kata Minho sambil melayangkan smirknya ke arah Siwon dan kedua tangannya mengusuk lengan Kyuhyun yang menggelayut indah di lehernya.

“Walaupun itu ulah Daddy tapi Mommy suka!” bela Siwon.

“Sudah sudah…” Kyuhyun mengecup puncak kepala Minho, kemudian mengambil tempat di sebelah Minho, menghadap Siwon.

“Oh iya…Baby Suho tidak mau mencicipi kuenya??” tanya Kyuhyun ke Minho.

“Sebentar lagi turun katanya. Dia baru selesai mandi Mom.” jawab Minho dengan tangan yang mulai memotong kue menjadi kecil-kecil dan memasukkan dengan indah ke mulutnya.

“Oh…” Kyuhyun pun tidak memberi komentar lagi, dia sendiri juga mulai fokus dengan kue yang ada di meja, memotongnya untuk diberikan kepada Siwon.

“Thank you my Baby….” kata Siwon sambil menerima kue yang disodorkan Kyuhyun.

“Hmmmm…mulai lagi!” Minho menyindir.

“ssssst….Sudah makan saja Baby Minho.”

“Aaaaa….” Minho mengarahkan sendoknya ke mulut Kyuhyun.

“Baby…Mommy bisa makan sendiri. Itu kan potongan kue untuk kamu.”

“Mommy juga harus makan dari milik Minho! Tidak ada bantahan! aaaaaa….” Minho mulai berlagak seperti Siwon. Kyuhyun pun akhirnya membuka mulutnya dan menerima suapan dari Minho.

“Tsk! Siapa sekarang yang bermesraan???” Siwon membalas Minho.

“Daddy!!!Tiap pagi sampai menjelang malam, Mommy menjadi milikku dan Suho hyung!!”

“Aturan dari mana itu???” protes Siwon.

“Aturan selama Daddy di rumah! Daddy kan menguasai Mommy malam harinya! Dan selalu saja membuat Mommy telat bangun!” Minho mulai berdebat lagi dengan Daddynya.

“Oh Baby Suho… Kemarilah….” kalimat Kyuhyun membuat Minho dan Siwon menghentikan perdebatannya sejenak dan menoleh ke suara langkah kaki. Suho tersenyum melihat Mommynya yang sudah berpakaian tertutup. Dia berjalan menuju Kyuhyun, memberikan backhug sejenak.

“Sudah tidak lelah lagi Baby???” tanya Kyuhyun sambil menggenggam salah satu tangan Suho.

“Nggak Mom….Gomawo atas minumannya…” jawab Suho singkat dan langsung duduk di sebelah Kyuhyun. Kyuhyun mulai mengambilkan kue untuk Suho, sedangkan Siwon hanya bisa menyaksikan bagaimana ekspresi bahagia Suho yang mendapat perhatian dari Kyuhyun.

“Mom…Jangan banyak-banyak kue untuk Suho hyung!” Minho tiba-tiba menghentikan tangan Kyuhyun yang hendak menaruh beberapa potong kue lagi ke piring Suho.

“Aish…Putra Daddy yang satu ini pelit sekali!” kata Siwon sambil mencubit tangan Minho dan menjauhkannya dari tangan Kyuhyun.

“Ouch!!! Daddy!!!”

“Sudah…Sudah! Kalian ini suka sekali bertengkar!” Kyuhyun lagi-lagi harus bersuara untuk menghentikan tingkah konyol Daddy and Son.

Tanpa sadar, akhirnya keluarga Choi mampu hidup dalam ketenangan untuk sementara sambil menikmati kue dan minuman yang tersaji di atas meja.

“Oh iya Baby Suho….Kalau boleh tahu, kau mau melanjutkan study dimana??” tanya Siwon tiba-tiba. Mata Suho membulat mendengar pertanyaan Siwon. Kyuhyun juga menghentikan makannya dan mulai mengedarkan pandangannya ke arah Siwon.

“A-aku belum memikirkannya Dad….” jawab Suho sambil kepala menunduk.

“Baby Suho ingin ambil jurusan apa??” tanya Kyuhyun lembut.

“Aku ingin belajar tentang sastra Mom…” jawab Suho yang kali ini menatap Kyuhyun.

“Wow….Baby Suho ingin menjadi penulis…” Kyuhyun berkata semangat sambil mengusuk punggung Suho. Suho hanya tersenyum.

“Bukan menjadi penulis Mom, tapi hyung hanya ingin jago menggombal!” celetuk Minho.

“Tsk! Aku tidak sama denganmu Minho-ah!” Suho membela diri.

“Minho!!!” Kyuhyun mencubit pipi Minho yang memang terlihat agak gembul.

“Kalau begitu kau harus ke Inha University….” Siwon berkata dengan nada yang terdengar tegas.

“A-apa???” Suho dibuat terkejut untuk kedua kalinya.

“Inha University kan salah satu universitas terbaik di Korea, jurusan sastranya juga sangat bagus disana.”

“Wonnie…kenapa tidak Universitas Korea atau Seoul University???” tanya Kyuhyun yang juga kaget dengan pilihan Siwon.

“Daddy pasti bilang untuk tradisi!” lagi-lagi Minho nyeletuk.

“Wow! Baby Minho bisa membaca pikiran Daddy!” Siwon menaikkan tangan kirinya untuk ber’high-5 dengan Minho.Minho tersenyum dan memberikan reaksi ke tangan Daddynya. Mereka memang sering berdebat, tapi mereka sangat dekat dan kompak.

“Da-Daddy….Aku rasa Inha University terlalu jauh.” Suho mencoba menolak dengan halus permintaan Siwon.

“Iya Wonnie….Lebih baik kuliah di Seoul saja biar dekat dengan kita.” Kyuhyun membantu Suho.

“Baby…Ini tidak hanya tentang belajar akademik, tapi belajar mandiri juga. Ayolah…Dia kan akan menjadi seorang pria.” Siwon terus mempertahankan keputusannya.

“hmmmmm….Tapi anak-anak kan belum pernah tinggal jauh dari kita, Wonnie…”

“Karena itu mereka harus belajar.”

“Apa jurusan olahraga disana juga bagus???” Minho semangat bertanya.

“Semua jurusan disana berkualitas bagus Baby Minho!” Siwon berkata dengan bangga.

“Daddy jangan subjektif dong! Mentang-mentang lulusan Inha, semua yang ada di Inha dibilang bagus!” Minho tidak pernah tidak protes.

“Memangnya Baby Minho mau kuliah dimana???” tanya Siwon. Sedangkan Suho hanya menatap malas sisa kue yang masih ada di piringnya. Kyuhyun tidak tega melihat Suho, namun Kyuhyun juga tidak bisa berbuat apa-apa karena sekali Siwon memutuskan, susah untuk diubah dan Kyuhyun juga tidak mau membantah keputusan suaminya.

“mmmmmm….” Minho berpikir sejenak.

“Daddy setuju saja asal tidak di Seoul!” Siwon langsung berkata dengan tegas.

“Putra-putra Daddy harus hidup mandiri di luar Seoul!” sekali lagi Siown berkata dengan penuh ketegasan.

“Tapi tidak ada yang akan menjaga Mommy, Dad.” Suho mulai berani buka suara.

“Daddy akan selalu bersama Mommy!” Siwon berkata sambul menatap Suho.

“Pekerjaan Daddy???” Minho lanjut bertanya.

“Dalam waktu dekat akan selesai, dan Daddy akan berhenti dari dunia entertainment. Daddy akan membuka beberapa usaha.” hati Suho semakin berdenyut, ternyata apa yang dikatakan Daddynya ketika di rumah Yunho memang benar.

“Memangnya berapa lama lagi Daddy selesai syuting??” Minho terus bertanya.

“Paling lama 2 bulan!”

“Ya!!! Itu masih lama Daddy!”

“Tapi kan tidak tiap hari Baby Minho. Kalaupun syuting berjalan lancar, satu bulan juga sudah selesai.”

“Baby Suho belajar ne….” Kyuhyun mencoba menyemangati Suho. Namun Suho enggan menanggapinya.

“Kapan ujian akhir sekolahnya?” tanya Siwon lagi kepada Suho.

“2 bulan lagi Dad….”

“Daddy yakin kau bisa masuk ke Inha dengan mudah Baby Suho…” Siwon melanjutkan kata-katanya sambil terus menyendokkan kue ke mulutnya.

“Yang terpenting untuk saat ini, Baby Suho lulus sekolah dulu. Untuk masalah kuliah, kita bicarakan lagi setelah Baby Suho mendapatkan surat kelulusan, ne….” Kyuhyun tak henti-hentinya membuat Suho tenang karena Kyuhyun sudah merasakan bahwa putra sulungnya itu kecewa dengan keputusan Siwon. Namun dia tidak mau membantah Siwon di depan putra-putranya, dia sudah berencana untuk membicarakan masalah kuliah lagi nanti di kamar mereka.

“Inha University sangat cocok untuk Baby Suho!” Siwon mengulangi ketegasannya. Kyuhyun semakin merasa kasihan dengan Suho. Dia hanya berdoa semoga Siwon nantinya mau mendengar keinginan Suho.

“……………………..” Suho tidak mengucapkan sepatah kata pun, dia hanya menganggukkan kepalanya untuk menghormati keputusan kedua orang tuanya.

Mereka melanjutkan makan kue dalam diam. Rasa khawatir menghinggapi hati Kyuhyun. Siwon memandang BabyKyunya dan Suho bergantian. Sebenarnya dia tidak ingin menyakiti Kyuhyun maupun Suho, namun dia harus melakukannya. Dia hanya ingin mengurangi kedekatan yang berlebihan antara Suho dan Kyuhyun yang membuat dirinya merasa sangat khawatir. Biarlah dia menjadi kejam asalkan tidak ada kesalahan dalam kehidupan keluarganya yang sudah dianggapnya sempurna.

“Mommy….Suho ke kamar dulu….” kata Suho yang hanya pamit kepada Kyuhyun.

“Ne Baby….istirahatlah….Apa Baby Suho ingin kuenya dibawa ke kamar?” tanya Kyuhyun.

“Tidak perlu Mom…Aku hanya ingin membaca-baca saja di kamar….” Suho menjawab sambil meraih tangan Kyuhyun dan menggenggamnya sejenak dengan lembut.

“Baiklah….” Kyuhyun bergerak untuk bisa melihat Suho, kemudian dia mengecup keningnya. Suho hanya bisa tersenyum. Suho pun berdiri meninggalkan meja makan menuju kamarnya.

“Mommy!” Minho memanggil Kyuhyun dan menghadapkan tubuhnya ke Kyuhyun. Jari telunjuknya menunjuk-nunjuk keningnya sendiri.

“Eoh???” Kyuhyun bingung dengan kelakuan Minho.

“………………………….” tidak ada jawaban dari Minho, dia masih terus menunjuk-nunjuk keningnya.

“Baby Minho! Kenapa dengan keningmu??” tanya Siwon yang juga heran dengan tingkah Minho. Namun Minho tetap tutup mulut. Siwon bangkit dari tempat duduknya, berjalan ke arah Minho. Dengan sigap Siwon memeluk Minho dari belakang.

“Ya! Daddy mau apa???” Minho berteriak. Kyuhyun tertawa melihat tingkah konyol suami dan putranya itu.

“Memeriksa keningmu Baby Minho!”

“Aaaaa….Andwaeeeee!!! Aku cuma mau Mommy mengecup keningku seperti dia mengecup Suho hyung!” Minho memberontak. Kyuhyun semakin tertawa.

“Mommy sudah memberikan kecupan untuk hyungmu, dan kecupan untuk Baby Minho harus Daddy yang melakukan!” Siwon semakin menggoda Minho.

“Andwaeeeeeeee!!! Mooooom!!!” Minho berteriak-teriak seperti biasanya. Kyuhyun hanya menutup mulutnya untuk mengontrol gelak tawanya dan Siwon memgang kepala Minho dengan erat sampai dia berhasil mendaratkan ciuman di kening Minho. Siwon pun kemudian melepaskan tangannya dari kepala Minho sambil tertawa melihat ekspresi Minho yang mempoutkan bibirnya. Kyuhyun pun akhirnya mendekati Minho dan memeluk putranya, memberikan ciuman di pipi Minho.

“Aish!!! Mommy!!! Ini semua salah Mommy!”

“Mianhae Baby Minho….” Kyuhyun mengusuk kepala Minho dan Minho pun menyamankan kepalanya di dada Kyuhyun.

“Come on babies….Ayo bereskan mejanya!” Siwon berseru karena tidak tahan melihat lovey-dovey Babykyu nya dengan putranya sendiri.

“Daddy yang seharusnya membereskan meja! Aku dan Mommy kan sudah membuat kuenya….” Minho menentang Siwon sambil tetap dengan posisi dalam pelukan Kyuhyun.

“Aish! Dasar kau!” Siwon memukul ringan kepala Minho yang disambung dengan mengambil piring-piring kotor yang ada di meja.

“Mommyyyyy!!!” Minho berteriak manja.

“Jangan terlalu manja Baby Minho….Baby temani hyung ya, Mommy bantu Daddy cuci perabotan dulu.” Kyuhyun melepaskan pelukan Minho dan mengakhirinya dengan mengecup sekilas kening Minho.

“Sebentar lagi aku harus latihan basket Mom….”

“Hmmmmm….”

“Mooom….Aku akan berada di rumah sebelum makan malam….” Minho sangat tahu bagaimana membuat Mommynya menyerah. Bukannya Kyuhyun tidak suka ketika Minho menyibukkan diri dengan kegiatan basketnya, Kyuhyun hanya ingin keluarganya berkumpul di hari libur, apalagi Siwon juga di rumah.

“Tidak bisa kalau tidak datang???” tanya Siwon.

“Satu bulan lagi ada kejuaraan tingkat nasional Dad….”

“Baiklah…baiklah…Tapi ingat! Baby Minho harus istirahat kalau sudah merasa capek. Jangan sampai cedera…” Kyuhyun mengingatkan.

“Siap Mommyku tercintaaaa! muuuuuuuuuuuuach….” Minho mencium pipi gembul Mommynya sebelum pergi menuju kamarnya dan bersiap-siap.

“Aish!!! Baby Minho!!!” teriak Siwon yang berjalan dari arah dapur untuk mengambil sisa kue di meja.

“Daddy selalu iri denganku!” kata Minho sambil menjulurkan lidahnya ke arah Siwon untuk mengejeknya. Secepat kilat Minho berlari menuju kamarnya setelah melihat Daddynya melotot.

“Itulah kalau kau terlalu memanjakan mereka Baby….” kata Siwon lirih kepada Kyuhyun. Kyuhyun hanya tersenyum. Jemari indahnya membantu Siwon untuk membereskan meja makan. Setelah meletakkan semuanya di dapur, dia mulai mencuci semuanya dibantu dengan Siwon. Tak butuh waktu lama, pekerjaan itupun terselesaikan dengan baik. Dengan sigap Siwon menggendong Kyuhyun ala bridal style.

“Wonnie!” Kyuhyun benar-benar kaget dengan aksi mendadak Siwon. Namun Kyuhyun segera mengalungkan lengannya ke leher Siwon dan menenggelamkan wajahnya di leher Siwon.

“Kau ini selalu spontan!” Kyuhyun mengecup pipi Siwon setelah menyelesaikan kalimatnya.

“Aku hanya tidak ingin kau kecapek’an Baby….” Siwon mencium pucuk kepala Kyuhyun.

~ ~ ~ ~ ~ ~

            Di sinilah mereka sekarang, duduk dengan santainya di couch yang terletak di luar kamar mereka, menghadap taman. Kyuhyun menyandarkan kepalanya di bahu kokoh Siwon dan Siwon tak pernah menjauhkan tangannya dari pinggang Kyuhyun. Mereka berdua benar-benar ingin menikmati waktu yang berharga ini, waktu yang mungkin tidak akan terjadi lagi dalam waktu dekat.

“Aku akan segera menyelesaikan filmku dan seperti janjiku, aku akan berhenti di dunia entertainment Baby.” Siwon memulai percakapan. Dia meraih tangan Kyuhyun dan mengecup punggung tangannya.

“Wonnie….Kalau kau masih nyaman dengan pekerjaanmu, jangan memaksakan untuk meninggalkannya. Aku tidak apa-apa.”

“Tidak Baby…Selama ini aku merasa telah memberikan beban berat untukmu. Menjaga dua orang anak tidak mudah, apalagi dengan semua pekerjaan rumah.”

“Aku sudah memutuskan untuk menjadi pendamping hidupmu Wonnie. Semuanya ku lakukan bukan sebagai beban tapi karena aku sangat mencintaimu. Hanya kadang-kadang aku sangat mengkhawatirkanmu. Aku selalu berpikir bagaimana kalau kau merasa kesepian, apa kau sudah makan dengan benar. Aku tidak mau kau jatuh sakit karena kelelahan.”

“Kau selalu bisa membuatku merasa nyaman Baby….Maaf kalau selama ini aku tidak becus menjagamu. Aku terlalu sibuk dengan pekerjaanku sendiri….”

“Aku sangat bahagia memiliki putra-putra darimu. Mereka benar-benar menjagaku dengan baik.”

“Kau benar. Mereka membuatku bangga karena mereka tidak mementingkan diri mereka sendiri.” Kyuhyun hanya mengangguk-anggukkan kepalanya menyetujui apa yang dikatakan Siwon.

“Tapi aku merasa bersalah kepada kalian semua….” Siwon melanjutkan.

“Wonnie…Tolong jangan berbicara seperti itu…” Kyuhyun bergerak dan duduk di pangkuan Siwon, memeluk Siwon dengan erat.

“Maafkan aku Baby….” Siwon mengelus punggung Kyuhyun naik turun.

“Kau bekerja keras untuk kita, tidak perlu minta maaf dan tidak ada yang perlu dimaafkan.”

“Apa kau tidak merindukanku ketika aku tidak di rumah???” Siwon menggoda Kyuhyun untuk menghilangkan raut sedihnya.

“Bagaimana bisa kau bertanya seperti itu! Aku selalu merindukanmu ketika kau tidak ada di dekatku!” Kyuhyun berkata sambil mencubit lengan Siwon.

“Ku kira Baby melupakanku ketika aku tidak di rumah karena anak-anak yang selalu menghiburmu….mmmm???” Siwon menyentil hidung Kyuhyun.

“Aku memang bahagia putra-putra kita tidak pernah membuatku kesepian, tapi aku tidak bisa tidak merindukanmu…”

“Bersabarlah untuk 2 bulan ke depan, setelah itu aku tidak akan meninggalkanmu.” Siwon memberikan ciuman singkat di bibir Kyuhyun ketika Kyuhyun mendongakkan kepalanya untuk menatap wajah Siwon, mencari keseriusan dari ucapan Siwon.

“Aku sudah membicarakannya dengan pihak manajemen dan mereka tidak bisa menghalangiku. Aku ingin menghabiskan sisa hidupku untuk dekat dengan putra-putraku dan denganmu yang paling utama.”

“Wonnie….”

“Aku tidak akan meninggalkanmu sendirian lagi di rumah. Aku akan menjagamu seperti sebelumnya. Aku tidak akan lagi membuat ranjang kita terasa terlalu luas untukmu Baby….” Siwon semakin mengeratkan pelukannya terhadap Kyuhyun. Kyuhyun hanya bisa tersenyum penuh bahagia. Tidak bisa dipungkiri, dia begitu merindukan Siwon yang seperti ini, Siwon yang selalu ada buatnya.

“Baby…Kau tidak keberatan kan kalau nantinya harus bekerja denganku???”

“Apapun akan ku lakukan asal bersamamu Wonnie…”

“Glad to hear it…”

“Kau sudah memikirkan pekerjaan baru???” tanya Kyuhyun agak ragu.

“Aku berencana untuk membuka cafe. Aku tahu mungkin tidak langsung memberikan pemasukan yang besar, tapi…”

“It’s okey…It’s okey…Semua diawali dari sesuatu yang kecil. Aku akan bersamamu untuk memulai semuanya…” Kyuhyun mencoba menyemangati Siwonnya.

“Aku bisa menjamin kalau tabunganku tidak akan habis untuk hidup kita, jadi kafe itu hanya untuk membuat tidak bosan saja.”

“Aku tahu Wonnie…Aku tahu…Tabunganku juga masih sangat baik. Anak-anak hanya minta uang kalau mereka membutuhkan sesuatu. Mereka tidak pernah mau kuberi uang untuk jajan.” Kyuhyun tersenyum menatap suaminya.

“Dan mereka selalu bilang uang pemberianmu sudah lebih dari cukup.” Kyuhyun melanjutkan.

“Kau begitu menyayangi mereka….” ucap Siwon lirih.

“Aku bangga kepada mereka. Kau memberikan hadiah terbaik dalam hidupku Wonnie…”

“Mereka juga sangat menyayangimu…”

“Menyayangimu juga…” potong Kyuhyun.

“Maafkan aku harus menjauhkan mereka darimu setelah mereka lulus nanti….”

tok tok tok tok

tok tok tok tok

“Mommy…” terdengar teriakan Minho dari luar kamar.

“hmmmmm….Anak itu!!!” Siwon mulai mendengus dengan kelakuan anaknya sendiri.

“Sssssst….Dia mungkin hanya pamit untuk pergi latihan basket Wonnie….” lagi-lagi Kyuhyun mencoba menenangkan Siwon.

“Aku akan menemuinya….” Kyuhyun beranjak dari pangkuan Siwon.

“Aaack….” Kyuhyun sedikit berteriak karena Siwon menariknya untuk mengecup bibirnya singkat.

“Aish! Wonnie!” Kyuhyun pun berjalan menuju sumber teriakan. Dengan cepat dia membuka pintunya karena dia tidak ingin membuat putranya menunggu lama.

Clek

“Mommyyyy!” Minho masih berteriak girang melihat Mommynya.

“Sudah mau berangkat??”

“Ne….Mommy baik-baik ya di rumah…” kata Minho sok bijak. Siwon yang tiba-tiba datang dan memeluk Kyuhyun dari belakang hanya menimpali.

“Mommy lebih dari baik-baik saja kalau ada Daddy…”

“Yack!!! Daddy!!! Kenapa Daddy tidak pernah melepaskan Mommy walaupun sebentar sih!” protes Minho.

“Bagaimana mungkin Daddy melepaskan hidup Daddy,eoh???”

“Tsk!!! Dasar perayu!!!” lagi-lagi Minho geli dengan tingkah Siwon.

“Hanya untuk Mommy kesayangan Baby Minho kkkkk” Siwon menjawab dengan santainya. Kyuhyun mencoba melepaskan pelukan Siwon, kemudian menangkup kedua pipi Minho dan memberikan ciuman di keningnya sebentar.

“Thanks Mom….Mommy is the best!” Minho bahagia mendapatkan ritual sebelum dia keluar rumah.

“Sini…Daddy juga mau mencium kening Baby Minho….” Siwon paling suka menggoda Minho karena dia tahu pasti Minho lari dari skinshipnya.

“Andwaeeeeeeeeee!!!!” teriak Minho sambil meninggalkan kamar orang tuanya. Kyuhyun hanya tertawa melihat sikap putranya yang selalu mengaku bahwa dirinya sudah dewasa.

“Hati-hati Baby Minhooo….” teriak Kyuhyun akhirnya.

“Ne Mooom!!! I love youuuu!” Minho kembali berteriak sambil melambaikan tangannya.

“I love you too Daddyyyyyyyyyyyy….” Siwon tersenyum melihat jagoannya yang satu itu.

“He’s so you,Wonnie…” kata Kyuhyun sambil menutup pintu kamarnya lagi.

“He’s my son, Baby…” Siwon merengkuh Kyuhyun dalam pelukannya. Mereka berdua seakan tidak bisa terpisah walaupun sebentar. Mereka berdua kembali ke couch, menikmati semilir angin berdua yang menyapu lembut kulit mereka. Kyuhyun dengan posisi nyamannya dalam pangkuan Siwon sangat menikmati bagaimana Siwon melingkarkan kedua lengannya di pinggang Kyuhyun dengan posesif. Kyuhyun menyandarkan kepalanya pada dada bidang Siwon. Posisi mereka memang sangat intim, mencoba memberikan kehangatan satu sama lain, menikmati waktu terbaik yang ada.

“Jadi, kau memang akan mengirim Baby Suho ke Inha University??” tanya Kyuhyun mengulang percakapan yang sempat terputus.

“Maafkan aku,Baby….”

“Kenapa tidak di Seoul saja Wonnie. Jadi dia tidak perlu meninggalkan rumah.”

“Baby….Aku hanya ingin dia belajar hidup mandiri. Dia harus belajar untuk mengurus dirinya sendiri.”

“Baby Suho selalu mengurus dirinya sendiri, dan dia juga masih mengurusku…” kata Kyuhyun dengan nada lembut agar tidak menyinggung perasaan Siwon.

“Dia juga harus belajar untuk jauh darimu Baby….”

“M-maksudmu??” Kyuhyun tidak mengerti dengan arah pembicaraan Siwon.

“Baby….Suho akan menjadi seorang pria. Dia tidak boleh selalu berada di dekatmu…”

“W-won…”

“Dengar Baby….” Siwon menangkupkan kedua tangannya di kedua pipi chubby Kyuhyun.

“Dia harus mencintai orang lain juga, yang nantinya akan menjadi pendamping hidupnya. Kalau dia selalu dekat denganmu, dia tidak akan pernah belajar mencintai orang lain….”

“Ta-tapi….” Kyuhyun mencoba memotong ucapan Siwon tapi Siwon terus melanjutkan kalimatnya.

“Dia sangat mencintaimu Baby, bahkan aku pikir terlalu mencintaimu. Aku tidak pernah melarangnya, bahkan aku sangat berterima kasih dan bersyukur untuk itu. Dengan begitu dia bisa selalu menjagamu ketika aku tidak ada di sisimu. Tapi, aku tidak mau dia menutup hatinya untuk orang lain.”

“Mungkin dia belum menemukan orang yang tepat Wonnie…”

“Dan dia tidak akan pernah menemukan orang yang tepat kalau dia hanya mencintaimu Baby. Kalau tiap hari dia habiskan waktunya di rumah bersamamu, kapan dia akan menemukan orang yang tepat???Dia juga tidak pernah mengikuti kegiatan sekolah selain pelajaran wajib. Hanya ada dirimu di dalam hidupnya.

“Kau salah Wonnie….Dia juga mencintai dongsaengnya, mencintaimu…”

“Tapi tidak sebesar cintanya untukmu….” Siwon akhirnya mendebat.

“………………………………”

“Baby…Aku tahu ini pasti berat untuk Baby Suho dan untukmu juga, tapi ini demi kebaikan dia. Dia harus belajar memiliki kehidupan sendiri dan mulai berinteraksi dengan orang luar, bukan hanya dirimu dan Minho….” Kyuhyun masih diam, dia tidak tahu apa yang harus dikatakan. Dia tidak menyalahkan Siwon akan alasannya karena apa yang dikatakan Siwon juga benar. Namun, di sisi hatinya yang lain, dia tidak tega melihat Suhonya hidup sendiri karena memang Suho tidak pernah merasa dekat dengan siapapun kecuali dirinya dan Minho.

“Baby….Kau tidak marah kan dengan keputusanku??”

“……………………………………”

“Baby Suho kan masih bisa menghabiskan waktunya dengan kita tiap akhir pekan.” Kyuhyun pun menggenggan tangan Siwon yang ada di pipinya. Dia menganggukkan kepala sebagai tanda bahwa dia setuju akan keputusan Siwon. Ya, Kyuhyun akhirnya menyerah untuk berdebat. Terlalu besar cintanya untuk Siwon sehingga dia tidak mampu untuk membuat Siwon merasa kecewa akan sikapnya.

“Aku tahu kau hanya ingin yang terbaik untuk kita dan putra-putra kita….” Kyuhyun tersenyum lembut agar Siwon tidak merasa khawatir.

“Tapi…bolehkan aku mengunjungi dia???” tanya Kyuhyun sambil memainkan kaos Siwon dengan wajah yang menggemaskan.

“Asalkan tidak setiap hari,hmmmm….” Siwon menggoda Kyuhyun sambil mencubit pipinya.

“Mana mungkin aku harus bolak-balik ke Incheon tiap hari Wonnie!” Kyuhyun memukul dada Siwon. Mereka tersenyum satu sama lain. Siwon tidak bisa tidak memeluk Kyuhyunnya. Dan Kyuhyun hanya menikmati apapun yang dilakukan Siwon kepadanya.

“I love you Baby…”

“I love you too Wonnie….So so much…”

Sesuatu untuk kebaikan memang tidak selalu mudah untuk dijalankan.Namun tidak ada salahnya untuk dicoba dilakukan. Cinta yang tulus akan selalu membimbing hati seseorang untuk menuju kebaikan walaupun dalam perjalanannya mungkin juga akan menyakiti cinta yang lain. Tetapi, cinta tidak bisa dikatakan cinta jika itu tidak memberikan kebahagiaan kepada siapapun.

 

BY: GAEMGYULOVER

TBC

 Helooooooooooooooooowww….

Akhirnyaaaa bisa update kkkkkk

Adakah yang masih menunggu update’an fic ini :-p????

I was just toooo excited to write and update my other stories kkkkk, but my mood is back for this story,that’s why I updated it kkkkkk

As usual, thanks a lot to all readers who spend their time to read and to put comment on this story J

ThanKYUUUUUUUUU ^___^


8 Comments

HAEKYU WONKYU FANFICTION:”DON’T LET ME GO!” (chapter III)

huhu7-horz

Handphone Kyuhyun berdering. Dengan mata yang masih terpejam, dia berusaha menemukan ponselnya. Ketika otaknya tersadar dari ketidak-adaan Donghae, dia segera membuka mata dan melihat nama yang tertera di ponsel, dia sangat berharap bahwa itu Donghae.

“Yeoboseyo Kyuhyun-ssi….”

“hmmmmm….Ne…. Ada yang bisa saya bantu?” Kyuhyun mendengus ketika dia sadar bahwa yang menelponnya ternyata Siwon.

“Sepertinya Kyuhyun-ssi sedang dalam mood yang buruk….” kata Siwon menebak.

“Hanya lelah…Ada sesuatu yang penting, Siwon-ssi???”

“Oh tidak ada…Hanya ingin mengajakmu makan malam kalau kamu tidak keberatan….”

“M-ma….”

“Ya sambil membahas beberapa dokumen yang tidak kumengerti…” potong Siwon secepatnya begitu dia merasa Kyuhyun akan menolak.

“Baiklah….Kita bertemu dimana??” tanya Kyuhyun malas.

“Bagaimana kalau aku jemput di rumahmu???” tanya Siwon balik dengan semangat.

“J-jangan….Ini saya juga mau keluar dari rumah….” Kyuhyun tidak mungkin membiarkan Siwon untuk datang ke rumahnya. Di surat lamaran kerjanya dulu pun dia menulis alamat rumah orang tuanya.

“Oh baiklah…Kalau begitu bagaimana kalau kita makan malam di Sparkling Restaurant??”

“Oh baiklah…Saya segera  menuju ke sana….”

“Aku juga akan segera ke sana, Kyuhyun-ssi…”

“Baiklah…sampai ketemu….” Kyuhyun langsung menutup telponnya dan langsung melempar hp nya ke sofa. Berbeda dengan Siwon, dia tersenyum bahagia karena bisa makan malam dengan Kyuhyun, hanya berdua, walaupun pekerjaan sebagai alasannya.

Kyuhyun dengan langkah gontai menuju kamar mandi, mencoba membuat dirinya segar di bawah guyuran air shower. Namun sekeras apapun dia mencoba merelax-kan pikirannya, hasilnya nihil. Hatinya begitu merindukan Donghae, otaknya terus berpikir dimana dia bisa menemukan cintanya.

“Fishy…Apa kau tidak merindukanku??” dia bergumam di bawah guyuran air. Matanya terasa panas walaupun segarnya air terus menemani kulitnya. Dia lelah, hatinya lelah…Kedua matanya mulai berair. Namun dia tidak boleh menangis. Dia tidak mau terlihat kacau di depan seorang Choi Siwon.

Kyuhyun melangkahkan kakinya keluar rumah. Kemeja putih menempel indah membalut kulitnya yang dipadu dengan jeans biru. Adorable, itulah kata yang cocok untuk menggambarkan dirinya saat ini. Secepatnya dia mencari taxi untuk membawa dirinya ke Sparkling Restaurant. Setelah memantapkan dirinya duduk di belakang supir taxi, Kyuhyun langsung membuka mulutnya,meminta supir taxi membawanya ke Sparkling Restaurant. Dengan segera, taxi melesat ke alamat yang diinginkan. Kyuhyun membuka kaca taxi, kedua matanya mulai bekerja untuk mencari sosok yang dia rindukan. Dia berdoa dalam hatinya semoga dia menemukan cintanya di sepanjang jalan yang dia lewati. Namun,lagi-lagi hasilnya nol besar. Dia hanya bisa mendengus karena tidak menemukan apa yang dia cari.

“Tuan…Kita sudah sampai di restoran yang anda inginkan…” suara supir taxi membuyarkan lamunan Kyuhyun.

“Ah ne…terima kasih….” Kyuhyun keluar dari taxi setelah membayar. Tanpa melihat kanan kiri lagi, Kyuhyun langsung menuju pintu masuk restoran. Betapa terkejutnya dia ketika melihat Siwon yang sudah menunggunya di meja paling ujung dengan mata fokus ke pintu masuk. Siwon tersenyum melihat Kyuhyun yang sudah berjalan menuju arahnya. Siwon segera berdiri untuk menyambut Kyuhyun. Berlebihan memang, tapi itu semua di luar kesadaran Siwon. Dia menarik kursi yang brhadapan dengan kursinya untuk Kyuhyun.

“Maaf Siwon-ssi…Saya terlambat….” Kyuhyun membungkukkan tubuhnya untuk memberi salam ke atasannya itu.

“Oh tidak…kau tidak terlambat kok…Aku yang terlalu semangat untuk datang…” Siwon berkata sambil tersenyum. Siwon mempersilakan Kyuhyun untuk duduk. Tidak lama kemudian, seorang waiter mendatangi mereka. Mereka berdua menerima buku menu tapi Kyuhyun hanya menatap malas dan hanya membolak-balik halamannya.

“Kau mau memesan apa Kyuhyun-ssi??” Kyuhyun agak terkejut dengan pertanyaan Siwon karena dia sendiri juga tidak tahu apa yang dia inginkan.

“Saya bingung Siwon-ssi….” jawab Kyuhyun akhirnya sambil memainkan bibirnya seperti anak kecil.

“Saya order yang sama dengan Siwon-ssi saja heheee…” Siwon lagi-lagi tersenyum mendengar kata-kata Kyuhyun.

“Baiklah kalau begitu… La sagna 2 porsi, La bouillabaise 2 porsi dan 2 botol Chateau Margaux…. ah…Air mineral jg ya, 2 botol…” Siwon dengan tenang menyampaikan apa yang ingin dia makan, Kyuhyun hanya membelalakkan matanya mendengar apa yang diorder Siwon.

“Kenapa Kyuhyun-ssi???”

“A-ani…hanya saja, 2 botol red wine apa tidak terlalu banyak???”

“Kalau terlalu banyak, boleh dibawa pulang kan…” jawab Siwon santai.

Tidak lama kemudian, waiter datang dengan semua pesanan yang disebutkan oleh Siwon. Mereka pun menikmati hidangan yang tersaji di meja. Awalnya tidak terdengar suara, baik dari Siwon maupun Kyuhyun, yang terdengar hanyalah denting sendok dan garpu yang menyapu makanan di atas piring. Siwon sebenarnya ingin ngobrol sambil makan, tapi melihat ekspresi Kyuhyun yang entah kenapa seperti tidak bersamanya membuat Siwon mengurungkan niatnya dan hanya sesekali melirik ke arah Kyuhyun.

“Mau minum anggurnya, Kyuhyun-ssi???” Siwon mencoba membuyarkan lamunan Kyuhyun.

“Oh yes…Thank you Siwon-ssi….” jawab Kyuhyun singkat.

“Oh iya….Ada hal yang bisa saya bantu Siwon-ssi??Maaf saya terlalu fokus makan heheheee”

“Tidak apa-apa…Aku hanya ingin mendengar cerita apapun tentang rekan bisnis abeoji dan proyek-proyek yang harus aku pelajari, tapi kau bisa menjelaskan di kantor saja. Lagipula memang tidak pantas makan malam membahas masalah kerja. Maafkan aku Kyuhyun-ssi….”

“Tidak perlu sungkan Siwon-ssi. Saya malah berterima kasih atas makan malamnya.”

Keduanya akhirnya berbincang-bincang sambil menikmati red winenya. Kyuhyun mencoba untuk menanggapi apapun yang diceritakan Siwon. Seteguk demi seteguk red wine mengalir di tenggorokannya. Siwon terus berbincang sambil menikmati keindahan wajah yang ada di depannya. Wajah Kyuhyun semakin memerah. Siwon sangat tahu bahwa Kyuhyun sudah mulai mabuk. Namun Siwon tak ingin menghentikannya karena dia takut begitu Siwon menghentikannya, Kyuhyun akan minta pulang dan dia harus menunggu esok harinya untuk melihat dia lagi. Malam semakin larut, wajah Kyuhyun juga semakin memerah, kata-kata yang Kyuhyun ucapkan juga semakin tidak jelas dan lebih disebut gumaman sampai Siwon pun tidak mengerti apa yang diucapkan Kyuhyun. Tapi Siwon masih tetap menatapnya sambil memainkan gelas anggur yang ada di genggamannya.

“Kau sangat manis, Kyuhyunnie…” gumam Siwon sambil membelai pipi Kyuhyun yang berada di depannya.

“heeheeee….Aku selalu mendengarnya setiap hari….” balas Kyuhyun yang sudah benar-benar mabuk.

“Setiap hari???”

“Hu’uh….Aku senang mendengarnya…tapi hari ini aku tidak mendengarnya….” Kyuhyun mulai meracau sambil mempoutkan bibirnya.

“Tapi hari ini kau mendengarnya dariku….”

“Tapi tidak sama rasanya….” Kyuhyun menopangkan dagunya di tangan yang terletak di atas meja, satu tangannya membelai gelas wine di depannya.

“Kau terlalu mabuk, Kyuhyunnie….”

“………………………………..”

“Lebih baik kita pulang Kyu….” Siwon mulai merasa iba melihat wajah Kyuhyun yang semakin memerah. Bagaimanapun ini adalah kesalahan dia yang memesan wine dua botol dan membiarkan Kyuhyun menghabiskannya.

“Aku merindukanmu…..” Kyuhyun berkata dengan lirih. Namun telinga Siwon masih bisa menangkap kata-kata yang terucap dari bibir Kyuhyun. Kakinya seolah-olah membeku. Hatinya berkecamuk dan bertanya-tanya “apa benar Kyuhyun merindukannya???”.

“A-apa yang kau katakan Kyuhyunnie???”

“Aku merindukanmu…..” Kyuhyun kali ini berucap sambil memejamkan matanya, entah karena terlalu kuatnya pengaruh alkohol atau dia hanya ingin bertemu kekasihnya dalam bayangan ketika dia menutup mata. Siwon tersenyum, jantungnya tak berhenti berdebar.

“Fishy….”

DEG…. Sebuah nama yang terucap dari bibir Kyuhyun membuat Siwon menautkan kedua alisnya. Tatapannya berubah tajam. Tubuhnya mendadak terasa panas.

“Siapa yang kau maksud Baby?????” tanyanya dengan tatapan tajam. Tapi Kyuhyun yang sudah kehilangan kesadarannya tidak menjawab apapun. Dia masih memejamkan matanya.

“A-apa yang kau maksud itu Donghae????” dia samar-samar mengingat nama itu. Ya, Kyuhyun mengucapkan nama itu ketika Donghae menemuinya di depan kantor mereka.

“…………………………………….” tetap tidak ada jawaban dari Kyuhyun. Dan sudah jelas sekali kalau Kyuhyun benar-benar mabuk dan tidak sadar.

“Hmmmm….Aku harus mencari tahu apa sebenarnya hubunganmu dengannya!! Kalau dia hanya teman, kenapa kau seperti ini!!! Dari tadi tatapan matamu juga kosong…” Siwon merasa sangat sakit. Orang yang diinginkan hatinya ternyata merindukan orang lain.

Siwon memanggil waiter dan membereskan bill yang harus dia bayar. Setelah itu, dengan perlahan dan penuh kelembutan, dia mengangkat Kyuhyun dari tempat duduknya, membopongnya  menuju mobil. Ingin sekali dia menggendong Kyuhyun tapi dia tidak ingin mendapatkan tatapan aneh dari orang-orang yang ada di restoran.

Di mobil, Siwon merasa bingung, apakah dia harus mengantar Kyuhyun ke rumahnya atau harus membawa Kyuhyun ke rumahnya. Tapi dalam hitungan detik dia mencoba menemukan dompet Kyuhyun di saku belakang celananya. Dia sadar bahwa dia tidak bisa membawa ke rumahnya karena abeoji nya pasti bertanya yang macam-macam, sedangkan dia sangat tidak berminat menjawab puluhan pertanyaan dari keluarganya. Hatinya masih sangat sesak dan masih penasaran dengan status hubungan Kyuhyun.

“I got it!” Siwon bermonolog. Dia melihat dengan teliti alamat yang tertera di ID Kyuhyun.

“Tidak terlalu jauh dari sini juga….” Siwon kembali berbicara sendiri. Siwon memandangi Kyuhyun, menyentuh pipi gembulnya, menyibak sedikit rambut yang menutupi keningnya. Siwon menahan diri untuk tidak menyentuhnya, namun pertahanannya gagal. Dia mendekatkan bibirnya ke bibir Kyuhyun. Menikmati aroma wine yang masih melekat di bibir ranum Kyuhyun. Siwon meyakinkan dirinya untuk hanya menempelkan bibirnya saja. Namun, kelembutan bibir Kyuhyun membuatnya lagi-lagi tidak bisa menahan diri. Dia mulai menggerakkan bibirnya di bibir Kyuhyun, menyesap bibir plum itu. Siwon benar-benar menikmatinya. Dia terus menggerakkan bibirnya, menyesap dan menyesap.

“nnnnnnh Baby…..” satu desahan keluar dari mulut Siwon sendiri padahal Kyuhyun masih tidak berkutik dari alam mimpinya. Beberapa menit berlalu, Siwon sebenarnya enggan untuk melepas tautan bibirnya dari bibir Kyuhyun, tapi dia menyadari kalau Kyuhyun masih butuh untuk bernafas, begitu juga dirinya.

“Fishy…..” satu gumaman lepas dari bibir Kyuhyun begitu bibir Siwon terlepas.

“…………………………….” Wajah Siwon memerah, emosi mulai menguasainya lagi. Dia mengepalkan tangannya. Cemburu adalah satu-satunya kata yang tepat untuk menjelaskan apa yang dirasakan Siwon saat ini.

“Come back home Fishy…..” kali ini racauan Kyuhyun lebih panjang. Dan betapa kaget Siwon melihat airmata yang tiba-tiba mengalir dari sudut kedua mata Kyuhyun.

“Sebenarnya apa yang terjadi Babyyyyyyyyyyyy!!!” Siwon berteriak frustasi di dalam mobilnya. Dia sudah tidak bisa lagi merasa tenang. Orang yang membuat jantungnya berdebar tidak normal, yang membuatnya selalu tersenyum tiap kali membayangkan wajahnya, dan yang membuat cinta di hatinya tidak tersisa karena diberikan hanya kepada orang itu, sekarang malah membuat semuanya serasa kabur. Siwon mencengkeram setir mobil. Setelah berhasil menguasai emosinya, dia mulai menyalakan mesin dan melajukan mobilnya menuju tempat tinggal Kyuhyun.

Hanya dalam waktu 20 menit, Siwon sampai di depan rumah Kyuhyun. Rumah kecil dan sederhana, namun keliatan sangat bersih dan taman kecil di depan rumah dengan pagar dari kayunya menambah kesan indah. Siwon mencari kunci di saku Kyuhyun dan sekejap menemukan di saku samping celananya. Siwon segera membuka pintu rumah Kyuhyun. Setelah itu dengan sangat lembut dia mengeluarkan Kyuhyun dari mobil dan kemudian menggendongnya ala bridal style. Siwon menatap Kyuhyun lekat sebelum melangkahkan kedua kakinya menuju kamar yang ada di rumah itu. Dan dia hanya bisa mendengus putus asa.

“Kau benar-benar indah Baby….”

Siwon memilih untuk masuk ke kamar yang pintunya agak sedikit terbuka. Dia meletakkan Kyuhyun di ranjang dengan sprei warna baby blue yang terlihat begitu lembut. Tangan Siwon terulur untuk menyibak poni Kyuhyun,membelai kedua pipinya kemudian mengecup kening Kyuhyun.

“Aku menunggumu Baby….Aku akan selalu menunggumu untuk menjadi milikku….” Siwon terus bermonolog. Jari-jarinya mulai menelusuri kulit wajah Kyuhyun, membelainya lembut dan akhirnya gerakan itu terhenti di bibir plum Kyuhyun. Dia berusaha untuk tidak menciumnya lagi, tapi kelembutan yang terasa di jari-jarinya membuat egonya mulai berteriak untuk meminta bibirnya mencicipi lagi rasa yang tersaji di bibir plum itu. Dengan perlahan Siwon pun mulai menyentuhkan bibir jokernya ke bibir Kyuhyun, hanya menempel pada awalnya seperti yang dia lakukan di mobilnya, namun, sekali lagi, kelembutan bibir Kyuhyun membuat dia tanpa sadar menggerakkan bibirnya di atas bibir Kyuhyun,gerakan itu semakin lama menjadi sebuah gerakan yang menuntut untuk mendapatkan sebuah reaksi. Siwon, di luar batas kesadarannya, mulai menyesap kembali segala rasa yang ada di bibir Kyuhyun, menggigit-gigit ringan  dengan jemarinya yang terus menari di kedua pipi Kyuhyun.

“Babyyyyy….nnnnnnnnnnhhh…….” Siwon mendesah sendiri di sela-sela kegiatannya menikmati bibir Kyuhyun, namun Kyuhyun tetap setia bertahan di alam bawah sadarnya. Menit demi menit terkunci dalam bibir Siwon, nafas Kyuhyun menjadi berat dan tersengal. Walaupun Kyuhyun masih menikmati mimpinya, namun dia juga butuh oksigen untuk bernafas.

“ngggghhh……nnnnhhhhh….” lagi-lagi desahan meluncur dari mulut Siwon. Kali ini Kyuhyun merasa terusik dan masih tanpa sadar Kyuhyun menggerakkan kepalanya. Gerakan kecil itu sontak membuat Siwon kaget dan menghentikan kegiatannya. Dia memutuskan pertautan bibirnya dengan bibir Kyuhyun. Dia mencoba mengatur nafasnya kembali sambil menatap wajah Kyuhyun yang kembali damai setelah gerakan kecil yang dia lakukan. Namun, bibir Kyuhyun terlihat semakin memerah sedikit bengkak, bibir itu juga terlihat masih basah karena air liur Siwon. Siwon tersenyum menatap hasil karyanya. Dia menggenggam tangan Kyuhyun sejenak sebelum akhirnya mencium kedua tangan itu. Siwon menarik sebuah selimut yang tertata rapi di ujung ranjang dan menyelimuti tubuh Kyuhyun hingga bagian dada. Setelah memastikan Kyuhyun nyaman di bawah selimutnya, Siwon mulai mengedarkan pandangan ke setiap sudut kamar. Rasa ingin tahu yang tiba-tiba muncul membuat Siwon mulai menyelidiki apapun yang ada di kamar Kyuhyun. Matanya melotot tajam melihat sebuah bingkai yang tertata manis di dua meja yang mengapit meja utama dimana televisi bertengger kokoh. Dia mendekat ke arah benda yang menarik perhatian kedua matanya.

“Jadi memang benar dia….” Siwon mengepalkan tangannya sedangkan tangan yang satunya memegang pigura dimana terdapat foto Kyuhyun yang mengalungkan kedua lengannya di leher Donghae, sangat manis.

“Kenapa kau menutupinya?????Kenapa harus dia????Kau hanya untukku, Kyuhyunnie….hanya untukku!!!” Siwon terus bermonolog kesal. Dia menginjakkan kakinya di kamar mandi yang terletak dipojok ruangan. Rapi dan sangat bersih dan lagi-lagi dia melihat foto Kyuhyun dengan Donghae yang menempelkan dagunya di pundak Kyuhyun. Muka Siwon memerah. Dia segera meninggalkan kamar mandi itu. Masih merasa penasaran, Siwon meniggalkan kamar Kyuhyun dan berjalan menuju kamar yang satunya. Satu kesalahan lagi yang dilakukan oleh Choi Siwon karena dinding kamar itu dihiasi foto-foto Donghae dan Kyuhyun yang terlihat sangat bahagia memiliki satu sama lain, bagaimana Kyuhyun memonyongkan bibirnya seolah-olah ingin mencium Donghae. Kedua lutut Siwon mendadak lemas, kepalanya terasa berputar-putar.

“Tidak…Aku tidak bisa lagi disini lebih lama!!!B-Baby….Why….” Siwon benar-benar merasa terpukul dengan apa yang dari tadi dilihatnya. Ingin rasanya dia memporak-porandakan semua foto yang tersaji indah di kedua matanya, namun dia tidak punya hak apapun untuk melakukannya karena tidak ada hubungan apapun dirinya dengan Kyuhyun dan dia tidak berhak marah dengan kehidupan Kyuhyun.

Siwon kembali ke kamar Kyuhyun sebentar untuk melihat keadaan Kyuhyun. Hatinya memang sakit, sangat sakit, namun dia tidak bisa tidak khawatir dengan orang yang sangat dicintainya itu. Setelah merasa yakin bahwa Kyuhyun akan baik-baik saja, Siwon pun meninggalkan rumah itu, menguncinya dari luar dan memasukkan kunci itu lagi ke dalam rumah melalui celah antara pintu dan lantai. Dia kemudian melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi karena dia ingin segera berada di kamarnya, kamar dimana dia bisa berkhayal sebanyak yang dia mau.

~ ~ ~ ~ ~

            Mobil Siwon akhirnya terparkir rapi di garasi rumahnya. Deru langkah kaki mulai memecah kesunyian rumah yang mungkin penghuni yang lainnya sudah tidur. Siwon segera melesat ke kamarnya sendiri, kamar besar dengan desain megah dan kedap suara. Nafas Siwon kembali memburu, ingatannya akan makan malam bersama Kyuhyun dan bayangan semua foto Kyuhyun dengan Donghae membuat emosinya kembali membuncah. Dia berjalan menuju kaca rias, meneliti dirinya sendirinya.

“Aku akan mengambil apa yang menjadi milikku, Donghae-ah!” dia berkata dengan kaca yang jelas terpampang wajahnya.

“Baby….Apa yang menarik dari dia sampai kau seperti itu???Aku….Aku akan membuatmu melihatku….Aku lebih baik dari dia,Baby….” Siwon terus meracau. Tidak hanya mulutnya yang terus bergumam, namun otaknya pun bekerja keras untuk memikirkan cara agar dia menjadi lebih dekat dengan Kyuhyun.

tok tok tok….

Bunyi ketukan pintu membuyarkan kerja otak Siwon sementara. Namun Siwon enggan beranjak dari depan kaca.

“Siwon-ah….” suara ayah Siwon terdengar dari balik pintu.

“Siwon-ah…buka pintunya! Abeoji tahu kalau kamu belum tidur!”

“hmmmmmmmm….” lagi-lagi Siwon mendengus, dengan langkah berat dia berjalan membuka pintu dan menyapa ayahnya.

“Dari mana saja kau??” seperti biasa, tuan Choi ingin tahu apa saja yang sudah dilakukan putranya.

“Dari makan malam Abeoji….”

“Oh…Jadi kau sudah makan malam.”

“Ne….”

“Sendiri???”

“D-dengan sekretaris Cho…”

“Membahas masalah pekerjaan juga???”

“Tidak Abeoji, hanya makan malam saja.”

“Tidak ada masalah kan diantara kalian??”

“Kenapa Abeoji berpikir seperti itu??”

“Dari raut wajahmu terlihat, Siwon-ah….Sesuatu telah mengganggumu…”

“A-Abeoji…Aku baik-baik saja…”

“Apapun masalahmu, tolong jangan sampai mempengaruhi kinerjamu di kantor. Kau masih harus banyak belajar.”

“N-ne Abeoji….”

“Istirahatlah…Besok kau kan harus ke kantor!”

“Ne….” ayah Siwon pun berjalan keluar dari kamar, Siwon hanya memandang ayahnya dari pintu dimana dia berdiri.

“Aku tahu sejauh mana perasaanmu terhadap Kyuhyun. Tapi, apapun yang terjadi, kau harus profesional. Jangan kau campur adukkan masalah perasaanmu dengan pekerjaan, Siwon-ah!” mata Siwon sontak membulat dengan apa yang dikatakan ayahnya. Siwon hanya tidak menyangka bahwa ayahnya akan berkata terang-terangan seperti itu.

“Satu lagi Siwon-ah….Abeoji tidak mau kehilangan sekretaris handal seperti dia! Jadi jangan sampai membuat suasana tidak nyaman dalam lingkungan kerja karena perasaanmu!” kalimat terakhir itu terucap dari bibir ayahnya disertai tatapan tegas.

“Ne Abeoji…” jawab Siwon singkat sambil membungkukkan badannya.

Siwon menutup kembali pintu kamarnya setelah melihat ayahnya menuruni tangga dan berjalan menuju kamarnya. Dia merebahkan tubuhnya di sofa sejenak. Dalam sekejap, bayangan Kyuhyun memenuhi otaknya lagi. Siwon menyentuh bibirnya sendiri seakan masih merasakan rasa yang dia dapatkan dari bibir Kyuhyun. Senyuman mulai mengembang di wajah Siwon, semua tentang foto yang membuatnya marah terlupakan sejenak, hanya ada bayangan Kyuhyun dengan bibir yang merah dan bengkak karena ulahnya.

“hmmmmm….Baby….” Siwon tersenyum, menutup matanya rapat-rapat seolah-olah Kyuhyun akan menghilang kalau dia membuka mata. Imajinasi indah yang tergambar dalam angannya pun menjadi pengantar dirinya untuk menuju alam mimpi yang mungkin jauh lebih indah dari apa yang dibayangkan.

~ ~ ~ ~ ~ ~

            Kyuhyun menggeliat di bawah selimut yang menghangatkan tubuhnya. Dia berusaha membuka kedua matanya, namun kepalanya terasa sangat berat.

“Uuuugh….kenapa kepalaku terasa berat???Apa yang sudah ku makan semalam???” Kyuhyun memijit keningnya sambil mengingat apa yang sudah terjadi.

“Oh God…Tidak….Tidak mungkin….” kedua matanya mendadak membulat sempurna ketika sepintas bayangan semalam menyapa otaknya.

“Tidak mungkin…pasti Fishy yang membawaku kesini…Iya, pasti dia!” Kyuhyun terus meracau untuk meyakinkan dirinya sendiri. Dengan tenaga yang masih pas-pasan, Kyuhyun mencoba keluar dari kamarnya, dengan kepala yang tentunya masih pusing, dia mencoba menemukan Donghae.

“Fishy…Fishy…” Kyuhyun tak henti-hentinya memanggil nama kekasihnya di setiap bagian rumah yang dihampirinya.

“Fishy…Pasti kamu kan yang membawaku ke rumah kita….” dia terus mencoba meyakinkan dirinya dengan bertanya kepada pigura yang memajang foto Donghae dan dirinya. Merasa tidak menemukan jawaban, Kyuhyun dengan langkah gontai kembali berjalan menuju kamar yang dia tempati dengan Donghae. Tidak lama dia duduk, ponselnya bergetar.

“S-Siwon????” Kyuhyun terkejut melihat nama yang tertera di ponselnya. Ingin rasanya dia tidak menjawabnya, tetapi Kyuhyun takut akan berdampak pada pekerjaannya.

“Y-yeoboseyo Siwon-ssi….” mau tak mau Kyuhyun pun akhirnya menjawabnya.

“Selamat pagi Kyuhyunnie….” sapa Siwon dari seberang.

“N-ne???” Kyuhyun terkejut dengan nama panggilan itu.

“M-maksudku Kyuhyun-ssi…” seakan tahu bahwa Kyuhyun merasa aneh dengan panggilan itu, Siwon pun langsung meralatnya.

“Selamat pagi Siwon-ssi…Ada yang bisa saya bantu??” jawab Kyuhyun langsung yang tidak ingin ada rasa canggung.

“Tidak ada Kyuhyun-ssi. Hanya ingin tahu keadaanmu hari ini….”

“S-saya baik-baik saja.”

“Maaf…Semalam aku tidak bisa menemanimu karena aku harus pulang. Aku pikir hari ini kau pasti merasa kepalamu sakit….Dan kau juga belum datang di kantor, jadi ku pikir kau sakit…” mendengar penjelasan Siwon membuat mata Kyuhyun melirik jam dinding yang tepat tergantung di dinding mengarah ke dirinya. Kyuhyun merutuki kebodohannya kenapa dia tidak dari awal melihatnya.

“Ma-maaf Siwon-ssi…S-saya….”

“Tidak apa-apa Kyuhyun-ssi. Aku masih bisa meng-handle pekerjaanku, jadi kau tidak perlu buru-buru ke kantor.”

“Sekali lagi saya mohon maaf Siwon-ssi….Saya janji jam 10 tepat saya sudah berada di sana…”

“Wow…jam 10???berarti 30 menit lagi???Apa kau tidak mandi Kyuhyun-ssi kkkkk” Siwon malah menggoda Kyuhyun.

“M-Maksud saya…”

“Sudahlah Kyuhyun-ssi, tidak masalah…Apa kau butuh obat???Aku bisa ke rumahmu sekarang….” Siwon menawari. Kalimat itu sontak membuat Kyuhyun mendelik. Siwon tahu rumahnya. Pasti Siwon yang mengantar dia pulang. Dan pasti Siwon juga sudah tahu kalau Kyuhyun penyuka cowok, terlebih lagi Siwon pasti juga tahu kalau Donghae adalah kekasihnya karena di kamarnya banyak foto-foto dirinya dengan Donghae.

“Kyuhyun-ssi….Kyuhyun-ssi….”

“Oh…mmmm…S-saya tidak apa-apa. Tidak perlu repot-repot Siwon-ssi…”

“Aku tidak merasa repot kok…”

“M-maaf…saya masih punya obat-obatan. Sebaiknya saya segera mandi agar lebih cepat untuk pergi ke kantor.”

“Hmmmmm…Baiklah kalau kau menolak…”

“B-bukan maksud saya menolak Siwon-ssi…Saya benar-benar tidak apa-apa…”

“Baiklah….Aku menunggumu di kantor Kyuhyun-ssi. Oh ya, kunci rumahmu ada di bawah pintu. Aku menguncinya dari luar semalam, maaf….”

“Oh Ne…Terima kasih…”kalimat itu mengakhiri percakapan Siwon dan Kyuhyun.

~ ~ ~ ~ ~

            Hampir jam 11 Kyuhyun baru sampai di depan kantornya. Langkahnya melemah ketika hendak memasuki pintu masuk gedung bertingkat itu. Dia berusaha untuk menenangkan dirinya agar tidak kelihatan bingung di depan Siwon nantinya. Kyuhyun benar-benar yakin bahwa Siwon pasti tahu dengan status hubungannya dengan Donghae.

“Kyuhyun-ssi….” seorang satpam menyapanya.

“Ne???”

“Ini ada seseorang menitipkan bekal untuk sarapan anda…”

“S-siapa???” hati Kyuhyun mulai berdebar. Hatinya yakin bahwa pasti Donghaenya yang memberinya.

“Seingat saya namanya Donghae.” jawab satpam agak ragu.

“Terima kasih Pak….” Kyuhyun langsung mengambil bekal itu. Semangatnya kembali muncul, senyum mulai terukir di wajahnya. Walaupun awalnya dia begitu fokus dengan pikirannya sendiri, mencoba mencari kata-kata yang tepat ketika Siwon nantinya bertanya kepadanya, namun semua itu hilang dengan adanya bekal di tangannya sekarang. Dia segera menuju ruangannya dan duduk nyaman sambil memandangi bekal yang ada di hadapannya sekarang. Kedua matanya mulai berkaca-kaca. Donghaenya masih tetap memperhatikannya, menjaganya. Dan yang paling penting, Kyuhyun yakin Donghaenya masih mencintainya. Kyuhyun menemukan sebuah kertas kecil di kantong plastik ketika dia hendak melipatnya.

My Gaemgyu….Kau harus sehat dan selalu jaga diri. Miss you…

            Kyuhyun tidak bisa lagi menahan airmatanya. Dia tidak bisa menghiraukan begitu saja rasa rindunya kepada Donghae. Kyuhyun ingin bertemu dengannya dan Kyuhyun ingin sekali memeluknya dan menyamankan dirinya di dada bidang Donghae seperti yang selama ini dia lakukan. Pesan itu membuat Kyuhyun melahap makanan yang dibawa Donghae. Semua yang terjadi itu membuat Kyuhyun melupakan kewajibannya sebagai seorang sekretaris Choi. Dia terlalu sibuk dengan perasaannya sendiri hingga melupakan seorang Choi Siwon yang juga sibuk dengan imajinasinya sendiri tentang BabyKyu nya.

drrrrrt drrrrrt drrrrrt

Ponsel Kyuhyun bergetar. Seketika dia menerima panggilan ponsel itu. Rasa khawatir sedikit muncul karena dia benar-benar lupa untuk menyapa bosnya sendiri. Seharusnya dia memberi tahu Siwon bahwa dirinya sudah tiba di kantor dan segera bekerja, bukannya sibuk akan perasaannya sendiri.

“Yeoboseyo Siwon-ssi….” jawab Kyuhyun dengan tenang.

“Kyuhyun-ssi….”

“M-maaf tidak menyapa dahulu, saya sudah sampai di kantor Siwon-ssi.” potong Kyuhyun karena Kyuhyun merasa pasti Siwon bertanya tentang keberadaan dirinya.

Mendengar kalimat itu, Siwon langsung beranjak dari tempat duduknya untuk segera menemui Kyuhyun. Dia membiarkan ponsel tetap tersambung dengan Kyuhyun. Dalam waktu singkat, Siwon sudah berada di depan Kyuhyun.

“Kyuhyun-ssi….” sapa Siwon sambil tersenyum.

“S-sa…”

“Siwon…Panggil Siwon saja.” potong Siwon ketika Kyuhyun hendak membungkukkan badannya untuk memberi salam.

“N-ne Siwon-ssi…”

“Kau baru tiba???” tanya Siwon dengan santai.

“M-maaf…sebenarnya sudah agak lama tapi saya makan dulu. Jadi saya lupa memberi salam dahulu kepada Siwon-ssi.”

“Tidak apa-apa. Kau bawa makan dari rumah???Masih sempat memasak???” pertanyaan Siwon benar-benar membuat Kyuhyun bingung. Apa iya dia harus berkata kalau makanan yang dimakan itu dari Donghae. Sekali lagi, bukannya Kyuhyun malu mengakui bahwa dia sudah mencintai seorang pria, namun yang jadi pikiran sekarang adalah resiko kalau Siwon akan mendepaknya dari perusahaan karena menyukai sesama namja.

“Kyuhyun-ssi????” Siwon mencoba membuyarkan lamunan Kyuhyun.

“I-itu…saya membelinya…iya, saya membelinya di cafe depan.” jawab Kyuhyun akhirnya sambil menggaruk-garuk kepala bagian belakangnya. Siwon memperhatikan wajah Kyuhyun yang seperti kebingungan sendiri. Dan Kyuhyun pun semakin salah tingkah dengan cara Siwon menatapnya.

“M-maaf Siwon-ssi….Saya harus kembali bekerja.” kata-kata Kyuhyun membuat Siwon menghentikan tatapannya.

“Kau baik-baik saja kan???” tanya Siwon yang lagi-lagi mengejutkan Kyuhyun.

“Apa saya kelihatan sakit???” Kyuhyun balik tanya.

“Ah tidak…Tapi semalam kau benar-benar mabuk Kyuhyun-ssi, bahkan kau berbicara sendiri…”

DEG. Jantung Kyuhyun berdetak sangat cepat. Dia mulai bertanya-tanya apa dia berbicara tentang statusnya. Kyuhyun mulai menundukkan kepalanya.

“Kenapa wajahmu memerah Kyuhyun-ssi???” Siwon menggodanya.

“N-ne???” Kyuhyun semakin bingung dengan dirinya sendiri.

“Tenang saja. Kau tidak berbicara yang aneh-aneh kok. Cuma sedikit tentang…..mmmm….Fishy???”

DEG. Sekali lagi, jantung Kyuhyun seakan ingin melompat keluar. Wajah tegang Kyuhyun benar-benar tergambar dengan jelas di wajahnya.

“Ah…i-itu…”

“Kau dekat sekali ya dengan Donghae….” kata Siwon cepat.

“A-aku…K-ka….”

“Teman???” lagi-lagi Siwon memotong.

“N-ne…”

“Pertemanan kalian sangat dekat ya??? Sampai-sampai banyak sekali foto-foto kalian di kamarmu…” kalimat Siwon membuat Kyuhyun ingin lari meninggalkan ruangan itu. Namun berbeda dengan Siwon, walaupun wajahnya masih menunjukkan keramahan tetapi jari-jarinya mengepal kuat, sangat kuat seakan-akan menahan emosi yang bisa meledak kapan saja.

“K-kami m-memang sering foto bersama Siwon-ssi…” jawab Kyuhyun dengan rasa takut.

“Kalau kalian hanya berteman, jadi orang lain masih punya kesempatan ya untuk menjadi pasangan kalian masing-masing???”

“M-maksudnya???”

“Aku ingin sekali bertemu dengan Donghae dan mengenalnya lebih dekat. Mungkin dia tertarik dengan salah satu temanku.”

“Tidak mungkin!!!”

“Wow!!! Kau yakin sekali Kyuhyun-ssi….”

“I-itu….”

“Kalaupun nanti ada seseorang yang mendekatimu untuk dijadikan miliknya, masih ada kesempatan dong ya…”

“Maaf Siwon-ssi….Sebaiknya kita fokus bekerja….”

“Ah…Maaf Kyuhyun-ssi….Pembicaan ini jadi kemana-mana.”

“Saya hanya tidak mau mencampur-adukkan masalah pribadi di kantor. Mohon pengertiannya!” kata Kyuhyun tegas.

“Maaf…Maaf… Tapi aku tetap berharap bisa mengenal Donghae darimu Kyuhyun-ssi.” kata Siwon sambil tersenyum (smirky smile).

“Apa ada yang perlu saya bantu Siwon-ssi mengenai laporan perusahaan???” potong Kyuhyun cepat.

“Ah…iya. Ada beberapa laporan yang belum kumengerti. Bisakah kau ke ruanganku sebentar??”

“Baiklah….” Siwon pun mulai berjalan menuju ruangannya diikuti oleh Kyuhyun. Siwon segera menyodorkan sebuah laporan dan Kyuhyun pun mulai menjelaskan dengan detail. Namun, bukan penjelasan Kyuhyun yang menarik perhatian Siwon, melainkan bibir ranum Kyuhyun yang bergerak-gerak mengeluarkan kata-kata dengan bunyi yang menurut Siwon begitu merdu untuk telinganya.

“Beruntung aku pernah merasakannya,tidak hanya sekali….” kata Siwon tanpa sadar.

“N-ne???” Kyuhyun menghentikan penjelasannya begitu mendengar suara Siwon.

“A-ani….Maksudku sebenarnya aku pernah mempelajarinya, tapi aku masih belum mengerti….” ralat Siwon dengan cepat. Siwon tak henti-hentinya merutuki kebodohannya. Bagaimana bisa dia keceplosan kata-kata seperti itu. Beruntung Kyuhyun tidak menaruh curiga sedikitpun terhadap sikap Siwon. Dia kembali melanjutkan penjelasan tentang laporan yang ingin diketahui Siwon.

~ ~ ~ ~ ~

Donghae POV

Aku terlonjak kaget melihat jam tanganku. Sudah hampir jam makan siang. Walaupun aku masih meliburkan kafe ku, tapi aku masih memasak disini, memasak untuk GaemGyu ku. Yah, aku tinggal di kafe dari kemarin. Aku memang masih marah dengan apa yang kulihat kemarin siang, namun aku tidak bisa pergi jauh dari GaemGyu. Tidak, aku tidak akan pernah meninggalkannya. Aku memutuskan untuk tidur di kafe sementara sampai rasa kesal dan sakit di hatiku hilang. Aku bukan tipe orang yang bisa meluapkan emosi, aku hanya bisa memendamnya. Dan aku hanya menghindari apapun yang akan menyulut emosiku. Jangan berpikir aku tidak merindukan GaemGyu ku! Aku sangat tersiksa tidak berada di dekatnya apalagi tidak melihatnya di sampingku ketika aku akan tidur maupun bangun tidur. Aku sudah terbiasa dengan keberadaan dia di dada bidangku sebelum aku memejamkan mata dan ketika aku membuka mataku di pagi hari.

Aku, dengan gerakan cepat menyiapkan masakan yang mudah untuk GaemGyu ku. Aku menekan rasa sesak di hatiku yang mulai berpikir mungkin saja GaemGyu akan makan siang dengan Siwon lagi dan tidak akan memakan makanan yang ku buat untuknya. Namun, aku tidak bisa untuk menghentikan kedua tanganku membuat sesuatu untuknya. Tidak apa-apa aku disebut bodoh karena itu memang benar. Semua tentang GaemGyu membuat diriku menjadi orang terbodoh yang pernah ada.

“DOOOOONE!!!” aku berteriak kegirangan. Aku melirik jam di dinding.

“Damn!!!” aku panik karena waktu sudah menunjukkan pukul 1 siang dan sudah waktunya GaemGyu makan siang. Seharusnya aku mengirimkannya sebelum jam makan siang tapi gara-gara ketiduran aku sampai telat memasak. Aku memang kurang tidur karena semalam aku susah tidur, bayangan GaemGyu selalu memenuhi pikiranku.

“Taxi!” secepatnya aku keluar dari kafe dan memanggil taxi. Kusebutkan alamat yang harus dituju dan taxi pun melesat dengan cepat.

Aku memantapkan kakiku untuk menuju gedung megah dimana GaemGyu bekerja. Satpam yang tadi pagi tersenyum melihatku.

“Untuk Kyuhyun lagi??” tanyanya tanpa basa-basi.

“I-iya…untuk makan siangnya.”

“Apa dia sudah keluar untuk makan siang??” aku tanya ke satpam itu.

“Oh belum…Tadi pagi dia telat masuk kantor. Sekitar jam 11 dia baru sampai, jadi mungkin makan siangnya juga diundur.” jelas satpamnya

“mmmm….Kotak bekal…”

“Tenang saja! Sudah kuberikan padanya, dia senang menerimanya….”

“Terima kasih….” kataku sopan.

“Apa kalian couple??” tanyanya yang sempat membuat kedua mataku membulat.

“A-Aniyo….Kyuhyun memesan makanan dari kafe ku.” jawabku setenang mungkin.

“Oh…ku kira kalian couple.”

“Bagaimana bisa anda berpikir seperti itu.” kataku sambil tersenyum.

“Oh…Aku hanya menebak saja karena ekspresi Kyuhyun-ssi begitu bahagia begitu menerima bekal dari anda.” jujur aku sangat bahagia mendengar kata-kata itu. GaemGyu bahagia dengan apa yang ku berikan. Sungguh, aku bahagia dan tersenyum  tanpa henti.

“Tsk!!! Anda bilang bukan couple tapi sikap kalian seperti couple yang lagi kasmaran hahahahaha” tawa satpam itu membuat wajahku memerah.

“Lihatlah! Wajahmu memerah! Kalian ini!!! Cepat utarakan perasaan anda daripada Kyuhyun-ssi dimiliki orang lain.” kata satpam itu.

“Maaf…saya pamit dulu. Terima kasih atas bantuannya.”

“Sama-sama….Pertimbangkan saranku tadi kkkkk” aku hanya tersenyum menanggapinya. Dia sudah menjadi milikku, dan aku tidak akan melepaskan apa yang sudah menjadi milikku. Aku melangkahkan kakiku dengan riang hanya dengan bayangan GaemGyu dengan wajah bahagianya karena diriku.

Donghae POV END

~ ~ ~ ~ ~

“Kyuhyun-ssi…kau tidak makan siang???” tanya Siwon ketika melihat jam sudah menunjukkan hampir pukul 2 siang.

“Saya masih kenyang Siwon-ssi.”

“Tapi ini waktunya istirahat. Bagaimana kalau minum saja di kafe depan?”

“Tidak perlu Siwon-ssi. Saya masih punya minuman di tas.”

“Oh ayolah…Apa kau tidak bosan di kantor terus?”

“Maaf Siwon-ssi. Saya di sini saja.” suara Kyuhyun menunjukkan ketegasan.

“Hmmmm….Baiklah. Aku juga tidak makan siang!” jawab Siwon ringan. Kyuhyun hanya cuek melihat kelakuan bosnya.

“Sebaiknya anda makan siang,Siwon-ssi.”

“Aku malas kalau tidak ada temannya ketika makan. Aku juga malas dengan orang-orang yang pasti akan mendekatiku kalau aku sendirian!” Siwon juga menjelaskan dengan penuh penekanan. Namun Kyuhyun tidak mau ambil pusing. Dia kembali fokus mempelajari hand out yang akan dipresentasikan Siwon.

“Siwon-ssi….Bolehkah saya kembali ke meja saya???” tanya Kyuhyun hati-hati.

“Kau tidak nyaman di sini???”

“Bu-bukan begitu, saya hanya ingin mempelajari dokumen ini dan menghubungkannya dengan file yang ada di komputer di meja saya.”

“Baiklah!” Siwon menjawab tanpa melihat wajah Kyuhyun.

“Saya keluar dulu Siwon-ssi….”pamit Kyuhyun.

“……………………………..”

Tak ada jawaban dari Siwon, Kyuhyun tetap melangkahkan kakinya ke luar ruangan menuju mejanya. Dia merasa tidak enak menolak ajakan Siwon, namun dia juga tidak bisa terus-terusan menerima ajakan Siwon. Dia takut Siwon akan menanyakan tentang Donghae ataupun hubungannya dengan Donghae.

“Apa yang harus ku lakukan sekarang???” tanya Kyuhyun pada dirinya sendiri.

“Hmmm….Sebaiknya aku membelikan makan siang untuknya!” dengan malas Kyuhyun berjalan untuk membeli makan siang untuk Siwon.

Ketika dia mendekati pintu keluar, satpam yang sama seperti tadi pagi menyapanya kembali. Mereka saling membungkukkan badan untuk memberi salam.

“Ada titipan lagi untuk anda, Kyuhyun-ssi….” belum sempat Kyuhyun bertanya, satpam itu melanjutkan kalimatnya sambil tersenyum.

“Dari orang yang sama…”

“Do-donghae???” tanya Kyuhyun dengan wajah berseri-seri.

“Betul sekali.” jawab satpam sambil kembali menyerahkan kotak bekal untuk makan siang itu.

“Terima kasih….”

“Kalian ini benar-benar seperti couple!”

“Eoh???” Kyuhyun terkejut mendengar ucapan satpam.

“Ah tidak…Lupakan saja.”

“……………………”

“Dia sangat bahagia ketika tahu kau senang menerima bekal tadi pagi, Kyuhyun-ssi.”

“Benarkah???” mata Kyuhyun berbinar-binar.

“hahahaha…Kalian benar-benar seperti orang yang saling jatuh cinta!”

“…………………………” Kyuhyun tidak bisa berkata-kata. Dia memang sudah sangat mencintai Donghaenya.

“Cepat resmikan hubungan kalian hehehehe”

“Ah….Itu hanya perasaan anda saja.”

“Cepat makan bekalnya dan temui dia untuk makan malam kkkkk” goda satpam.

“Terima kasih. Saya keluar dulu untuk membeli makan siang untuk Sajangnim….” Kyuhyun hanya tersenyum malu, namun dalam sekejap hatinya kembali merasa sakit karena sampai saat inipun dia tidak tahu dimana Donghae.

“Fishy…Ku mohon pulanglah….Aku benar-benar merindukanmu. Aku akan menjelaskan semuanya….” Kyuhyun berkata dalam hati sambil terus melangkahkan kakinya menuju kafe untuk membeli makanan.

~ ~ ~ ~ ~

tok tok tok…

“Siwon-ssi….” mendengar suara Kyuhyun, Siwon langsung membuka pintu.

“A-….”

“Ini makan siang untuk Siwon-ssi….” belum sempat Siwon bertanya,Kyuhyun sudah menyodorkan makan siang yang baru dibelinya.

“K-kau…membelikan ini untukku???” tanya Siwon dengan wajah yang berseri-seri.

“Ne…Siwon-ssi harus makan.”

“Ta-tapi kau kan juga harus makan Kyuhyun-ssi…”

“Sa-saya masih kenyang, nanti saja saya makannya. Selamat makan Siwon-ssi…” Kyuhyun segera meninggalkan Siwon setelah memberikan makanannya.

“Terima kasih Baby….Terima kasih….” kata Siwon lirih yang sudah pasti Kyuhyun tidak mendengarnya.

Siwon memakan dengan lahap makanan yang diberikan oleh Kyuhyun. Dia begitu bahagia karena paling tidak Kyuhyunnya perhatian terhadapnya. Tidak peduli akan Donghae, Siwon berjanji kepada dirinya bahwa dia akan menjadikan Kyuhyun miliknya. Di sisi lain, Kyuhyun hanya tersenyum menatap makanan yang dibuat oleh Donghaenya. Dia masih kenyang, tapi bagaimanapun juga dia tidak ingin mengecewakan Donghae.

“Kau memasak ini dimana Fishy???A-apa kau tinggal di kafe kita???Kau pasti disana kan???Kau pasti membuat makanan ini disana Fishy!” Kyuhyun meracau sendiri dan mulai merasa yakin kalau Donghaenya pasti di kafe. Dia makan dengan lahap dan ingin segera menyelesaikan pekerjaannya. Dia ingin segera menemui Donghaenya di tempat yang dia yakini.

~ ~ ~ ~ ~

“Akhirnyaaaaaaaaaaa!!! Selesai juga!!!” Kyuhyun berkata dengan semangat. Dia mulai merapikan mejanya. Menata dengan rapi dua kotak bekal dalam satu kantong plastik. Setelah semuanya siap, dia melangkah untuk pamit kepada Siwon.

“Oh Kyuhyun-ssi…Kau sudah bersiap-siap untuk pulang???” tiba-tiba Siwon juga keluar dari ruangannya untuk pulang.

“I-iya Siwon-ssi. Saya sudah menyelesaikan semuanya.”

“Aku juga mau pulang. Bagaimana kalau aku mengantarmu pulang??”

“Oh tidak perlu Siwon-ssi. Saya masih ada urusan di luar…”

“Tidak apa-apa, aku bisa mengantarmu.”

“Maaf Siwon-ssi. Bukannya tidak mau, tapi lebih baik Siwon-ssi langsung pulang saja heheee…”

“Aku ingin berjalan-jalan juga Kyuhyun-ssi…Jadi setelah mengantarmu, aku bisa berputar-putar sebentar…”

“Siwon-ssi tolonglah!” Kyuhyun tidak bisa lagi bersikap lunak ke Siwon.

“Baiklah kalau begitu. Maaf membuatmu emosi Kyuhyun-ssi….” Siwon mendadak muram dan langsung melangkah meninggalkan Kyuhyun.

“Ma-maaf Siwon-ssi. Saya tidak bermaksud…”

“Sudahlah, tidak apa-apa. Aku mengerti. Segeralah pulang.” Siwon menghentikan langkahnya untuk menoleh ke arah Kyuhyun. Dia sadar bahwa seharusnya dia memang tak punya hak untuk memaksa Kyuhyun ikut bersamanya.

“Te-terima kasih.” Kyuhyun segera menuju ke mejanya kembali, mengambil benda yang harus dibawa pulang. Secepat kilat dia melangkahkan kakinya untuk keluar dari kantor dan gedung itu, mencari taxi untuk membawanya ke kafenya dan Donghae.

Waktu menunjukkan hampir pukul 6 malam. Kyuhyun langsung berlari menuju kafe setelah berhasil keluar dari taxi. Dia menunggu di depan kafe itu. Dia yakin Donghaenya ada disana. Dengan sabar dia menunggu di depan kafe itu sambil memainkan kakinya, beruntung ada tempat duduk di depan kafe itu yang tertata indah.

Lebih dari sejam Kyuhyun menunggu di depan kafe itu, namun kafe itu tidak terbuka sama sekali. Kafe itu tetap gelap dan tidak menunjukkan jika ada orang di dalamnya.

“hmmm…Fishy…” mata Kyuhyun mulai berkaca-kaca. Imajinasi yang tercipta bahwa dia akan memeluk Donghaenya malam ini hancur begitu saja.

“Kenapa kau tega sekali untuk menyiksaku Fishy??”

“…………………………….” Kyuhyun berdiam diri, namun masih berpikir.

“Ah!Kenapa aku tidak masuk dengan kunci cadangan???Hmmmm…Bodoh!!! Fishy benar-benar berhasil membuatku menjadi bodoh! Aku harus pulang untuk mengambil kunci cadangan kafe! Aku akan tidur disana malam ini, dia pasti ke kafe ini paginya!” Kyuhyun terus bermonolog dengan mata berkaca-kaca dan otaknya terus dihiasi oleh kekasihnya. Kyuhyun pun berjalan pulang dengan langkah cepat. Ketika Kyuhyun mulai menjauh dari kafe itu, sebuah mobil berhenti di depan kafe itu.

“Jadi ini kafenya Donghae???” tanya Siwon dalam hatinya.

“Wish to see you soon, Donghae-ssi….” Siwon pun melajukan mobilnya kembali setelah mengamati kafe itu sejenak dari dalam mobil.

TBC


17 Comments

WONKYU FF : “BUT I LOVE YOU…” (Additional Chapter/ IV B ~END~)

wondad1

Leeteuk semakin bingung dengan apa yang harus dilakukan. Dia mengarahkan pandangannya ke arah Siwon. Siwon hanya menganggukkan kepala sebagai tanda agar pestanya dimulai.

“Saya ucapkan terima kasih sebelumnya untuk semua tamu yang datang ke acara pernikahan ini…” Leeteuk tidak  mampu untuk meneruskan kata-katannya karena Kiho berjalan menuju mimbar, semakin mendekati Siwon dan Kyuhyun. Leeteuk menundukkan kepalanya. Siwon dan Kyuhyun menoleh ke belakang. Mereka sangat terkejut karena melihat Kiho yang semakin mendekat ke arah mereka. Kyuhyun semakin mengeratkan genggamannya ke lengan Siwon. Dia begitu takut kalau Kiho akan membawa Siwon pergi darinya.

“Percaya padaku Baby….” bisik Siwon di telinga Kyuhyun. Para tamu tercengang. Tidak ada satupun yang mencoba menghentikan langkah Kiho.

“Hadirin se….” Leeteuk mulai malanjutkan, tetapi…

“Leeteuk-ssi….Turunlah!!!” perintah Kiho yang juga menghentikan kalimat Leeteuk. Leeteuk membulatkan matanya. Siwon merasa kakinya mendadak gemetar. Mata Kyuhyun mulai berair dan dadanya terasa sangat sesak. Semua tamu yang hadir juga seperti terhantam batu karang. Sedangkan Kiho berjalan melewati Siwon dan Kyuhyun menuju mimbar.

“Turunlah Leeteuk-ssi…” pinta Kiho sekali lagi. Tak ingin disebut unrespect person, Leeteuk pun akhirnya turun dari mimbar. Kedua orang tua Kyuhyun masih berpikir positif, mungkin saja Kiho yang akan memimpin acara itu. Siwon mengeratkan genggaman tangannya di pinggang Kyuhyun. Kiho sudah berada di mimbar. Semua orang merasa tegang. Jantung mereka juga sama seperti jantung Siwon dan Kyuhyun yang berpacu dua kali lipat lebih cepat.

Dengan cepat, Kiho sudah berada di mimbar menggantikan Leeteuk. Kyuhyun semakin menunduk, mencoba menguatkan hatinya. Sedangkan Siwon menatap tajam ayahnya sendiri.

“Hadirin semuanya….Saya tahu bahwa anda sekalian terkejut dengan kehadiran saya di sini. Maafkan saya sebelumnya karena mengganggu ketenangan acara ini. Namun, acara ini tidak dapat dilangsungkan.”

Mendengar kalimat itu, Kyuhyun menggigit pipi bagian dalamnya untuk menahan airmatanya. Siwon mengepalkan tangannya hingga jari-jarinya memutih. Tangan satunya masih setia memegang pinggang Kyuhyun.

“Sekali lagi maafkan saya. Acara ini benar-benar tidak boleh dilangsungkan….”

“Abeoji!!! Tolong….”

“Siwon-ah….Seperti yang Abeoji katakan, pernikahan itu sakral dan tidak bisa dibuat seperti permainan!” Kiho memotong ucapan Siwon.

“J-jadi…kau yang memberitahu keluargamu?” Kyuhyun menatap Siwon dan bertanya dengan suara lirih namun tetap bisa terdengar.

“Maafkan aku Baby….” hanya itu yang bisa terucap dari bibir Siwon karena Siwon juga tidak tahu lagi harus bagaimana.

“Saya, sebagai orang tua Choi Siwon mempunyai hak untuk tidak menyetujui acara ini.” Kiho meneruskan ucapannya. Semua yang hadir di tempat itu tak bersuara. Keluarga Kyuhyun menunduk lesu dan airmatanya semakin menggenang di mata bulatnya. Ayah Kyuhyun mengumpulkan kekuatannya untuk beranjak dari tempat duduknya, mendekati anak bungsunya. Younghwan mengambil salah satu tangan Kyuhyun. Hatinya seolah-olah tercabik melihat tangan putranya yang bergetar. Kyuhyun memandang ayahnya dengan mata yang masih berair. Tidak, dia belum menangis, bahkan dia takut untuk menangis.

“Maafkan keluarga saya, Kiho-ssi yang terlalu memaksakan acara ini tanpa meminta persetujuan anda dahulu….” Cho Younghwan membungkukkan badannya untuk meminta maaf. Dia, kemudian menatap Siwon seolah memintanya untuk melepaskan tangannya dari pinggang Kyuhyun.

“A-Appa….” Kyuhyun menghamburkan dirinya di pelukan ayahnya. Younghwan memeluk putranya dengan erat, sedangkan di tempat lain, Cho Ahra menenangkan ibunya Cho Han Na…

“Cho appa…” Siwon mulai membuka mulut.

“Sudahlah Siwon-ah….Mungkin saat ini bukan waktunya bagi kalian untuk menikah…”

“M-maaf…Seharusnya aku tidak perlu memberitahu keluargaku….” Siwon benar-benar menyesal dengan apa yang sudah dilakukan. Kiho turun dari mimbar, berjalan menuju putranya.

“Kau tidak salah Siwon-ah…Bagaimanapun mereka masih keluargamu.” Younghwan mencoba menenangkan Siwon sambil terus memeluk putranya sendiri yang tubuhnya bergetar.

“Kiho-ssi….Sekali lagi maaf…” Younghwan mengulurkan tangannya kepada Kiho. Dengan canggung Kiho membalas uluran tangan itu. Kyuhyun pun melepaskan pelukannya dari ayahnya untuk sekedar membungkuk. Namun Siwon hanya menundukkan kepalanya seolah enggan untuk melihat wajah ayahnya sendiri.

“Baiklah…sebelumnya terima kasih untuk semua ini. Kami pamit dulu…” Younghwan ingin segera pergi dari rumah Siwon dan membawa Kyuhyun pergi dengan keluarganya.

“A-Appa….tolong biarkan Kyuhyun di sini….” Siwon seakan tidak terima. Kiho meninggalkan mereka. Dia berjalan dan berhenti di depan tempat duduk yang dipenuhi oleh sahabat dan keluarga serta manajer.

“Biarkan Kyuhyun bersama kami untuk sementara waktu,Siwon-ah….” Younghwan tetap dengan pendiriannya.

“Baby Kyuhyunnie mau kan pulang bersama Appa, Eomma dan Noona???” tanya Younghwan dengan lembut sambil membelai kepala Kyuhyun. Tidak ada kata yang keluar dari mulut Kyuhyun, dia hanya menganggukkan kepalanya.

“B-Baby….Apa kau akan meninggalkanku di sini???” Siwon mulai meneteskan airmatanya. Kyuhyun berbalik dan memeluk Siwon seketika.

“Aku tidak akan pernah meninggalkanmu,Wonnie….A-Aku ingin bersama keluargaku untuk sementara, boleh kan???” Kyuhyun berbisik tepat di telinga Siwon dan itu semakin membuat Siwon terisak.

“Kau tetap boleh ke rumahku dan menginap disana…” lanjut Kyuhyun. Seakan mengerti perasaan Kyuhyun, Siwon pun mengangguk mendengar semua kata yang terucap dari bibir Kyuhyun.

“Aku pasti akan ke sana, Baby….”

“Aku harus pulang…Jaga dirimu baik-baik Wonnie…” Siwon memeluk Kyuhyun semakin erat seolah tidak rela jika Kyuhyun pergi darinya.

“Sssssst….Wonnie….Kau sudah berjanji untuk selalu kuat, untukku….” Kyuhyun menangkupkan kedua tangannya di wajah Siwon, menghapus airmata yang masih mengalir dari kedua matanya dan kemudian memberikan ciuman singkat di bibirnya. Setelah itu, dia melepaskan pelukannya dan meraih tangan ayahnya. Dengan langkah mantap Kyuhyun berjalan menuju ibu dan kakaknya. Pemandangan di depan sungguh membuat semua orang yang hadir merasakan apa yang Siwon dan Kyuhyun rasakan. Donghae, Eunhyuk, dan Ryeowook pun tidak bisa menahan airmatanya. Mereka yang sangat semangat untuk menyiapkan semuanya namun acara tidak terlaksana sungguh membuat hati mereka seakan hancur. Mereka hanya ingin membuat sahabat yang seperti kelurganya sendiri merasakan kebahagiaan.

“Saya, atas nama keluarga Choi, sekali lagi minta maaf atas ketidaknyamanan ini…Saya hanya tidak bisa menerima janji suci pernikahan diucapkan bukan pada pernikahan sesungguhnya…” Choi Kiho dengan suara lantangnya sekali lagi meminta maaf kepada semua yang hadir. Siwon dengan langkah gontai mulai berjalan meninggalkan taman itu dan menuju rumahnya.

“Choi Siwon!!! Kembali ke sini….” Kiho dengan nada yang sangat tegas meminta Siwon untuk berdiri di sampingnya. Namun Siwon seakan tuli, dia terus melangkah menjauh.

“Choi Siwon!!! Turuti perintahku!!!” Siwon terdiam. Dia, mau tak mau menghentikan langkahnya. Nada Kiho yang benar-benar menuntut membuatnya terpaku di tempat itu.

“Younghwan-ssi…Mohon jangan meninggalkan tempat ini dulu.” Kiho melanjutkan bicaranya.

“Tolong maafkan saya…Hari ini tidak akan pernah ada pernikahan seperti ini dan selamanya tidak akan pernah ada pernikahan yang seperti ini!”

“Saya tahu Kiho-ssi….Memang impian putra saya terlalu konyol hahahaha” Younghwan mencoba mencairkan suasana yang sangat tegang. Semua orang tahu kalau tawa Younghwan benar-benar tawa yang dipaksakan. Keluarga Cho mulai beranjak untuk meninggalkan tempat.

“Kami pamit dulu…Untuk yang lain, silakan menghabiskan makanannya. Sayang sekali kan kalau dibuang heheeeee” sekali lagi Younghwan mencoba membuat candaan untuk menghangatkan suasana yang pastinya tidak berhasil.

“Anda boleh pergi Younghwan-ssi…Tapi biarkan Kyuhyun di sini…” Kiho bersuara lagi. Sontak hal itu membuat Kyuhyun membulatkan matanya. Dia tidak tahu apa yang diinginkan Kiho. Bagaimana mungkin dia tetap di tempat itu kalau impiannya hancur seketika karena kedatangannya.

“Saya sudah mengatakan kepada Siwon untuk membawa Kyuhyun bersama kami…” jelas Younghwan.

“Tapi saya tidak mau sesuatu yang buruk terjadi kepada putra saya Younghwan-ssi…” perkataan Kiho membuat semua orang merasa geram. Hati mereka seakan bertanya-tanya bagaimana mungkin ada orang tua seegois itu.

“Tolong Kiho-ssi…Saya sudah cukup bersabar! Saya hanya ingin anak saya tenang….” Younghwan mulai menampakkan emosinya. Dia sudah mencoba berbaik hati dengan semua yang terjadi. Younghwan hanya tidak mau putra kesayangannya merasa direndahkan. Younghwan hanya ingin membuat Kyuhyunnya merasa tenang karena dia tahu kondisi Kyuhyun yang gampang sakit kalau terlalu banyak pikiran dan dalam kondisi tertekan. Kiho tidak mengindahkan perkataan Younghwan. Dia melangkahkan kakinya untuk mendekati Kyuhyun. Dia meraih tangan Kyuhyun, namun Younghwan mencegahnya.

“Tolonglah….Pernikahan yang kau inginkan memang tidak akan pernah terjadi Kyuhyun-ah….Tapi tolong jangan meninggalkan putraku….” Kiho menatap Kyuhyun dan berkata dengan nada yang seolah-olah memohon. Kyuhyun hanya terdiam, tenggorokannya serasa tercekat sehingga satu kata pun tak mampu ia ucapkan. Younghwan juga mendadak terdiam. Dia sadar bahwa tidak hanya Siwon saja yang akan menderita ketika Kyuhyun tidak ada di sampingnya, namun Kyuhyun juga pasti merasakan hal yang sama.

“Kyuhyun-ah….Ikutlah denganku….” sekali lagi Kiho meminta Kyuhyun. Kyuhyun menatap ayahnya, meminta pendapat tentang apa yang harus dilakukan. Younghwan mendengus kesal dan akhirnya menganggukkan kepalanya. Kyuhyun pun akhirnya meraih tangan Kiho. Mereka berdua berjalan ke depan.

“Siwon-ah!!! Sampai kapan kau berdiri di situ???” bentak Kiho. Tapi Siwon tetap dengan pikirannya sendiri dan enggan bergeming.

“Saya tahu anda semua sangat kecewa dengan keputusan saya, tapi saya ingin menyampaikan bahwa walaupun saya tidak setuju dengan acara ini dan membatalkannya tetapi saya juga tidak ingin melihat putra saya dan orang yang dicintainya menderita dan tersakiti. Percayalah….Saya sebagai orang tua juga pasti akan menderita kalau putra atau putrinya menderita. Oleh karena itu saya berharap anda sekalian masih bisa menerima kalau acara ini diganti sebagai pesta pertunangan saja…”

DEG….Jantung Kyuhyun berdetak sangat cepat, kedua matanya membesar sempurna, semua anggota tubuhnya bergetar kembali. Begitu pula dengan semua orang yang hadir di situ, jantung mereka seakan ingin melompat keluar. Hanya Ny.Choi dan Jiwon yang tersenyum bahagia. Siwon yang semula tak bergeming di tempat dimana dia berdiri seakan mendapatkan nyawa baru. Dia menatap ayahnya tidak percaya. Namun Kiho tidak memperhatikan Siwon, dia lebih memilih untuk menenangkan Kyuhyun. Dia merangkul pundak Kyuhyun.

“Kyuhyun-ah…Maafkan Abeoji, ne….” dengan senyuman hangat Kiho menatap Kyuhyun.

“A-Abeoji….” akhirnya kata yang selalu ingin diucapkannya tersenandung manis dari bibirnya. “Abeoji”…Ya akhirnya Kyuhyun berhak memanggil Kiho dengan “Abeoji”, seperti impiannya selama ini. Kiho melepaskan tangannya dari pundak Kyuhyun dan berganti memeluknya. Kyuhyun terisak di pelukan Kiho. Isak tangis kebahagiaan kali ini. Semua yang menyaksikan juga tidak bisa untuk tidak meneteskan airmata. Ini terlalu mengesankan bagi mereka. Ice man Kiho akhirnya menunjukkan betapa dia juga menyayangi Kyuhyun, tak seperti bayangan mereka. Ny.Choi yang sedari tadi diam mulai berdiri dan berjalan ke depan, tidak, dia tidak mendekati Kyuhyun dan suaminya, melainkan mendekati putranya sendiri. Siwon terus menangis, seakan tak percaya dengan apa yang tersaji di depan matanya. Ny.Choi memeluk putra tercintanya.

“Eomonim….”

“Putra Eomma sudah benar-benar dewasa….” Ny.Choi mengusuk dengan lembut punggung Siwon sejenak sebelum menggandeng tangan Siwon.

“Ayo….Cepat berdiri di sebelah Abeoji mu sebelum dia berubah pikiran…” goda Ny.Choi. Dengan cepat, Siwon menghapus airmatanya. Dia menggenggam tangan ibunya dan kemudian mereka berdua berjalan mendekati Kyuhyun dan Kiho. Sedangkan Younghwan memeluk HanNa dan Ahra. Mereka tak berhenti meneteskan airmata namun senyum pun juga dengan indahnya terpatri di wajah mereka. Kebahagiaan putranya dengan orang yang dicintainya akhirnya tercapai.

“Abeoji….” Siwon walaupun dengan tangan yang masih bergetar mencoba memanggil ayahnya. Kiho pun melepaskan pelukannya dari Kyuhyun dan menatap putranya..

“Abeoji tidak mengira kau ternyata cengeng….” ejek Kiho dengan tersenyum. Perkataan Kiho sontak membuat semua yang hadir juga tertawa walaupun wajah mereka masih dialiri oleh airmata. Sedangkan Kyuhyun hanya menunduk malu.

“Dia memang menjadi orang yang paling cengeng kalau masalah cinta…” teriak Leeteuk dari tempat duduknya. Para tamu pun semakin tertawa.

“Hyuuuuuuuuuuuung!!!!” teriak Siwon seakan tidak terima.

“Sudahlah…Sekarang mari kita ke acara pertunangannya.” potong Kiho. Ny.Choi memberikan sebuah benda yang digenggamnya dari tadi kepada Kiho. Kemudian dia berjalan menuju tempat duduknya yang semula.

“Hadirin sekalian, saya mewakili putra saya, Choi Siwon mengucapkan terima kasih atas kehadiran saudara semua. Saya juga mengucapkan terima kasih atas semua bantuan saudara sehingga acara ini berlangsung. Untuk mempersingkat acara ini, marilah kita berdoa agar pertunangan ini memberikan segala kebaikan dan menjadi awal untuk menuju pernikahan yang sesungguhnya, yang dipenuhi oleh kebahagiaan dan dijauhkan dari segala keburukan. Sebagai penanda bahwa Choi Siwon adalah milik Cho Kyuhyun dan Cho Kyuhyun adalah milik Choi Siwon, maka kiranya keduanya bersedia menyematkan benda mungil ini di jari manis keduanya.” Kiho membuka sebuah kotak yang menyajikan sepasang cincin berlian dengan inisial CS dan CK. Tangan Siwon yang sedari tadi bergetar semakin bergetar. Dia mengambil cincin dengan inisial CK untuk dipasangkan di jari manis Kyuhyun. Kiho mendelik melihatnya.

“Ya Choi Siwon!!! Seharusnya kau mengambil yang berinisial namamu sendiri untuk dipakai Kyuhyun sebagai tanda kau miliknya!!!” Kiho yang gemas dengan perilaku anaknya seakan lupa kalau dia yang memimpin acara pertunangan itu. Semua tamu pun tertawa.

“Mi-mianhae Abeoji….”

“Hal seperti ini saja kau tidak mengerti!!! Bagaimana mungkin kalian percaya diri untuk menikah!!!” tawa para tamu tambah meledak. Mereka seakan lupa kejadian sebelumnya. Kyuhyun pun hanya mampu menunduk menahan malu dan hanya bisa merutuki kebodohan kekasihnya itu dalam hati.

“S-saya hanya gugup Abeoji….” bela Siwon.

“Alasan!!! Cepat pakaikan!!!” dengan wajah yang penuh senyum, Siwon meraih tangan Kyuhyun dengan penuh kelembutan, menyematkan berlian itu di jari manisnya.

“Kyuhyun-ssi…Sekarang giliran anda…” Kiho sekali lagi tersenyum lembut ke arah Kyuhyun. Kyuhyun dengan mantap mengambil cincin berlian tersebut dan menyematkan di jari manis orang yang sangat dicintainya itu.

“Acara utama dalam pertunangan ini sudah selesai dilakukan. Sekali lagi, semoga acara ini memberikan kebahagiaan bagi mereka berdua…Amen…”

“Amen…” semua yang hadir mengamini. Mereka kemudian bertepuk tangan sebagai tanda bahwa mereka mendukung acara pertunangan itu. Kiho menggapai salah satu tangan Kyuhyun dan salah satu tangan Siwon. Dia kemudian menyatukan kedua tangan itu.

“Jagalah kesucian dan kemurnian cinta kalian….” Kyuhyun dan Siwon mengangguk mantap. Siwon pun akhirnya memeluk tubuh Kyuhyun, menyalurkan rasa hangat yang membuat Kyuhyun merasa sangat nyaman. Kyuhyun menghirup aroma maskulin Siwon sejenak yang mampu membuat pikirannya kembali tenang.

“Hadirin sekalian….Terima kasih atas kesediaannya untuk hadir di sini. Acara terakhir….Silakan menikmati hidangan sederhana yang tersaji di sini.” Kiho pun akhirnya menutup acara pertunangan itu. Keluarga Cho mengayunkan langkah kaki mereka menuju Kiho sebelum memberi selamat kepada Siwon dan Kyuhyun.

“Kiho-ssi….”

“Akhirnya…kita menjadi keluarga Younghwan-ssi…” kata Kiho dengan penuh kelegaan. Ny.Choi dan Jiwon pun tersenyum puas dengan selesainya acara tersebut. Mereka kemudian mengambil makanan bersama-sama dan akhirnya meninggalkan Siwon dan Kyuhyun yang masih asyik berpelukan. Kedua keluarga itu akhirnya mempunyai kesempatan untuk ngobrol dan lebih mengenal satu sama lain.

“I love you so much Baby….” bisik Siwon di telinga Kyuhyun.

“I love you too, Wonnie…So so much….” mereka berdua masih menikmati kehangatan yang diberikan satu sama lain.

“Hey yoooo,bro!!! Congrats!!!” tiba-tiba Eunhyuk menginterupsi acara pelukan mereka. Dengan sedikit kesal, Siwon pun melepaskan pelukannya karena Kyuhyun berontak dalam dekapannya begitu mendengar suara Eunhyuk.

“Hyuuung…Gomawoooo!!!” teriak Kyuhyun seperti anak kecil dan langsung berhambur memeluk Eunhyuk. Namun Siwon menariknya.

“Aish Baby!!! Tidak perlu peluk-peluk yang lain!!!” keposesifan Siwon kembali muncul.

“Ya MaSi!!! Aku ini hyungnya!! Wajar kan kalau dia memelukku!!!” bentak Eunhyuk. Melihat Siwon mempoutkan bibirnya karena bentakan Eunhyuk membuat Kyuhyun merasa kasihan. Dia pun segera melepaskan pelukannya dan berbalik menangkup wajah Siwon, memberikan kecupan singkat di bibir jokernya. Siwon tersenyum penuh kemenangan, dia menggenggam kedua tangan Kyuhyun dan berbalik mengecup bibir Kyuhyun.

“Ya!! Hentikan!!! Ini di tempat umum!!!” bentak Eunhyuk lagi. Kyuhyun pun hanya gigling menanggapinya. Setelah itu, member yang lain satu per satu memberikan ucapan selamat kepada mereka yang diikuti oleh keluarganya dan para manajer. Setelah itu, mereka sibuk dengan makanan.

Melihat tak ada lagi orang yang mengerumuni Siwon dan Kyuhyun, Ny.Choi dan Jiwon pamit kepada keluarga Cho untuk segera menyelamati putra mereka sebelum pergi meninggalkan acara itu untuk menyelesaikan urusannya.

“Oppa….Selamat yaaaa….” kata Jiwon dengan semangat. Siwon memeluk adik satu-satunya itu dan mengakhiri dengan mengecup pucuk kepala Jiwon. Kyuhyun tersenyum melihat kedekatan kakak-adik itu. Sebenarnya Kyuhyun merasa malu terhadap Jiwon yang terlihat lebih dewasa dan mandiri, sedangkan dia adalah anak manja dan adik super manja. Bahkan kakaknya, Cho Ahra menganggap dia sebagai anaknya. Setelah puas memeluk Jiwon, Siwon pun mepelaskannya dan meraih tangan Kyuhyunnya yang tersemat cincin. Siwon mencium jari itu. Jiwon seketika melepaskan genggaman tangan Siwon dari Kyuhyun. Siwon hanya membelalakkan matanya terkejut.

“Nanti saja Oppa acara lovey-dovey nya!!! Aku juga ingin memeluk Kyuhyun Oppa!!!” kata Jiwon yang langsung membuat Kyuhyun tertawa, sedangkan Siwon mempoutkan bibirnya lagi, namun kali ini dia tidak mendapatkan ciuman dari Kyuhyun karena Kiho dan istrinya berdiri setia di dekat mereka.

“Kyuhyun oppa…Selamat,ne…Akhirnya cinta kalian berlanjut ke tahap yang baru…dan bulan depan ke tahap akhir untuk sebuah ikatan yang takkan pernah terputuskan dan tercatat secara resmi…” Kyuhyun mendadak kaget dengan kata-kata Jiwon. Namun Jiwon hanya memberinya kerlingan mata. Kyuhyun bertambah bingung. Jiwon yang merasa gemas dengan sikap Kyuhyun hanya tertawa dan kemudian memeluknya sebentar. Setelah ucapan selamat dari Jiwon, Ny.Choi juga melakukan hal yang sama.

“Eomonim…terima kasih….” Siwon memeluk ibunya dengan erat dan Ny.Choi hanya mengangguk. Puas memeluk ibunya,Siwon menatap ayahnya dengan penuh bahagia. Ny.Choi meraih tangan Kyuhyun dan menyatukan dengan tangan Siwon. Siwon pun kembali menatap ibunya.

“Apapun yang terjadi…tetaplah bersatu…Kalian sangat sempurna…” ucap Ny.Choi. Kyuhyun dan Siwon mengangguk dengan penuh keyakinan.

“Berjanjilah padaku kalau kau akan selalu bersama putraku,Kyuhyun-ah…” pinta Ny.Choi.

“Aku melihat kebahagiaannya dalam dirimu Kyuhyun-ah…” mendengar kalimat itu, serta merta Kyuhyun memeluk Ny.Choi dan mulai menangis. Dia mengangguk-anggukkan kepalanya tanpa henti.

“Terima kasih telah membawanya ke dunia ini Eomonim….” kata Kyuhyun yang membuat Ny.Choi semakin memeluknya.

“Saya berjanji tidak akan pernah meninggalkannya karena dia adalah hidup saya, Eomonim….” Ny.Choi membelai kedua pipi Kyuhyun dengan segenap rasa kasih sayang yang dimilikinya dan mengakhirinya dengan kecupan di dahi Kyuhyun. Kiho tersenyum penuh dengan kepuasan. Akhirnya, dia dapat melihat kebahagiaan putranya dan yang lebih utama adalah kebahagiaan itu karena dirinya juga. Dia menyerahkan bingkisan kecil yang sudah disiapkannya sebagai hadiah.

“A-Abeoji….”

“Ini untuk kalian!”

“Terima kasih Abeoji…” ucap Kyuhyun dengan membungkukkan badan.

“Jawaban untuk rasa bingung tadi ada dalam kotak kecil itu,Kyuhyun-ah…” kata Kiho sambil terus tersenyum. Sedangkan Kyuhyun hanya bisa menggaruk-garukkan kepalanya yang tidak gatal.

“Hanya itu yang bisa kami berikan….” Ny.Choi ikut berbicara.

“Abeoji…B-bolehkah kami membukanya??” tanya Siwon agak ragu.

“Silakan…Itu sudah menjadi milik kalian…” jawab Kiho. Dengan tidak sabar Siwon membuka bingkisan itu, kemudian membuka kotaknya. Matanya melotot dan menyiratkan kebingungan. Melihat ekspresi tunangannya seperti itu, Kyuhyun penasaran dan mengambil kotak itu. Keluarga Choi hanya tersenyum melihat ekspresi keduanya, terlebih lagi ekspresi Kyuhyun yang begitu lucu. Kedua mata bulatnya membuat dirinya terlihat seperti anak kecil. Kyuhyun kemudian mengambil isinya.

“Ti-tiket ke Belanda???” seolah tak percaya dengan apa yang dipegangnya, pertanyaan tiba-tiba terlontar dari bibir plumnya.

“Ne….” jawab keluarga Choi serentak. Siwon mengambil lagi kertas terakhir yang ada dalam kotak dan membacanya dengan penuh konsentrasi. Mulutnya menganga, matanya membelalak tajam, degub jantungnya terpacu, kepalanya menggeleng-geleng lucu.

“Wonnie….” Kyuhyun yang penasaran menarik-narik jas bagian bawah milik Siwon. Siwon yang akhirnya tersadar, menatap Kyuhyun dengan sorot mata penuh kehangatan. Dia meraih jemari-jemari Kyuhyun dimana cincin pertunangan mereka disematkan. Siwon mencium jari manis itu dengan segenap perasaan sayang, cinta dan haru.

“Wonniiiiie…Aku tidak mengerti….” Kyuhyun merengek layaknya anak kecil. Keluarga Choi tersenyum semakin lebar melihatnya.

“Kita akan menikah Baby….” kata Siwon mantap.

“Eoh???” Kyuhyun semakin tidak mengerti. Siwon menarik Kyuhyun dalam pelukannya.

“Bulan depan kita akan menikah!!! Kita akan pergi ke Belanda dan akan menikah di sana Baby….” jelas Siwon sambil tetap setia memeluk big-babynya.

“Wonnie jangan bercanda!!!”

“Abeoji sudah mengatur semuanya. Abeoji ingin kita menikah secara sah!!!” jelas Siwon lagi. Kyuhyun pun akhirnya melepaskan pelukan Siwon.

“A-Abeoji…Be-benarkah kami akan menikah???” tanya Kyuhyun gugup.

“Ne….Seperti yang Abeoji katakan Kyuhyun-ah…Abeoji tidak menerima pernikahan yang main-main karena bagi Abeoji pernikahan itu suci…”

“A-Abeoji….”

“Setelah Siwon meninggalkan rumah kemarin, Abeoji mengurus semuanya, termasuk pengosongan jadwal kalian untuk bulan depan. Abeoji melihat keseriusan dalam perkataan Siwon, jadi Abeoji ingin kalian juga menikah dengan serius!”

“A-Abeoji….” Kyuhyun tidak mampu lagi untuk berkata-kata. Terlalu banyak kejutan untuknya hari ini. Kejutan yang membuatnya merasakan kebahagiaan abadi. Kiho mendekati Kyuhyun, mengusuk puncak kepala Kyuhyun, kemudian memeluknya.

“Abeoji titipkan Siwon kepadamu, Kyuhyun-ah….” Kyuhyun membalas pelukan Kiho dan dengan penuh keyakinan…

“Ne Abeoji…I’m gonna love him and take care of him the best that I can…” perkataan Kyuhyun yang penuh dengan keyakinan membuat Kiho menghela nafas lega. Dia menuju Siwon dan memberikan pelukan terbaiknya.

“Jagalah cinta kalian…Jangan mengecewakan dia, ne!!!” Kiho menepuk punggung Siwon.

“I will Abeoji… I wil….”

“Okey…Kami harus pergi dulu. Ingat, jangan sampai lupa kalau bulan depan kalian harus menikah!” kata Kiho tegas namun dengan senyuman.

“Ne Abeoji…” jawab Kyuhyun dan Siwon bersamaan.

Keluarga Choi pun akhirnya berpamitan kepada para tamu yang hadir. Setelah berpelukan dengan keluarga Cho, keluarga Choi berjalan menampakkan punggungnya yang semakin menjauh meninggalkan acara itu.

“Abeoji….Gomawo….I love you….” Siwon berkata sambil menatap punggung ayahnya yang menjauh. Tangannya memeluk pinggang Kyuhyun dan Kyuhyun pun menyandarkan kepalanya di bahu kokoh Siwon.

“He’s a great father….No wonder that you’re proud of him, Wonnie…” kata Kyuhyun.

“He is….” Siwon mengakhiri kalimat itu dengan mencium pucuk kepala Kyuhyun.

Hari sudah semakin sore, para tamu pamit untuk pulang. Keluarga Cho juga harus meninggalkan tempat itu karena mereka juga harus menyelesaikan urusan mereka.

“Kami pamit dulu, Baby….” kata ibu Kyuhyun yang memeluk erat putranya.

“Eommaaa….K-kami akan menikah…” kata Kyuhyun dengan wajah cerahnya.

“Waaah…anak Eomma sudah besar….” HanNa mencoba menggoda putranya.

“Jadiiii….Kau melangkahi Noona???” goda Ahra…

“Eomma…Appa…Noona…Ijinkan saya menikahi Kyuhyun bulan depan…” pinta Siwon dengan sopan. Younghwan hanya tersenyum menanggapinya.

“Appaaa….Katakan sesuatu!!!” Kyuhyun merengek sambil mempoutkan bibirnya.

“Aish…Kyuhyunnie!!! Kau bulan depan akan menikah, tapi masih suka merengek seperti anak kecil!!!” sindir Ahra. Kyuhyun semakin mempoutkan bibirnya. Melihat hal itu, Siwon segera memeluk tunangannya dari belakang untuk menenangkan. Memang keluarga Kyuhyun suka menggoda Kyuhyun karena mereka masih menganggap Kyuhyun seperti anak kecil.

“Eomma….” Kyuhyun ganti memanggil eommanya,meminta pembelaan sembari memainkan cincin pertunangan di jari manisnya dengan pipi yang sekarang menggembung.

“hahahahahaha….Dasar maknae!!!! Dewasa dooooong!!!!” teriak Kangin yang tiba-tiba hadir di antara WonKyu dan keluarga Cho.

“Awas kau, Kangin hyung!!!”

“Sssst…Baby…sudah…sudah…semakin kau bersuara semakin yang lain akan menggodamu…” Siwon menenangkan.

“T-tapi…”

“Sekali-kali dengarkan omongan calon suami mu Kyu….” Ahra kembali menyerang dan itu semakin membuat Kyuhyun mendengus kesal. Semua member Suju yang masih setia berada di tempat mulai mengerumuni Siwon dan Kyuhyun, memberikan pukulan ringan kepada Siwon sebagai ucapan selamat. Dan mereka tidak memukul Kyuhyun, melainkan menggigit lengan Kyuhyun bergantian.

“Aaaaaaaa….Kalian gilaaa!!! Appoooooooooooooo!!!” Kyuhyun berteriak tidak terima. Semuanya tertawa melihatnya. Kyuhyun mereka sudah kembali menjadi Kyuhyun yang sebelumnya, yang seperti anak kecil yang manja namun mereka sangat menyayanginya. Kyuhyun melepaskan diri dari Siwon dan mencoba menjitak kepala hyung-hyungnya. Keluarga Cho hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala melihat tingkah putra kesayangannya.

“Appa…Eomma…Noona…Sekali lagi, saya minta ijin untuk menikahi Kyuhyun….” kata Siwon dengan gentle.

“Kiho-ssi sudah memberitahu kami, Siwon-ah…dan mereka juga sudah minta ijin untukmu….” jawab Younghwan.

“Oh…Jadi Abeoji sudah mengatakan semuanya…”

“Iya, tadi ketika kami berbincang-bincang sambil makan…” kata HanNa yang kemudian memberikan tepukan ringan di punggung Siwon.

“Aku mempercayakan adikku kepadamu,Siwon-ah! Jangan pernah kau menyakitinya atau kau akan berhadapan denganku!” kata Ahra dengan tegas.

“Ne Noona…Aku berjanji tidak akan mengecewakan Noona dan keluarga Cho…Aku akan selalu mencintai Kyuhyun dan menjaganya dengan segenap jiwa dan ragaku.” kata Siwon meyakinkan.

“Kami percaya kepadamu,Siwon-ah….” Younghwan kembali berkata dengan menepuk bahu Siwon.

“Kalau begitu, kami pamit dulu, Siwon-ah…Persiapkan diri kalian dengan baik untuk bulan depan….”

“Ne Appa….”

“Aga….” Cho HanNa berteriak memanggil putranya yang masih semangat mengejar Donghae untuk menjitak kepalanya. Mendengar teriakan eommanya, Kyuhyun pun berlari menuju suara itu.

“Eomma!!! Jangan memanggilku seperti itu….” protes Kyuhyun. Tidak tahu kenapa Kyuhyun sekarang malu dipanggil Aga (Baby).

“Apapun yang terjadi, Kyuhyunnie akan selalu menjadi my Aga…” jawab HanNa sambil mencium pipi Kyuhyun. Kyuhyun tidak bisa berkata apa-apa lagi. Kedua pipinya merona

“Eomma….Aku akan menikah bulan depan…”

“Eomma sudah tahu semuanya…Aga harus jaga diri ya….” mata Kyuhyun berkaca-kaca. Mulai hari ini dia akan lebih fokus ke kehidupannya dengan Siwon. Dan setelah menikah nanti, apapun yang dia lakukan harus atas persetujuan Siwon karena menikah bagi Kyuhyun berarti menyerahkan dirinya sepenuhnya kepada suami. Seakan tahu apa yang berada di benak Kyuhyun, Siwon kembali memeluk tunangannya dari belakang.

“Hey….Kau masih bisa menemui kelurgamu, Baby….Tidak ada yang akan berubah….” kata Siwon sambil mengusap kepala Kyuhyun.

“Be-benarkah???” tanya Kyuhyun meminta kebenaran.

“Aku tak akan pernah menghalangimu untuk bertemu keluargamu.Aku juga akan sering berkunjung ke rumah keluargamu…” Kyuhyun tersenyum bahagia. Semua orang yang berada disitu pun juga ikut tersenyum.

“Kyuhyunnie…kami harus pulang…” akhirnya Ahra berkata. Mereka berpelukan sebelum benar-benar meninggalkan tempat itu.

Sekarang hanya ada Siwon, Kyuhyun dan member Suju. Member memang ingin lebih lama menghabiskan waktu sebelum nantinya Siwon yang akan mendominasi Kyuhyun. Siwon meminta mereka untuk istirahat di dalam rumahnya.

“Bagaimana dengan semuanya???” tanya Ryeowook tiba-tiba sambil menunjuk keadaan taman yang porak poranda.

“Tenang saja Ryeowook-ah…Aku sudah membayar orang untuk membersihkannya.” jawab Siwon ringan. Mereka pun akhirnya berkumpul di ruang tamu. Siwon mengeluarkan wine terbaik yang dia miliki.

“By the way….Kau jadi membeli mahar untuk acara ini kan???”tanya Donghae. Siwon hanya tersenyum.

“Tapi tadi yang membawa cincin kan ibumu, Siwon-ah…Apa kau tidak jadi memberikan Kyuhyun sesuatu???” tanya Donghae lagi. Siwon berjalan menuju kamarnya. Dia mengambil sesuatu yang memang ingin diberikan kepada Kyuhyunnya.

“Dasar aneh!!! Ditanya malah pergi….” Donghae mendengus.

“Ya hyung!!! Memang kenapa kalau Wonnie tak jadi memberikanku mahar???Ini sudah lebih dari cukup!” bela Kyuhyun.

“Wow!!! Maknae sekarang membela Siwon!!!” kata Kangin mengagetkan.

“Wajar kan, dia tunanganku!!!”

“hahahahahaa….Tunggu sampai idiotnya dia kambuh!!! Apa masih dengan lantang kau menyebut dia tunanganmu!! hahahahaha” kata Eunhyuk menyela.

“Hyuuuung!!! Setidaknya hargai dia!!! Ini hari pertunangan kami….” Kyuhyun mengeluarkan senjata ampuhnya yaitu mempoutkan bibirnya. Semuanya tertawa melihat kelakuannya. Kangin pun mendekati Kyuhyun dan tanpa disangka-sangka, dia mencium pipi Kyuhyun dengan mantap. Kyuhyun yang tidak terima mulai mengejar Kangin dan ingin memukulnya. Semuanya semakin tertawa melihatnya.

“Ya!!! Baby….Hentikan!!! Nanti kau lelah….” perintah Siwon yang tiba-tiba muncul sambil membawa kotak kecil.

“Dia mencium pipiku,Wonniiiiiiiiiiiie!!!” Kyuhyun menghentikan langkahnya dan berjalan menuju tunangannya.

“Ya Hyung!!! Kenapa kau menciumnya???” protes Siwon.

“Daripada aku menggigitnya!!! Itu ucapan selamat dariku. Tadi kan aku belum mengucapkan selamat…” jawab Kangin sambil cengengesan.

“Wow…Apa yang kau genggam Siwon-ah???” tanya Leeteuk penasaran sekaligus mengalihkan kejadian Kangin-Kyuhyun.

“Oh ini…Ini mahar untuk BabyKyu….” Siwon menarik Kyuhyun untuk duduk di sebelahnya. Tangan kanannya merangkul pundak Kyuhyun dan tangan kirinya memberikan kotak itu kepada Kyuhyun.

“Cincin lagi???” tanya Kyuhyun penasaran…

“Buka…buka….buka….” teriak Donghae yang diikuti Ryeowook dan Sungmin. Sedangkan member yang lain fokus kepada kotak kecil yang sekarang di tangan Kyuhyun.

Kyuhyun dengan hati-hati membuka kotak itu. Matanya, untuk kesekian kali kembali membulat. Bibirnya membentuk huruf “O”. Member dibuat semakin penasaran karena Kyuhyun tidak kunjung berkata apa isi kotak tersebut. Siwon sangat gemas melihat BabyKyunya. Dia memberikan kecupan singkat di bibir Kyuhyun dan sontak Kangin dan Leeteuk menghadiahi jitakan di kepalanya.

“Auch!!!” seru Siwon sambil mengusuk-ngusuk kepalanya.

“Bisakah kau menahan diri????Setidaknya sampai kami pulang!!!” kata Leeteuk.

“Aku hanya menciumnya sebentar hyung….Dia benar-benar menggemaskan…”

“Siwonniiiiiiiiiiiiiie….” Kyuhyun yang tersadar tiba-tiba memeluk Siwon dengan erat.

“Aish!!! Kalian ini!!!” Kangin yang penasaran, mengambil kotak yang berada di pangkuan Kyuhyun. Member pun mulai mendekati Kangin.

“Whaaaaaaaaaaaaaaatttt???Audi????” teriak Eunhyuk tak percaya ketika melihat sebuah kontak mobil di dalam kotak imut itu. Siwon hanya menganggukkan kepala.

“Oh Maaaaaaaaaan…Pernikahan jadi-jadian saja maharnya Audi??? Just woooowwwww…” Donghae menggeleng-gelengkan kepala seolah tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.

“Dimana mobilnya, by the way???” tanya Sungmin.

“Di garasi….”

“K-kapan sampai???” tanyanya lagi.

“Semalam….” jawab Siwon tanpa mengalihkan pandangannya dari Kyuhyun.

“T-tapi..kenapa kita tidak tahu???Semalam kami di sini….” tanya Donghae heran.

“Tapi kalian mendengar suara mobil kan semalam???Dan kalian juga pasti tahu ada tamu yang datang semalam…”

“Ooooo…jadi mereka pegawai Audi???”

“Yup!” jawab Siwon sambil mengecup kepala Kyuhyun. Semua member berhamburan menuju garasi karena ingin melihat mobil Audi itu. Di sana, mereka hanya bisa membulatkan bibir mengagumi sebuah Audi hitam yang benar-benar seksi??? Sedangkan Kyuhyun hanya ingin berada dalam dekapan tunangannya.

“Wonnie…itu terlalu mewah untukku…”

“Tapi itu cocok sekali denganmu Baby…Pertama kali aku melihatnya di majalah, aku langsung membayangkan dirimu Baby…”

“J-jadi majalah yang kau liat kemarin pagi itu…”

“Ne….”

“T-tapi bagaimana bisa secepat itu kau mendapatkannya??”

“Aku langsung menuju Showroom Audi setelah mengantarmu ke dorm….” Siwon dengan sabar menjelaskan.

“Itu berlebihan Wonnie…”

“I just want the best for my best Baby…” Kyuhyun semakin menyamankan posisinya di dada bidang Siwon. Kata-kata Siwon selalu membuatnya merasa nyaman.

“Kau tidak ingin melihatnya??”

“Hyung-hyungku masih di sana…Nanti saja kalau mereka sudah pulang.” Kyuhyun mendongakkan wajahnya, mempoutkan bibirnya sebagai isyarat agar Siwon menciumnya. Siwon pun mendekatkan wajahnya, meraih bibir plum itu dengan bibir jokernya. Mereka berciuman dengan sangat lembut, menyebarkan kehangatan dari diri mereka. Tangan Siwon bergerak menuju tengkuk Kyuhyun untuk mendorong kepala Kyuhyun agar ciuman mereka semakin dalam. Kyuhyun mengalungkan kedua tangannya secara otomatis ke leher Siwon. Walaupun kini hanya ada mereka berdua, ciuman itu tetap lembut. Beberapa menit kemudian, Kyuhyun memukul dada Siwon agar dia melepaskan tautan bibirnya. Siwon yang mengerti akan tanda itu segera melepaskan bibirnya dari bibir Kyuhyun. Wajah Kyuhyun memerah dan Siwon semakin mengagumi tunangannya yang sedang mengatur nafas itu.

“I love you, Baby….” Siwon berkata sangat lirih sambil tersenyum.

“I do love you too, Wonnie…” jawab Kyuhyun sambil memegang tangan Siwon yang setia di pipinya.

“Wonnie…aku lapar…” Siwon mengecup tangan tunangannya sebelum berdiri.

“Tunggu di sini…Aku akan mengambilkan makanan untukmu….” Kyuhyun hanya mengangguk.

Tidak lama kemudian, pasangan yang baru saja bertunangan itupun menikmati makanan mereka. Sedangkan member, setelah puas mengagumi sosok Audi Lucifer itu kembali ke ruang tamu untuk bergabung dengan Siwon dan Kyuhyun. Mereka kembali ngobrol sambil sesekali menggoda Kyuhyun karena saat itulah kesempatan terbaik untuk membalas dendam kelakuan maknae yang selama ini mengerjai hyung-hyungnya. Ketika mereka asyik mengobrol, ponsel Siwon berdering. Siwon segera mengambil dan melihat nama yang tertera di ponselnya. Kyuhyun ikut melihat ponsel Siwon, kemudian tersenyum.

“Kau mau menjawabnya Baby???” Siwon menawarkan.

“Jawab saja Wonnie…” kata Kyuhyun sambil mengusuk punggung Siwon.

“Yeoboseyo, Yesung-hyung…”

Siwon-ah….Selamat atas pertunangan kalian, ne…. Maaf hyung tidak bisa datang karena tugas sosialnya baru saja berakhir….”

“Ne hyung…tidak apa-apa! Tapi bagaimana hyung tahu kalau aku dan Baby bertunangan???”

Wookie mengirimkan pesan yang panjang untukku,menceritakan semuanya hahahaha” Siwon tertawa mendengar Yesung tertawa.

“Terima kasih hyung atas ucapannya…”

Sama-sama….Kalau ada waktu, mampir saja ke MoBit, Siwon-ah...” tawar Yesung.

“Ne hyung…. Kami akan mampir lain hari….”

Ok kalau gitu aku tutup dulu Siwon-ah, aku harus menjaga MoBit…”

“Ne hyung….”

Sekali lagi selamat dan tolong sampaikan salamku kepada Kyuhyun… bye…”

tuuut tuuuut tuuuut

“Aish…Yesung hyungie selalu singkat kalau bicara…” kata Eunhyuk.

“Hahahahaha….Dia memang tak pandai bicara Eunhyuk-ah…” timpal Kangin.

Waktu terus berlalu. Leeteuk pamit untuk kembali ke tempat wajib militernya. Eunhyuk pun undur diri juga karena harus mengantarkan Leeteuk. Satu per satu member meninggalkan rumah Siwon. Dan kini, hanya ada Siwon dan Kyuhyun.

“Kau mau melihat hadiahmu, Baby??” Kyuhyun pun hanya mengangguk.

“Ayo…”

“Aaaack…Biarkan aku berjalan sendiri Wonnie….” Siwon dengan cepat menggendong Kyuhyun ala bridal style walaupun hanya menuju ke garasi –____–.

“Kau tak boleh terlalu capek Baby…” Kyuhyun hanya bisa memukul dada Siwon ringan. Sesampainya di garasi. Kyuhyun benar-benar merasa takjub dengan apa yang dilihatnya. Mobil mewah hitam yang tersaji di depannya adalah miliknya.

“W-Wonnie….Ini terlalu menakjubkan….”

“Baby menyukainya???” tanpa menjawab, Kyuhyun langsung meraup bibir joker tunangannya itu dengan bibirnya. Aksi mendadak Kyuhyun itupun disambut bahagia oleh Siwon.

“Gomawo Wonnie….” kata Kyuhyun setelah melepaskan tautan bibirnya.

“Aku masih tidak percaya dengan semua ini Baby….” Siwon menyandarkan tubuhnya di tembok sambil melihat big-babynya  yang fokus melihat setiap bagian mobil dengan detail.

“Aku tidak sabar menunggu bulan depan…Aku tidak sabar memegang buku pernikahan kita….” Kyuhyun pun menghampiri tunangannya setelah puas melihat mobil yang menjadi miliknya itu. Dia meraih tangan tunangannya, menciumnya dengan lembut kemudian meletakkan tangan itu di pipinya sejenak. Dia memejamkan matanya, mencoba menikmati apa yang melayang di otaknya sebentar. Siwon kembali menciumnya, masih dengan gerakan yang lembut. Kyuhyun membuka kedua matanya, kedua tangannya beralih meremas kemeja Siwon seakan berkata kalau dia begitu menikmati ciuman itu. Menit demi menit berlalu. Mereka pun harus melepaskan tautan bibir mereka lagi untuk bernafas.

“Thank you for everything Wonnie….” Kyuhyun memecah kesunyian. Dahinya menempel di dahi Siwon. Mereka saling menikmati hembusan nafas mereka.

“Thank you for being my everything, Baby…” Siwon kemudian memeluk Kyuhyun dan menghirup aroma yang sudah menjadi candu baginya.

“Wonnie….”

“Ne???”

“Aku lelah….dan ngantuk….” Siwon pun menyentil ujung hidung big-babynya.

“Come on…. Naik ke punggungku…” Kyuhyun sangat senang dengan tawaran Siwon. Dengan semangat Kyuhyun menaiki punggung Siwon.

“Wow!!! Kau semakin berat Baby…” Kyuhyun menggigit telinganya begitu mendengar kata “berat”.

“ Ouch!!!”

“Aku tahu kalau aku bertambah gemuk…” kata Kyuhyun dengan nada sedih. Mendengar itu, Siwon melangkahkan kakinya dengan cepat menuju kamar mereka. Dibaringkan big-baby nya dengan lembut. Namun, setelah berbaring sebentar Kyuhyun beranjak turun dari tempat tidur, berjalan menuju lemari untuk mengambil baju tidurnya. Dia kemudian berjalan ke kamar mandi untuk ganti baju.

“Baby….kenapa tidak ganti baju di sini saja??” goda Siwon. Namun Kyuhyun tidak menjawabnya. Siwon hanya mendengus. Dia akhirnya juga ganti baju, di kamar itu juga. Tidak lama kemudian. Kyuhyun keluar dengan piyama berwarna baby bluenya. Wajah yang sudah dibersihkan membuat wajahnya tambah seperti bayi karena kulitnya yang agak kemerahan. Kyuhyun berjalan menuju ranjang dan menyandarkan punggungnya di kepala ranjang yang terbuat dari kayu jati. Siwon mendekatinya, membelai pipinya.

“Mulai besok aku akan diet Wonnie…” kata Kyuhyun tiba-tiba.

“B-Baby….Apa yang kau katakan???” Kyuhyun meraih satu tangan Siwon dan menciumnya untuk menghilangkan rasa khawatir di wajah Siwon.

“Aku tidak mau Wonnie cepat capek ketika menggendongku…”

“Baby…Aku hanya bercanda….” Siwon meraih kepala Kyuhyun dan mencium keningnya.

“Kau tidak boleh diet! Aku suka apapun yang ada padamu Baby…Tidak ada yang perlu berubah…”

“……………………………..”

“Come here!” Siwon menarik tubuh Kyuhyun untuk mendekat padanya. Dia meraih kepala Kyuhyun untuk disandarkan ke dada bidangnya. Dia juga meraih jari-jemari Kyuhyun yang ada cincin pertunangan mereka. Dia menautkan jari-jari itu dengan jari-jarinya sendiri yang juga ada cincin pertunangannya.

“Kita sudah melewati banyak hal untuk mencapai impian kita,Baby…Dan selama kita melewatinya, kita tidak pernah merubah apapun. Jadi aku mohon,jangan pernah berubah Baby…”

“Ta-tapi…”

“Tidak ada “tapi” Baby….I love you for the you are…” Siwon mengeratkan pelukannya.

“Berjanjilah kau akan selalu mencintaiku….”

“I will Baby…I will…Dan kau juga harus berjanji untuk tetap berada di sisiku apapun yang terjadi…Apapun kata orang, kau tetap harus di sisiku….” Kyuhyun terus menganggukkan kepalanya.

“Mianhae….” Kyuhyun mendadak merasa terlalu sering menyakiti Siwon.

“For what??”

“For hurting you….for making you worried…for…”

“Sssst….Let’s juts talk about love,Baby….”

“From now on…I promise you, Wonnie…I’ll love ‘til death do us part….”

“I keep your promise Baby….Once you leave me..You’ll see me death…”

“W-wonnie….” Kyuhyun melepaskan genggaman tangan Siwon, dia memeluk Siwonnya begitu erat.

“My love for you is beyond everything Baby….I just can’t imagine my life without you…”

“Then don’t….Mulai detik ini, aku akan selalu bersamamu Wonnie….”

“Bisakah kita memutar waktu satu bulan ke depan….”

“Tsk!!! Kau tidak sabaran!!! Aku tidak akan kemana-mana Wonnie…”

“I just can’t wait to call you “my wife” Baby!!!” Kyuhyun meninju dada Siwon dengan ringan. Siwon memegang dadanya dan bereaksi seolah-olah sakit. Kyuhyun pun langsung mencium dada dimana dia meninjunya. Siwon tersenyum dengan lembut melihatnya. God…. How he loves him so much…

“Could you sing for me???Make me sleep well Baby since we won’t do it….” kata Siwon sambil mengerling.

“Do what??”

“Mmmmm….Making Choi junior ^__^ ” jawab Siwon sambil mengerling.

“Aish…Aku kan lelah Wonnie…”

“I know…But will you sing for me??I need to hear your beautiful voice…”

“What song???”

“Any love song Baby….” Siwon mencium pipi gembul Kyuhyun, Kyuhyun mengagguk dan langsung menyiapkan suaranya.

(The engsub of “NOTHING BETTER” by Jung Yup)

It always appeared before me
Your face, I remember
My heart that stopped short
You spitefully took my disfunctional heart
And with your bright smile
That’s how you easily opened my heart

It’s true, that is how I became your man
All my unpleasant memories, I no longer recall
Because the hand that holds me tight
Is as warm as spring

And now like a dream my heart
Has gradually stopped by your side
Without awakening for a single moment,
I dream an endless dream

And now like breathing,
If you were to always rest by my side
If you were to always remain this way
Nothing better nothing better than you
Nothing better nothing better than you

And now like a dream, My heart
In your embrace, is held still
Without awakening for a single moment,
I dream an endless dream

And now like breathing,
If you were to always rest by my side
If you were to always remain this way
Nothing better nothing better than you
Nothing better nothing better than you

            Tidak ada gerakan dari Siwon, yang Kyuhyun dengar hanyalah deru nafas Siwon yang berhembus teratur. Kyuhyun menyusuri wajah sempurna tunangannya. Betapa beruntung dia memiliki seseorang yang sangat mencintainya, yang selalu bersabar dengan keegoisannya, yang selalu ada di saat dia dalam kesulitan. Siwon, seseorang yang sempurna di hadapannya itu telah menjadi miliknya dan Kyuhyun bersumpah kepada dirinya untuk selalu membuat calon suaminya itu bahagia dan selalu tersenyum. Dia juga berjanji untuk membuat Siwonnya selalu nyaman di sisinya apapun yang terjadi, dia berjanji akan selalu membuat Siwon bisa tidur nyenyak tidak peduli berapa lama dia harus bernyanyi untuk membuatnya tertidur. Ya, mulai sekarang apapun yang dia lakukan, kebahagiaan Siwon lah tujuannya.

“Jaljayo my lovely hubby…I love you….” kata itu Kyuhyun akhiri dengan ciuman lembut di bibir Siwon. Kyuhyun menyamankan posisinya di dada bidang Siwon dan melingkarkan tangan Siwon ke tubuhnya kemudian meletakkan tangannya di atas tangan Siwon. Dengan senyuman yang selalu terpatri di bibir plumnya, Kyuhyun pun akhirnya menyusul Siwonnya menuju wonderland yang pastinya hanya berisi tentang dia, Siwon dan kebahagiaan mereka. Cinta tulus mereka, dengan pelan tapi pasti, berhasil mencairkan gunung es yang bertengger kokoh di hati seseorang yang akhirnya membuat mereka segera menuju garis finis dari perjalanan panjang yang penuh perjuangan dan garis finis itu  bernama PERNIKAHAN.

THE END

Finally….this is the end of the story 😀

Thanks a lot to readers who always support me and spend their time to read and comment ^___^

I love you guys ^___~

HAPPY WONKYU DAY FOR YOU ALL 😀


12 Comments

HAEKYU WONKYU FICTION : “DON’T LET ME GO….” (CHAPTER II)

dhkywkhae

Sesampainya Kyuhyun di rumah, dia segera membersihkan tubuhnya, seperti biasa. Dengan wajah penuh senyuman seperti biasanya, Kyuhyun mengayunkan langkah kakinya dengan santai menuju sebuah kafe yang merupakan miliknya dan Donghae Tidak terlalu jauh memang jarak kafe itu dengan rumah sederhana yang dia tempati dengan Donghae, 20 menit waktu yang singkat bukan???

Melihat GaemGyu nya yang menuju ke arah kafe dari kaca jendela membuat Donghae melengkungkan bibirnya membentuk sebuah senyuman. Kyuhyun dengan jemari-jemarinya yang panjang dan begitu indah melambai ke arah Donghae. Dalam sekejap, Kyuhyun sudah berada di kafe dan langsung berdiri di sebelah Donghae yang berada di bangku kasir. Tatapan lembut Donghae ke matanya selalu membuat hati Kyuhyun seakan porak poranda dan itu selalu melukiskan warna soft pink di pipinya. Hal yang Kyuhyun paling tidak suka sebenarnya, tapi dia tidak bisa menghindar.

“Berhentilah menatapku Fishy!!!” perintah Kyuhyun dengan mencubit ringan paha Donghae.

“You look so fresh GaemGyu…” Donghae menghiraukan perkataan Kyuhyun dan berbalik menggenggam jemari Kyuhyun yang berada di pahanya.

“Tsk!!! Perayu!!!”

“Hanya padamu…”

“Hentikan Fishy…Ini tempat umum!!!” Kyuhyun mulai cemberut. Bukannya dia tidak suka untuk dimanja Donghae di tempat umum, tapi dia hanya terlalu malu kalau semua orang tahu bahwa mukanya memerah seperti buah tomat.  Donghae hanya tersenyum melihat tingkah laku Kyuhyun dan mencium tangan Kyuhyun sekilas sebelum Kyuhyun menariknya. Tatapan sebagian pengunjung kafe membuat Kyuhyun bertambah malu, namun Donghae tidak pernah mempedulikannya.

“Apa kafenya rame???” tanya Kyuhyun memulai topik untuk menghilangkan keromantisan Donghae sementara.

“Seperti biasa…Hari aktif selalu membuat pegawai dan aku kawalahan ketika makan siang…” jawab Donghae sambil mulai merapikan meja kasir.

“ouw…You must be tired….” sahut Kyuhyun sambil membantu Donghae merapikan apa yang terlihat berantakan.

“Sebentar lagi selesai…” Donghae kembali menatap Kyuhyun dengan senyum.

“Kenapa harus terburu-buru???Ini kan belum jam 8 Fishy….”

“Aku hanya ingin menagih janjimu….” jawab Donghae sambil mengerling. Kyuhyun berubah cemberut dan memukul lengan Donghae.

“Tapi aku masih ingin makan malam di luar Fishy…”

“Tunggu di sini Baby…Aku akan berbicara ke pegawai yang lain untuk bersiap-siap pulang.”

“Pegawaimu sudah pasti senang karena dapat potongan jam kerja….” Kyuhyun menyeringai.

“Tidak sering kan Baby….” balas Donghae sambil mengusap lembut pipi Kyuhyun.

“I prefer GaemGyu than Baby….”

“GaemGyu or Baby is one person that becomes my life…” Donghae mengerling untuk kedua kalinya.

“Aish!!! Cheesy as always!!!”

“Tunggu sebentar Baby….”

Kafe sudah siap untuk ditutup, para pegawai juga sudah pamit untuk pulang. Raut wajah mereka memancarkan kebahagiaan karena bisa pulang lebih awal. Donghae mengambil jaketnya di ruang istirahat. Kyuhyun terus mengikutinya, tangannya mengarah ke bahu Donghae, memberikan massage sebentar. Donghae menutup kedua matanya begitu menikmati pijatan Kyuhyun.

“My Fishy is very tired today…” Donghae hanya tersenyum kemudian mengambil serta menarik kedua tangan Kyuhyun dan mencium sepanjang lengan Kyuhyun sehingga Kyuhyun langsung menenggelamkan wajahnya di ceruk leher Donghae.

“I love you my GaemGyu….” bisik Donghae.

“And promise that you won’t stop loving me Fishy….” balas Kyuhyun.

“Never GaemGyu…Aku sudah berjanji dan aku selalu berjanji setiap hari…”

“Fishy…Just let’s go eating….” Kyuhyun mulai merengek karena perutnya sudah merasa sangat lapar.

“Selalu tidak bisa menahan lapar,eoh???” Donghae tersenyum dan melepaskan kedua tangan Kyuhyun. Donghae segera merapikan bajunya. Mereka pun melangkah keluar kafe setelah menguncinya. Kyuhyun tersenyum ketika Donghae meraih tangannya dan menggenggam dengan sangat lembut. Mereka memang lebih memilih jalan kaki dan sangat jarang menggunakan motor kecuali bepergian ke luar kota.

“Kita makan di restoran di ujung jalan ya….” Donghae membuka suara.

“T-tapi itu kan restoran mahal Fishy…”

“Sekali-kali kan tidak apa-apa Baby…” jawab Donghae santai sambil mengecup punggung tangan Kyu yang masih digenggamnya.

“Fishy….Makan di kedai jajangmyeon yang sering kita kunjungi saja…”

“Tidak tidak….GaemGyu kan butuh banyak tenaga untuk nanti malam…” kata Donghae sambil mengerling.

“Aish!!! Kau masih ingat ternyata….” Kyuhyun mempoutkan bibirnya. Dan itu hanya membuat Donghae semakin gemas dan mencubit pipi gembulnya.

“You’re mine GaemGyu!!!” kata Donghae tegas dan Kyuhyun hanya mengangguk bahagia.

Tanpa terasa mereka sudah sampai di depan restoran. Donghae membuka pintunya dan membiarkan Kyuhyun masuk lebih dulu. Donghae dan Kyuhyun langsung menuju lantai dua dan memilih meja di sebelah jendela kaca yang menampilkan keindahan kota Seoul di malam hari. Seorang waitress mendekati mereka untuk mencatat pesanan mereka. Kyuhyun mengernyitkan dahi dengan harga yang tertera di daftar menu.  Semakin mahal saja, pikir Kyuhyun. Mengetahui hal itu, Donghae order dua porsi bebek peking dan air soda untuknya. Mata Kyuhyun membelalak karena melihat harga yang cukup mahal untuk satu porsi bebek peking.

“F-Fishy….”

“Bubble milk tea, no ice, half sugar satu ya….” Donghae berkata kepada waitress, menambah satu minuman lagi yang merupakan minuman favorit Kyuhyunnya. Kyuhyun semakin membulatkan matanya. Semua yang dipesan Donghae harganya tidak murah.

“Apa ada lagi yang ingin dipesan?” tanya waitress dengan sabar dan tersenyum ke arah Donghae.

“GaemGyu…Mau pesan apa lagi???” tanya Donghae kepada Kyuhyun. Namun Kyuhyun hanya memperhatikan waitress itu dengan raut muka kesal.

“Air putih saja!!!” jawab Kyuhyun ketus. Donghae tersenyum melihat tingkah Kyuhyun. Itulah salah satu yang disuka dari Kyuhyun. Kyuhyun selalu posesif kepadanya. Kalau bagi banyak orang rasa posesif itu memiliki nilai negatif, tapi tidak berlaku bagi Donghae. Donghae malah suka dengan keposesifan Kyuhyun akan dirinya. Donghae meraih salah satu tangan Kyuhyun yang jemari-jemarinya mengetuk-ngetuk meja. Dia mencium tangan itu sekilas dengan wajah yang selalu dihiasi senyuman. Aksi Donghae itu membuat waitress terkejut dan memandang ke arah Kyuhyun. Kyuhyun tersenyum bahagia ke arah Donghae dan berbalik menggenggam tangan Donghae.

“Ja-jadi itu saja yang dipesan tuan-tuan??” tanya waitress yang mendadak gugup dengan pemandangan romantis yang tersaji di depannya.

“Iya, itu saja!!!” jawab Kyuhyun masih ketus. Waitress itupun langsung meninggalkan mereka untuk menyiapkan pesanan.

“Jangan selalu tersenyum seperti itu Fishy!!! Aku tidak suka!!!” Kyuhyun langsung memprotes sikap Donghae yang selalu ramah kepada semua orang.

“My GaemGyu is jealous…” Donghae memainkan tangan Kyuhyun yang digenggamnya.

“You’re mine Fishy!!!” Kyuhyun masih merasa kesal.

“for always….” Donghae meneruskan kata-kata Kyuhyun dan beranjak dari tempat duduknya hanya untuk memberikan kecupan pada kening Kyuhyun.

“Aish Fishy!!! Kau tidak malu menciumku di tempat umum???”

“Bukankah aku milikmu dan kau milikku???Kenapa harus malu GaemGyu???” Donghae menggoda Kyuhyun sambil mengelus pipi Kyuhyun.

“Untung masih kita berdua, hanya kita berdua disini….” kata Kyuhyun sambil meraih tangan Donghae di pipinya.

“Kembalilah ke tempat dudukmu Fishy….” perintah Kyuhyun setelah mengecup tangan Donghae. Donghae menurut dan mulai menyamankan posisinya. Mereka berdua bercanda dan bercerita tentang aktifitas kerja hari ini. Donghae begitu senang melihat Kyuhyun yang selalu semangat untuk bercerita. Dan Kyuhyun berapi-api menceritakan bagaimana dia merasa stres dan agak tertekan ketika akan bertemu dengan direktur baru perusahaan dimana dia bekerja.

“Tapi dia baik kan???” tanya Donghae yang sebenarnya juga agak takut kalau ternyata direktur yang baru itu tidak menyukai Kyuhyun.

“Ya…Untungnya dia baik…Semoga memang baik sampai kapanpun agar aku bisa nyaman bekerja…” jawab Kyuhyun dengan penuh harap juga.

“Aku juga berdoa untukmu Baby….” Donghae tetap memberikan semangat untuk Kyuhyunnya. Tidak lama kemudian, pesanan mereka datang. Kyuhyun sekali lagi terkejut dengan empat orang yang berjalan di belakang waitress yang membawa pesanan mereka.

“Oh God…Kenapa mereka ke sini juga sih!!!” Kyuhyun menggerutu. Donghae yang melihat ke arah pandang Kyuhyun juga terkejut karena dia melihat direktur Choi bersama keluarganya.

“GaemGyu….Mereka….” belum sempat Donghae melanjutkan kalimatnya, seorang pria dengan postur yang sempurna dan sangat tampan dengan senyum menawan yang menunjukkan dimplenya berdiri di depan mereka.

“Kyuhyun-ssi???Anda di sini juga???” sapanya ramah. Kyuhyun benar-benar salah tingkah karena dia lah yang seharusnya menyapa terlebih dahulu.

“I-iya….” jawab Kyuhyun sambil berdiri kemudian membungkukkan badannya. Direktur Choi dan istri serta putrinya juga berjalan menuju meja Kyuhyun hanya untuk sekedar menyapa. Kyuhyun semakin salah tingkah. Donghae pun merasa canggung. Dia ikut berdiri dan membungkukkan badan memberi hormat.

“D-direktur Choi….Nyonya Choi dan Jiwon-ssi selamat malam…” Kyuhyun mulai menyapa semua. Siwon tersenyum melihat Kyuhyun. Dia tidak menyangka akan bertemu Kyuhyun malam ini. Keluarga Choi kecuali Siwon melihat ke arah Donghae. Kyuhyun mendadak merasa bersalah karena tidak memperkenalkan Donghae.

“Ah iya…Perkenalkan ini…” kata-kata Kyuhyun terpotong.

“Donghae…Lee Donghae imnida, teman Kyuhyun.” lanjut Donghae. Kyuhyun menatap Donghae dengan pandangan tidak percaya. Bagaimana mungkin Donghae hanya memperkenalkan dirinya hanya sebagai temannya.

“Oh…Senang berkenalan dengan anda, Donghae-ssi…” direktur Choi memberi salam yang diikuti oleh istri dan Siwon serta Jiwon.

“Kalau begitu kami kembali ke meja kami saja. Kasihan,pesanan kalian nanti dingin…” direktur Choi tersenyum dan pamit untuk kembali ke meja mereka.

“Abeoji…Bolehkah aku bergabung dengan Kyuhyun-ssi dan Donghae-ssi???” Siwon meminta ijin kepada ayahnya untuk tetap, yah, bersama Kyuhyun.

“Biarkan mereka makan Siwon-ah!!! Jangan ganggu mereka….” kata direktur Choi.

“Oh…Apakah aku bisa bergabung dengan kalian???Aku ingin sekali lebih mengenal Kyuhyun agar kerja sama di kantor tidak terlalu canggung.” tanya Siwon yang sebenarnya hanya ingin memandang Kyuhyun.

“Oh tidak apa-apa Siwon-ssi. Kami tidak terganggu kok. Tapi hanya ini makanan yang kami pesan…” jawab Donghae sambil tertawa. Kyuhyun menatap Donghae dengan raut muka yang sangat tidak suka. Tapi Donghae mencoba memberikan pengertian melalui tatapan Donghae dengan anggukan ringan.

“Kyuhyun-ssi…Boleh kan aku ikut makan di meja ini???” tanya Siwon lagi. Direktur Choi hanya tersenyum melihat tingkah laku anaknya. Dia sudah tahu kalau Siwon harus mendapatkan apapun yang menjadi keinginannya.

“Kembali ke meja kita Siwon-ah kalau mereka ingin menghabiskan waktu berdua!!” Direktur Choi berkata agak keras dari mejanya.

“Ne…Boleh saja Siwon-ssi…” Kyuhyun akhirnya membuka suara. Direktur Choi beserta istrinya hanya bisa mendesah. Sedangkan Siwon mengambil kursi untuk duduk diantara Donghae dan Kyuhyun sehingga membentuk U.

Kyuhyun mulai fokus dengan makanan di depannya, sedangkan Donghae merasa Kyuhyun marah kepadanya karena setelah mempersilakan Siwon untuk bergabung, Kyuhyun tidak melihat ke arahnya sama sekali. Siwon, di sisi lain, hanya sibuk tersenyum penuh arti.

“Apa anda tidak memesan makanan, Siwon-ssi???” Donghae bertanya.

“Oh…Abeoji sudah memesankan untukku….”

“Atau anda ingin mencicipi pesanan kami dulu??” Donghae, lagi-lagi mengajak Siwon berbicara.

“Tidak perlu, Donghae-ssi. Sebentar lagi juga pesanan kami datang….” jawab Siwon sejenak dan kemudian mengarahkan pandangannya ke arah Kyuhyun.

“GaemGyu… Apa kau tidak mau ngobrol dengan Siwon-ssi???Jangan terlalu fokus makan…” Donghae mencoba mengalihkan Kyuhyun dari makanan.

“Oh…Jadi kau memanggilnya “GaemGyu”, Donghae-ssi???” tanya Siwon yang ingin tahu sejauh mana kedekatan mereka.

“Iya…Bukankah itu lucu??” tanya Donghae balik.

“Iya, tapi cocok untuknya….Boleh aku juga memanggilnya GaemGyu???” tanya Siwon lagi.

“Tidak boleh!” jawab Kyuhyun secara tiba-tiba ketika mendengar permintaan Siwon. Donghae dan Siwon terkejut mendengar nada bicara Kyuhyun.

“M-maksud Kyuhyun, dia malu kalau orang yang baru dikenal memanggilnya seperti itu. D-dia hanya tidak ingin orang lain tahu kalau dia maniak game hehehehehe. Mohon jangan salah paham Siwon-ssi.”

“Oh…Tidak apa-apa Donghae-ssi…” Kyuhyun merasa tidak sopan dengan perkataannya tadi. Tapi untungnya Siwon tidak tersinggung atau mungkin Siwon tidak menunjukkan kalau dia tersinggung.

“Ah..Iya…Apa yang dikatakan Donghae benar, Siwon-ssi. Saya hanya tidak mau orang lain tahu kalau saya suka sekali dengan game.” Kyuhyun membungkukkan kepalanya untuk tanda minta maaf.

Pesanan Siwon sudah berada di meja. Mereka makan dalam kesunyian. Donghae sesekali melihat ke arah Kyuhyun. Dia yakin kalau Kyuhyun dalam mood yang mendadak tidak baik. Siwon juga tidak terlalu banyak bicara karena Kyuhyun hanya menjawab pertanyaannya dengan singkat dan masih terkesan canggung. Sedangkan Kyuhyun sendiri hanya menatap pemandangan luar dari kaca di samping meja mereka. Sesekali menoleh ke arah Siwon untuk menjawab pertanyaan, tapi dia tidak sekalipun memandang Donghae lagi walaupun mereka berhadapan.

Keluarga Choi sudah beranjak dari tempat duduk mereka karena makan malam mereka sudah usai. Direktur Choi menepuk bahu Siwon dan meminta Siwon untuk segera menyusul keluarganya di parkiran.

“Kami pulang dulu Kyuhyun-ssi, Donghae-ssi…” direktur Choi pamit kepada mereka. Sontak Kyuhyun dan Donghae berdiri untuk memberi salam juga.

“Ne…Hati-hati di jalan direktur Choi…” balas Kyuhyun.

“Kalian juga…Dan kau, Siwon-ah! Ayo cepat pulang, besok hari pertama mu bekerja!” kata direktur Choi yang kemudian langsung meninggalkan mereka bertiga.

“Ne Abeoji… Kyuhyun-ssi, Donghae-ssi… Terima kasih sudah mengijinkanku bergabung. Senang sekali mengenal kalian…” kata Siwon.

“Sama-sama Siwon-ssi…” balas Kyuhyun yang, lagi-lagi, singkat.

“Sampai ketemu besok Kyuhyun-ssi….” kata Siwon sambil tersenyum bahagia, sedangkan Kyuhyun hanya menganggukkan kepala.

“Semoga kita bisa bertemu lagi Donghae-ssi…” Siwon mengarahkan pandangannya ke arah Donghae.

“Ne…Hati-hati di jalan Siwon-ssi…” Donghae dengan senyum ramah menanggapi perkataan Siwon.

“Kyuhyun-ssi… Semoga aku tidak terlalu menyusahkanmu di kantor… Maklum, aku masih baru dan masih harus banyak belajar.” kata Siwon berbasa-basi, hanya untuk memandang Kyuhyun lebih lama.

“Ne… Semoga semua pekerjaan lancar, Siwon-ssi….Sampai jumpa besok! Dan selamat beristirahat.” kata-kata Kyuhyun terdengar tegas seolah-olah meminta Siwon untuk segera beranjak meninggalkan dirinya dan Donghae. Sekali lagi, Donghae harus menutupi nada kaku Kyuhyun dengan suara lembutnya.

“hahahaha…GaemGyu benar-benar khawatir dengan anda, Siwon-ssi…”

“M-maksudnya???” Siwon benar-benar bingung dengan kalimat Donghae.

“Dia selalu menyuruh teman-temannya istirahat kalau mereka akan menghadapi sesuatu. Dan dia selalu merasa khawatir kalau teman-temannya tidak berhasil.”

“Oh…jadi seperti itu…. Terima kasih Kyuhyun-ssi… Tenang saja, aku akan melakukan yang terbaik untuk perusahaan.” Siwon tersenyum bahagia dengan penjelasan Donghae.

“Aku pamit dulu…bye…” dengan kalimat itu Siwon meninggalkan mereka.

Kyuhyun kembali fokus ke bubble milk tea nya. Dia merasa moodnya benar-benar rusak. Makan malam yang seharusnya hanya untuk mereka berdua terganggu. Dengan tingkah laku Donghae apalagi, dia merasa sangat kecewa. Tak sekalipun dia melihat ke arah Donghae, sedangkan Donghae terus menatap Kyuhyunnya dengan perasaan tidak tenang. Tidak pernah Kyuhyun mendiamkan dia seperti ini. Kyuhyun terus menghabiskan minumannya.

“Sebaiknya kita pulang!” kata Kyuhyun sambil berdiri.

“GaemGyu…kau baik-baik saja kan???” tanya Donghae khawatir.

“Aku ingin pulang secepatnya!!!” dengan suara yang agak keras Kyuhyun mengucapkan kata-kata itu. Donghae terkejut tapi dia bersikap normal dan mulai beranjak dari tempat duduknya. Kyuhyun berjalan di depan Donghae dengan langkah yang cukup cepat. Donghae ke meja kasir untuk membayar bill mereka. Donghae dikejutkan lagi dengan tagihan yang ternyata sudah dibayar oleh keluarga Choi. Dia menghela nafas sebelum mengucapkan terima kasih ke kasir dan kemudian menyusul Kyuhyun yang sudah berjalan keluar restoran.

Donghae mempercepat langkahnya untuk sejajar dengan langkah Kyuhyun, mencoba meraih tangan Kyuhyun, namun Kyuhyun menepis tangan Donghae tegas. Kyuhyun sama sekali tidak melihat Donghae, dia semakin mempercepat langkahnya. Hatinya terasa sangat sakit akan kata-kata Donghae. Tidak percaya bahwa Donghae tega menyebut bahwa mereka hanya teman.

“Gaem-GaemGyu….Please….”

“…………………………………….”

“Baby…. Ada apa sebenarnya??” Donghae benar-benar khawatir sekaligus bingung dengan sikap Kyuhyun.

Kyuhyun tetap tidak buka suara. Sesampainya di rumah pun Kyuhyun tetap bungkam. Dia langsung masuk kamar dan menguncinya. Dia menghamburkan tubuhnya di ranjang. Baru kali ini dia merasa tersakiti, dan itu dilakukan oleh orang yang sangat dicintainya. Tanpa terasa pipinya terasa hangat karena dialiri airmata. Dia meringkukkan tubuhnya di atas ranjang yang biasanya terasa nyaman, tapi tidak untuk kali ini.

“Baby…. GaemGyu….Tolong buka pintunya….” Donghae mengetuk pintu kamar yang dia tempati dengan Kyuhyun. Tapi tidak ada tanda-tanda pintu akan terbuka.

Donghae masih dengan sabar menunggu Kyuhyun keluar dari kamar. Dia akhirnya sadar kalau Kyuhyun terluka oleh kata “teman” yang terlontar di depan Siwon ketika makan malam tadi. Donghae harus sabar menunggunya untuk menjelaskan alasan kenapa dia hanya menggunakan kata teman. Hampir sejam Donghae menunggu Kyuhyun membuka pintu tapi tetap saja tidak sedikit pun pintu itu bergerak. Donghae pun duduk dengan menyandarkan punggungnya di pintu. Sedangkan Kyuhyun di dalam sudah tertidur, rasa lelah pada tubuh dan pikirannya mengajaknya untuk berlayar ke pulau mimpi. Dan Donghae masih setia dengan penantiannya. Jam sudah menunjukkan lewat tengah malam. Kedua mata Donghae sudah terasa berat untuk tetap terjaga. Dia enggan meninggalkan pintu kamarnya yang masih setia terkunci padahal masih ada satu kamar lagi di rumah sederhana mereka. Donghae pun tertidur di depan pintu.

~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~

Sinar mentari yang mulai menyeruak melewati lubang-lubang di kamar Kyuhyun membuat Kyuhyun mencoba membuka matanya. Dia sangat terkejut ketika meraba sampingnya. Tak seorangpun di sisinya. Namun seketika dia sadar bahwa dia lah yang meninggalkan Donghae dan dia juga sadar akan sakit hati yang masih membekas dalam hatinya. Mau tidak mau, dia harus tetap bersiap-siap untuk bekerja. Namun, yang berbeda untuk hari ini adalah dia tidak mungkin sarapan bersama Donghae. Kyuhyun berpikir mungkin Donghae masih tidur di kamar yang satunya.

DUAG

Kyuhyun terkejut karena kakinya menendang sesuatu yang keras. Dia melihat ke bawah, betapa terkejutnya dia melihat Donghae yang mengusuk punggungnya karena sepakan kaki Kyuhyun.

“G-GaemGyu….Sudah bangun???” tanya Donghae dengan berusaha membuka kedua matanya. Senyum berkembang di bibirnya karena dia akhirnya bisa melihat Kyuhyunnya.

“Tentu saja…Aku harus bekerja!” jawab Kyuhyun dengan nada dingin.

“Kau mandi saja dulu, aku akan menyiapkan sarapan….”

“Tidak perlu! Aku hanya ingin minum….”

“GaemGyu masih marah???” tanya Donghae lagi, ekspresi mukanya berubah menjadi sangat sedih. Dia ingin suasana seperti sebelumnya. Namun hari ini, dia harus berhadapan dengan Kyuhyun yang dingin. Kyuhyun berjalan menuju dapur, mengambil air minum yang dibutuhkannya. Walaupun sebenarnya dia ingin tahu dimana Donghae semalam, tapi dia tidak ingin menunjukkan muka khawatir. Dia, dengan egonya, masih marah dengan sikap Donghae. Secepatnya, Kyuhyun kembali ke kamarnya untuk mandi dan bersiap-siap, sedangkan Donghae hanya bisa menahan air matanya melihat Kyuhyun meninggalkannya di dapur tanpa berkata sepatah kata pun.

Sarapan sudah tersaji di meja makan. Donghae hendak menuju kamarnya untuk memanggil Kyuhyun. Namun pintu terbuka terlebih dahulu menampakkan Kyuhyun yang sudah siap untuk berangkat kerja.

“Kau tidak sarapan dulu??” tanya Donghae dengan halus.

“Aku tidak lapar!” dengan kalimat sederhana itu,Kyuhyun melangkahkan kaki keluar rumah. Donghae hanya mendengus lelah. Hatinya sangat sakit dan dia mati-matian menahan air mata agar tidak jatuh saat itu juga. Dia kemudian memutuskan untuk mandi dan berangkat ke kafenya.

~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~

            Kyuhyun dengan suasana hati yang masih berantakan mulai fokus untuk bekerja setelah langkahnya sampai di meja kerjanya. Dia menyandarkan punggungnya di kursi dengan nyaman. Dia mulai memeriksa dokumen-dokumen yang harus dibaca Siwon dan ditandatangani oleh Direktur barunya. Pintu ruang direktur terbuka, Kyuhyun sedikit terkejut dan berdiri dengan cepat untuk memberi salam.

“Selamat pagi Direktur….M-Maaf saya kira anda belum datang….” Kyuhyun dengan gugup memberi salam.

“Pagi Kyuhyun-ssi….Aku tidak bermaksud untuk mendahuluimu datang ke kantor, tapi aku ingin secepatnya bekerja dan bertemu dirimu….”

“Ne????”

“M-Maaf…Maksudku membicarakan tentang data-data yang harus kupelajari denganmu….” Siwon terus tersenyum menjelaskan.

“Aaa….Dengan senang hati saya akan membantu direktur….”

“Aku tidak suka suasana yang kaku,Kyuhyun-ssi…Panggil aku Siwon saja. Dan jangan terlalu gugup denganku. Aku ingin kau bersantai ketika bekerja denganku.”

“Ma-Maaf….Saya masih belum terbiasa…..”

kriuuuuuuuukkkkk…. Mata Kyuhyun melotot mendengar bunyi perutnya sendiri. Dia merutuki egonya yang tidak mau sarapan dulu padahal dia tidak bisa fokus bekerja kalau perutnya belum diisi. Sedangkan Siwon tersenyum memandang ekspresi Kyuhyun yang terlihat sangat lucu baginya. Kyuhyunnya yang tak pernah tak menggemaskan.

“Kau belum sarapan??” tanya Siwon tiba-tiba.

“B-belum….Saya terburu-buru berangkat…”

“Kalau begitu kita sarapan bersama saja….”

“Tidak perlu Siwon-ssi. Anda boleh sarapan dulu, saya nanti saja sekalian makan siang….” tolak Kyuhyun dengan halus. Siwon tahu kalau sekretarisnya termasuk orang yang keras kepala, jadi Siwon tidak memaksanya.

“Kau yakin tidak mau sarapan bersamaku di kafe depan???”

“T-tidak…terima kasih Siwon-ssi….” Kyuhyun menolak lagi. Siwon hanya tersenyum karena dia sudah tahu kalau Kyuhyun pasti menolak.

“Baiklah…aku keluar dulu ya….”

“Ne….”

Tidak lama kemudian Siwon sudah kembali ke kantor dengan membawa dua bungkus makanan. Dia berhenti di meja Kyuhyun sebentar.

“Kyuhyun-ssi….ini untukmu….” Siwon menyerahkan satu bungkus makanan.

“S-Siwon-ssi…..Tidak perlu repot-repot….”

“Aku sudah membelinya untukmu, jadi kamu harus mau Kyuhyun-ssi! Ini perintah atasan! Kau harus makan!” Siwon sekali lagi tersenyum melihat wajah Kyuhyun yang cemberut. Kyuhyun sangat malu karena perut kosongnya tapi dia memang butuh makan.

“Au tidak tahu apa makanan kesukaanmu untuk sarapan, jadi aku belikan bibimbap. Tidak apa-apa kan???” kata Siwon lagi.

“Oh…Terima kasih Siwon-ssi….Saya makan apa saja kok heheheeee…” Kyuhyun pun menerima bungkusan yang diberikan Siwon.

“Makan lah dulu Kyuhyun-ssi….Nanti baru bekerja. Aku ke ruanganku dulu ya….” Siwon pun melangkah meninggalkan Kyuhyun menuju ruang kerjanya.

“Ne. Terima kasih Siwon-ssi….” Siwon hanya tersenyum melihat Kyuhyun yang masih saja gugup.

Menit berganti jam dan terus menerus berjalan. Jam makan siang pun hampir tiba. Donghae yang sedari tadi hanya termenung di kafe dan memandangi lalu lalang pelanggannya, mulai beranjak menuju dapur. Dia ingin menyiapkan makan siang untuk Kyuhyun. Ya, dia memantapkan hatinya untuk pergi ke kantor dimana Kyuhyun bekerja untuk memberikan makan siang karena Donghae yakin Kyuhyun pasti sangat lapar karena Kyuhyun tidak sarapan pagi ini.

“Sajangnim ingin makan sesuatu??” tanya salah satu pegawai Donghae.

“Tidak…Aku hanya ingin menyiapkan makan siang untuk Kyuhyun. Dia belum sarapan tadi pagi.” Donghae menjawab pertanyaan pegawainya dengan tangan yang sudah terampil memasukkan makanan ke dalam lunch box.

“Apa perlu dibantu Sajangnim???”

“Ah tidak perlu. Aku percayakan kafenya padamu ya. Aku akan menemui Kyuhyun sebentar hanya untuk memberikan makan siangnya…” jelas Donghae.

“Ne Sajangnim….”

~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~

            Pukul 12 tepat Donghae tiba di depan kantor Kyuhyun. Dia menunggu dengan setia untuk memberikan makan siangnya. Di tenpat yang lain, Kyuhyun juga bersiap-siap untuk istirahat. Sebelum dia keluar, dia menyempatkan diri untuk mengetuk pintu ruangan Siwon.

“Siwon-ssi….”

“Ada apa Kyuhyun-ssi???” Kyuhyun kaget karena Siwon ternyata membuka pintunya dengan segera.

“Apa Siwon-ssi tidak makan siang???” tanya Kyuhyun malu-malu karena Siwon terus menatapnya seketika pintu terbuka.

“Aku baru saja ingin mengajakmu makan siang bersama….” Kyuhyun pun tersenyum mendengarnya namun tidak bisa berkata apa-apa.

“Kalau begitu, ayo kita berangkat! Makan di kafe depan kantor tidak apa-apa kan??” lanjut Siwon.

“Ne….” jawab Kyuhyun singkat dan Siwon pun langsung menggandeng tangannya menuju lift untuk turun ke lantai dasar. Kyuhyun terkejut dengan sikap Siwon, dia mencoba melepaskan genggaman tangan Siwon, tapi Siwon menggenggamnya semakin erat seolah-olah Kyuhyun miliknya. Kyuhyun semakin memberontak agar genggaman itu terlepas. Hal itu membuat Siwon mengedarkan pandangan ke arahnya dan berhenti sebentar.

“Biarkan seperti ini Kyuhyun-ssi….” kata Siwon. Kyuhyun pun akhirnya hanya bisa menunduk karena pandangan Siwon mendadak sangat tajam. Kyuhyun membiarkan Siwon terus menggenggamnya.

Flashback

SIWON POV

“Tuhan…apa yang harus aku lakukan untuk bisa mendekati dia???” Siwon bermonolog dalam hati diantara kegiatannya memeriksa dokumen yang menumpuk di depannya.

“Oh…Aku harus mengajaknya makan siang….”

“Ta-tapi dia pasti menolak. Pasti sarapan tadi yang dijadikan alasan untuk menolakku…”

“Aish….Aku harus bagaimana???Tuhan…Aku benar-benar ingin melihatnya….Tapi alasan apa yang harus kubuat….”

SIWON POV END

Siwon cukup frustasi dengan dirinya yang begitu ingin menikmati wajah indah Kyuhyun. Dia mulai beranjak dari tempat duduknya, mondar-mandir di depan ruangan itu. Rambutnya sudah agak kusut karena dijambak sendiri hanya untuk menemukan ide. Namun tiba-tiba terdengar pintunya diketuk. Suara yang sangat dikenalnya mengalun indah melalui celah-celah antara ruangan Siwon dan tempat dimana Kyuhyun berdiri. Jantung Siwon mendadak berpacu. Dia begitu senang karena ternyata Kyuhyun menghampirinya. Dengan berjuta kebahagiaan Siwon pun membuka segera pintu itu karena dia tidak mau membuat Kyuhyun menunggu.

Flashback ends

Mereka pun berjalan menuju lift untuk turun. Tidak ada satupun yang membuka mulut. Siwon hanya ingin menikmati kulit Kyuhyun, sedangkan Kyuhyun hanya menunduk dan berharap tangannya segera dilepaskan. Kyuhyun merasa canggung dengan pandangan karyawan lain yang tertuju padanya. Lift berhenti dan terbuka. Siwon menoleh ke arah Kyuhyun sambil tersenyum, kemudian menarik tangan Kyuhyun untuk melangkah keluar dari lift menuju pintu luar utama.

Melihat pintu terbuka, Donghae menatap dengan seksama siapa saja yang keluar. Senyum mengembang di bibirnya karena akhirnya melihat Kyuhyunnya keluar. Dia segera menghampiri Kyuhyun tanpa memperhatikan orang lain yang berjalan di samping Kyuhyun.

“G-GaemGyu….” Donghae menyapa. Sontak hal itu membuat Kyuhyun kaget. Siwon pun juga terkejut melihat Donghae yang ada di hadapannya.

“Donghae-ssi…” sapa Siwon.

“Oh…Siwon-ssi, maaf, saya terlalu fokus dengan GaemGyu, jadi tidak menyapa Siwon-ssi…” Donghae akhirnya memandang orang di sebelah Kyuhyun. Kyuhyun menggerak-gerakkan tangannya yang masih digenggam Siwon. Melihat Kyuhyun yang terus menggerakkan tangannya membuat Donghae menurunkan pandangannya. Betapa terkejut Donghae melihat Siwon yang menggandeng tangan Kyuhyun dan menggenggamnya erat.

“Fi-Fishy…ada apa kemari???” Kyuhyun berkata untuk mengalihkan pandangan Donghae dari tangannya.

“Ini…hanya untuk memberikan bekal yang kau tinggalkan. Kau pasti lapar, tadi kan kau belum sarapan…” jawab Donghae dengan menahan seluruh rasa sakit di dadanya. Tapi Donghae tetap memberikan lunch box itu dengan tersenyum.

“Kyuhyun-ssi memang kelaparan tadi pagi, jadi kita sarapan bersama hahahaha” potong Siwon sambil tertawa karena teringat bunyi perut Kyuhyun. Kyuhyun hanya bisa menunduk sambil memegang lunch box itu. Kyuhyun tidak mungkin menolak lunch box karena dia tidak mau Siwon tahu kalau dia punya masalah dengan Donghae.

“Bagaimana kalau Donghae-ssi makan siang dengan kita??” tawar Siwon ke Donghae. Lagi, Kyuhyun dikejutkan,sekarang dengan kata-kata Siwon.

“Maaf Siwon-ssi…Saya tidak bisa, saya harus jaga kafe lagi…” tolak Donghae dengan halus.

“Oh…jadi Donghae-ssi punya kafe juga???”

“Iya…Cuma kafe kecil untuk menyambung hidup hehehehe”

“Oooh….Lain kali mungkin kita bisa mampir kesana Kyuhyun-ssi…” kata Siwon ringan.

“N-ne….”

“Saya balik dulu ya….Sampai ketemu lagi Kyuhyun, Siwon-ssi….” Donghae pamit dan langsung berjalan dengan cepat menjauhi mereka. Kyuhyun yang sedari tadi menunduk, mencoba melihat Donghae. Hatinya sakit lagi mendengar Donghae yang memanggil nama aslinya. Kyuhyun terlalu biasa dipanggil GaemGyu sehingga panggilan Kyuhyun terasa sangat asing untuknya.

“Kyuhyun-ssi….Ayo jalan lagi!” Seolah tidak mempedulikan Donghae, Siwon kembali menarik Kyuhyun untuk berjalan menuju kafe.

“M-maaf Siwon-ssi….Saya rasa makanan ini sudah cukup untuk makan siang….” Kyuhyun mulai beralasan untuk membatalkan makan siang.

“Kau boleh tetap makan itu, tapi kau harus tetap menemaniku Kyuhyun-ssi! Ini perintah atasan…Lagipula kau juga bisa pesan minum disana…” sekali lagi, Kyuhyun tidak bisa menolak permintaan seorang Choi Siwon. Hati Kyuhyun sedikit mengeras, terbayang wajah Donghae yang tersakiti membuat Kyuhyun merasa bersalah. Donghae nya susah payah membuat sarapan, namun dia tidak menyentuhnya. Dan sekarang Donghae nya menyiapkan makan siang dan khawatir padanya, tapi yang dia dapat hanya pemandangan yang membuatnya sakit hati.

“Tapi Siwon-ssi…Bisakah anda melepaskan genggaman tangan anda???” kata Kyuhyun yang berubah dingin.

“Aku akan melepasnya begitu sampai di dalam kafe!” Kyuhyun pun hanya bisa mendengus kesal. Siwon mempercepat langkahnya begitu tahu wajah kesal Kyuhyun.

Dalam menit, mereka sampai di kafe. Mereka memilih tempat di lantai 2 dan menghadap ke arah jalan. Kyuhyun segera melepaskan genggaman tangannya begitu pelayan kafe menghampiri mereka. Siwon tidak bisa lagi menahan genggaman tangannya. Setelah menuliskan pesanan mereka, Kyuhyun membuka lunch box yang diberikan Donghae.

“Wow…Menarik sekali bentuknya. Sangat lucu….” puji Siwon.

“Kenapa dia bisa mengirimkannya???Dia juga tahu kalau kau belum sarapan….” lanjut Siwon.

“Oh…i-itu…Aku selalu memesan makanan di kafenya dia. Sebelum berangkat ke kantor, aku selalu membeli sarapan di kafe nya heheeeee” jawab Kyuhyun yang pasti tidak jujur. Dia mendadak merasa khawatir kalau menceritakan yang sesungguhnya kepada Siwon. Dia yang merasa aneh dengan sikap Siwon yang tiba-tiba mendekatinya membuat Kyuhyun juga tidak bisa jujur akan hubungannya dengan Donghae. Dia takut akan kehilangan pekerjaan, ya pekerjaan.

“Maaf atas sikapku yang tiba-tiba menggenggam tanganmu…..”

“B-bukan maksud saya untuk membuat anda…”

“Aku tahu Kyuhyun-ssi….Maaf aku dengan lancang menggenggam tanganmu. Aku hanya tidak mau didekati orang. Sejak kemarin banyak perempuan bahkan pria yang selalu mencoba ramah dan mendekatiku. Dengan menggenggam tanganmu, mereka mungkin akan berhenti mendekatiku.”

“Oooo….” hanya itu yang keluar dari mulut Kyuhyun. Ingin rasanya dia membenturkan kepalanya ke tembok karena terlalu percaya diri berpikir bahwa Siwon tertarik padanya.

Mereka menikmati makan siang dengan berbincang-bincang, well, Siwon yang lebih aktif cerita. Dia menceritakan apapun kepada Kyuhyun, tapi Kyuhyun hanya berbicara sedikit tentang kehidupannya. Dia lebih menikmati makanan yang dibawakan Donghae. Setelah puas berbincang-bincang, mereka pun harus kembali ke kantor dan mulai bekerja lagi.

“Kyuhyun-ssi….”

“Ne???”

“Bolehkah aku menggenggam tanganmu lagi???” Kyuhyun tidak bisa menolaknya lagi.

“Aku hanya ingin mereka…”

“Saya tahu….” potong Kyuhyun. Dengan berat hati, dia memberikan tangannya ke Siwon untuk digenggam. Siwon tersenyum penuh bahagia. Inilah yang dia impikan selama ini. Berjalan berdua dengan orang yang dicintainya. Walaupun Siwon tahu kalau Kyuhyun belum mencintainya, tapi Siwon yakin suatu hari nanti Kyuhyun akan menjadi miliknya.

~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~

            Jam bekerja sudah selesai. Kyuhyun buru-buru untuk pulang. Dia sangat ingin bertemu Donghae. Dia mengetuk pintu ruangan Siwon untuk pamit. Siwon pun mengijinkannya. Siwon sebenarnya ingin Kyuhyun pulang bersamanya, tapi kenangan tadi siang sudah lebih dari cukup bagi Siwon untuk sementara. Siwon tidak ingin Kyuhyun menjauhinya kalau dia bersikap lebih agresif. Kyuhyun mempercepat langkahnya keluar kantor dan segera menemukan taxi untuk menuju kafenya. Dia yakin Donghae masih di kafe. Setibanya di depan kafe, Kyuhyun segera berlari keluar dari taxi. Namun, kakinya terhenti ketika melihat tulisan “CLOSED”. Tanpa pikir panjang, Kyuhyun segera berlari menuju rumahnya. 10 menit berlari, akhirnya dia sampai juga di rumahnya. Dia melemparkan sepatunya ke segala arah. Dia ingin segera bertemu Donghae nya dan menjelaskan semuanya.

“Fishy….Fishy….Fishy….” Kyuhyun terus berteriak memanggil kekasihnya. Dia berlari menuju kamarnya, namun kamar itu kosong. Dia membuka kamar yang lain dan hasilnya sama. Kyuhyun juga mengecek kamar mandi, tetap dia tidak menemukan Donghae. Di dapur juga tidak ada. Kyuhyun begitu panik. Rasa takut seakan menyeruak dengan kuatnya di dadanya. Kyuhyun sangat takut kalau Donghae meninggalkannya. Tidak, Donghae tidak boleh meninggalkannya. Donghae sudah menjadi nyawanya. Dia tidak bisa tanpa Donghae.

Kyuhyun mulai menangis, dia kemudian meraih ponselnya, mencoba menghubungi karyawan kafenya dan berharap salah satu dari mereka tahu akan keberadaan Donghae. Tak satupun dari tiga pegawai yang dihubungi Kyuhyun mengetahuinya. Kyuhyun juga tidak tahu harus mencari kemana karena selama ini, dirinya dan Donghae tidak pernah keluar rumah selain ke kafe dan ke kantor. Kalaupun pergi jauh itu hanya untuk liburan.

“Fishyyyyyyyyyyyyyyy!!!! Kembali!!!! Please Fishy… Kembali padaku…” Kyuhyun berteriak di rumahnya sendiri. Kedua kakinya mulai gemetar, dadanya terasa sangat sakit.

“Please Fishy….Don’t leave me….Fishy….Please come back….” suara Kyuhyun mulai parau, dia tergugu sendirian. Semua terjadi begitu cepat. Kyuhyun benar-benar tidak bisa menerima semuanya. Airmata Kyuhyun sangat deras mengalir, bahkan dia belum mengganti bajunya.

Kyuhyun dengan mata yang mendadak terpejam karena lelah menangis masih setia menunggu Donghae pulang ke rumahnya. Kyuhyun terus berdoa dalam hatinya agar Donghae berada di sisinya begitu dia membuka matanya.

TBC

Akhirnya bisa update walaupun fic yang ini. Ya, harus ku akui kalau ini mungkin membosankan :-p

Keputusan untuk update fic yang ini dikarenakan fic ini mungkin agak lama akan di’update karena mulai minggu depan saya akan fokus ke “I LOVE YOU, MOMMY”, “WONKYU FAMILY LIFE” dan “THE WEDDING: Sequel of BUT I LOVE YOU” 😀

 

Once again BIG THANKS to all readers who spend their time to read and comment ^__^

Love you, guys!


17 Comments

HAEKYU WONKYU FICTION : “DON’T LET ME GO….” (CHAPTER 1)

wkhaewkhae1 HaeKyu-WonKyu-WonKyuHae story

Main Cast : Cho Kyuhyun, Lee Donghae, Choi Siwon

Genre : Romance/Angst

This is my another story. I just can’t help to write HaeKyu fiction bcoz of some Kyu’s VidsFancams that I watch over and over again. But since I’m WonKyu shipper, so I also put my WonKyu here heheheheheeeee

This story is mine, but WonKyu belong to each other, while Donghae????mmmmmm Dunno…Maybe you, dear ELFIsh kkkkkk

* * * * * * *

Cho Kyuhyun, menatap seseorang yang terbaring di sebelahnya dengan mata yang sarat dengan kelembutan. Di sebuah rumah sederhana itu, dia sudah berjanji untuk menghabiskan hidupnya dengannya, seseorang yang sangat menyayanginya lebih dari apapun, seseorang yang selalu memberikan apa yang dimintanya, seseorang yang tidak pernah lelah memberikannya cinta. Cho Kyuhyun, tidak akan pernah bisa untuk tidak mencintainya dan dia sudah berjanji akan selalu mencintainya. Kehidupan yang sederhana tidak pernah membuatnya menyesal telah memutuskan untuk hidup bersama dengan seorang Lee Donghae. Dia rela meninggalkan kehidupannya yang penuh dengan kemewahan hanya untuk mengejar kebahagiaannya. Kebahagiaannya dengan nama Lee Donghae. Orang tua Kyuhyun pun tidak ingin menghalangi kebahagiaan Kyuhyun setelah tahu bahwa Donghae benar-benar sangat mencintai dan menyayangi putranya.

Lee Donghae adalah lelaki Mokpo yang mencoba peruntungannya di Seoul. Dia bekerja di sebuah cafe yang tak jauh dari tempat dimana Kyuhyun kuliah, Seoul University. Kyuhyun sendiri adalah lelaki cerdas tetapi tidak terlalu suka bersosialisasi. Tidak, tidak berarti dia kurang teman, temannya bahkan banyak, tetapi Kyuhyun lebih suka menghabiskan waktunya untuk bermain game dan belajar tentang komputer. Dia, yang sedari kecil selalu hidup sendiri karena kedua orang tuanya yang sibuk mengurus bisnis di Cina, sedangkan kakak perempuan satu-satunya, Cho Ahra, memutuskan untuk belajar di luar negeri. Kyuhyun sebenarnya merasa kesepian, bahkan sangat kesepian. Namun dia enggan mengundang teman-temannya untuk ke rumahnya. Dia hanya berkumpul dengan teman-temannya ketika harus menyelesaikan tugas kelompok. Ketika dia malas untuk memasak, dia hanya perlu untuk melajukan mobilnya ke cafe dekat kampusnya sambil membuang rasa penat. Jika dipikir-pikir, jarak kafe dari rumahnya tidak bisa dibilang dekat. Tetapi seorang waiter di cafe itu sudah merebut perhatian Cho Kyuhyun. Bukan karena wajahnya yang memang tampan dan begitu angelic, namun sikap dia yang penuh dengan kesabaran dan senyum yang selalu menghiasi wajahnya membuat Kyuhyun ingin selalu melihatnya. Kyuhyun pun tak segan mengulurkan tangan untuk mengajaknya berkenalan. Kyuhyun tidak tahu apa yang terjadi dengan dirinya. Dia orang yang tidak suka dengan bersentuhan kulit dengan orang lain. Namun logikanya serasa mati. Dia selalu bertanya-tanya apa dia memiliki kelainan pada dirinya??? Dia begitu bahagia melihat senyum seorang Lee Donghae dan enggan untuk meninggalkan kafe itu, tapi dia tidak bisa menghabiskan waktunya sepanjang hari di kafe itu.

Perkenalan itu membuatnya semakin dekat dengan Donghae. Dirinya seolah-olah dengan mudah menceritakan apa yang dirasakannya. Donghae pun juga sangat nyaman dengan kehadiran Kyuhyun. Perhatiannya tercurah penuh ke Kyuhyun. Dia seolah-olah memiliki seorang teman di kota itu. Ya, hanya Kyuhyun mahasiswa yang mau berteman dengannya. Dia merasa beruntung karena masih ada orang baik yang mau mengulurkan tangan kepadanya. Donghae, hanya sekali bermain ke rumah Kyuhyun. Saat itu juga, Donghae menyadari bahwa Kyuhyun adalah sosok yang kesepian walaupun dia selalu menampakkan wajah ceria tiap kali dia bersama teman-temannya. Bukankah itu sama dengan dirinya???Donghae mendadak paham dengan apa yang dirasakan Kyuhyun karena dia juga sebenarnya merasa kesepian, jauh dari keluarga yang sebenarnya tidak peduli lagi dengannya. Hidupnya hanya untuk bekerja, itupun di kafe. Uang hasil kerja dia gunakan untuk membayar sewa rumah kecil sederhana yang dia tempati saat ini. Beruntung Donghae dapat makan 2 kali sehari dari tempat dia bekerja sehingga dia dapat menyisihkan uangnya di tabungan. Kesamaan perasaan membut mreka merasa semakin dekat. Kyuhyun juga sering bermain di rumah sewaan Donghae. Ingin sekali Kyuhyun meminta Donghae untuk tinggal bersamanya, tapi Kyuhyun takut itu menyinggung perasaan Donghae. Kyuhyun tidak mau Donghae menjauhinya. Kebersamaan yang terlalu sering membuat Kyuhyun yakin akan perasaannya kepada Donghae. Ya, dia tidak lagi hanya mengagumi seorang Lee Donghae, tapi dia sudah jatuh hati padanya. Donghae, di lain pihak, juga semakin bingung dengan apa yang dirasakannya terhadap Kyuhyun. Dia begitu bingung ketika Kyuhyun tidak mengunjungi cafenya. Dia merasa hampir gila ketika Kyuhyun tidak menampakkan wajahnya selama seminggu, dihubungi pun tidak bisa. Ingin rasanya dia berteriak betapa dia tidak bisa untuk tidak melihatnya, tapi dia merasa itu tidak ada gunanya. Konsentrasi kerja sangat menurun. Yang hanya di otaknya hanyalah seorang Cho Kyuhyun, bagaimana Kyuhyun merengek manja padanya, bagaimana dia tertawa ketika Donghae melakukan sebuah kesalahan, bagaimana dia menangis ketika tak satupun keluarganya membalas pesannya, bagaimana dia tersenyum dan menyandarkan kepalanya pada dada bidangnya. Donghae merindukan semua itu ketika tidak melihat Kyuhyun. Keduanya merasakan perasaan yang absurd, yang mungkin hanya dipahami oleh mereka berdua. Sekuat tenaga mereka mencoba untuk tidak mengungkapkan apa yang mereka rasakan, namun sekuat itu pula perasaan absurd mereka semakin menyeruak dan ingin segera diungkapkan. Donghae sangat sadar akan posisinya, hanya sebagai pengembara Mokpo yang mencoba peruntungan di Seoul, mungkinkah dia mendapatkan seseorang yang berlimpah harta???Donghae juga takut akan penolakan. Donghae tidak ingin Kyuhyun menjauhinya. Di sisi lain, Kyuhyun pun merasakan tekanan yang sangat kuat, ingin sekali dia memiliki seorang Lee Donghae yang sudah memporak-porandakan otak dan hatinya, tapi jauh di dasar lubuk hatinya dia takut kalau Donghae tidak merasakan seperti apa yang dia rasakan.

Keberuntungan nasib berpihak kepada mereka, mereka yang sabar akan sebuah penantian dan ketulusan untuk saling menyayangi dan mencintai. Setelah kepulangan Kyuhyun dari menghilangnya dia yang ternyata mengunjungi keluarganya di Cina sekaligus mencoba untuk menenangkan otaknya, semua nampak lebih mudah. Kyuhyun sudah memantapkan hatinya untuk membebaskan rasa yang selama ini memenuhi hatinya. Kepergiannya ke Cina untuk berlibur malah menjadi derita yang sangat menyakitkan. Dia menyadari betapa dia tidak bisa jauh dari seorang Lee Donghae. Betapa dia sangat merindukan dada bidang itu yang selalu bisa membuatnya tenang dan merasa selayaknya disayangi dan dicintai. Kyuhyun tidak bisa lagi mengulur apa yang harus diungkapkan. Kenyataan pahit berupa penolakan sudah siap Kyuhyun terima asalkan gemuruh perasaan absurd yang ada di dadanya terbebas. Sedangkan Donghae, dengan cara sederhana ingin segera meminta Kyuhyun untuk menjadi bagian dari dirinya. Dia tidak punya sesuatu yang istimewa tapi sebuah cincin perak yang memang sangat sederhana sudah dia siapkan untuk seorang Kyuhyun. Ya, Donghae sadar kalau itu hal terbodoh yang akan dia lakukan. Kyuhyun punya segalanya dan dia akan meminta Kyuhyun menjadi kekasihnya dengan benda yang pasti dipandang sebelah mata oleh kebanyakan orang borjuis seperti Kyuhyun. Donghae, layaknya Kyuhyun, juga sudah mempersiapkan hatinya apabila perasaan Kyuhyun tidak sejalan dengan perasaannya. Dia bertekad akan kembali ke Mokpo apabila Kyuhyun tidak menginginkannya. Keputusan yang besar memang, tapi jika itu terjadi Donghae tidak akan bisa tahan untuk melihat Kyuhyun menjadi milik orang lain.

Kyuhyun saat itu melangkahkan kakinya ke dalam cafe dimana Donghae bekerja. Mata Donghae membulat terkejut tapi dia sangat bahagia melihat Kyuhyunnya lagi. Dengan segera Donghae menghampiri pria yang bisa dibilang sangat menggemaskan itu. Di pertemuan itu, dengan cafe yang sepi, untungnya, mereka menyatukan pikiran mereka, mengungkap keabsurd’an perasaan yang selama ini selalu menghantui relung hati dan pikirannya. Kedua insan itu mulai menangis, tidak tahu lagi apa yang harus dilakukan, kebahagiaan yang begitu mendadak dan menghantam jiwa mereka mendorong air mata bahagia itu menampakkan dirinya tanpa diminta. Donghae sangat bersyukur bahwa Kyuhyun juga membalas perasaannya, perasaan seseorang yang sederhana yang hanya tahu tentang Kyuhyun ketika dirinya menetap di Seoul, sedangkan Kyuhyun, tidak berbeda dengan Donghae, sangat bersyukur bahwa semua kebaikan berpihak padanya. Dia sangat merasa beruntung akhirnya mendapatkan hasil dengan apa yang dipupuknya selama ini. Kyuhyun sudah tidak perlu lagi mempedulikan yang lain, hanya akan ada Donghae di hidupnya, yang akan selalu menyayangi dan mencintainya, yang akan selalu memanjanya yang tidak pernah dia dapatkan dari kedua orang tuanya. Kyuhyun, paling tidak bernafas lega karena orang tuanya sudah mendengarkan semua ceritanya. Walaupun mereka mengijinkan Kyuhyun meraih kebahagiaannya dengan seorang Lee Donghae, tapi mereka sudah tidak mau lagi memberikan bantuan finansial ketika dia memutuskan untuk tinggal dengan Donghae. Kyuhyun tidak pernah peduli dengan hal itu karena dia mempunyai tabungan yang cukup untuk memulai semuanya. Orang tuanya cukup berbaik hati karena mereka tidak menarik uang Kyuhyun yang ada di bank, mereka hanya menghentikan pemberian uang kepada Kyuhyun. Dan keluarga Donghae???Jangan bertanya!! Mereka sudah tidak peduli dengan dirinya. Keadaan ekonomi yang buruk membuat Donghae harus meninggalkan rumahnya, itupun tak mempengaruhi keluarganya. Mereka lebih diuntungkan karena beban keluarga menjadi berkurang.

“Sampai kapan kau memandangiku seperti itu my GaemGyu????” Donghae tiba-tiba berkata sembari meraih tangan Kyuhyun dengan mata yang masih terpejam.

“Tsk!!! My Fishy sudah bangun ternyata…” Kyuhyun bersemu mewah. Walaupun mereka sudah tinggal bersama sejak lama, tapi Kyuhyun tidak pernah bisa tidak merona ketika Donghae bersikap sangat manis kepadanya.

“Kemarilah…” tangan Donghae yang lain meraih kepala Kyuhyun untuk meletakkan kepala itu di dadanya dengan nyaman.

“Aku sangat suka bunyi debaran jantungmu Fishy….” Kyuhyun memejamkan matanya menikmati suara yang mengalun dari dada dimana kepalanya bersandar, suara yang selalu merdu untuk Kyuhyun.

“Dan aku sangat suka keberadaanmu di atas dadaku GaemGyu…”

“Ayo…Kita harus segera bangun!!! Kau harus segera ke cafe kan???” Kyuhyun menyarankan tapi kepalanya tetap tergeletak nyaman di dada Donghae.

“Aku masih ingin disini bersamamu….Bolehkan sekali saja aku buka cafenya agak siang???” pinta Donghae dengan lembut.

“Fishy….Kau harus memberi contoh kepada pegawaimu!! Ingat kan dulu kau sering menggerutu karena atasanmu sering datang siang. Apa kau mau pegawaimu menggerutu karena bosnya datang siang…” sindir Kyuhyun dan mulai mengangkat kepalanya menjauh dari dada Donghae. Ya, Donghae sekarang pemilik sebuah cafe yang dibangunnya dengan jerih payahnya dan sedikit tabungan Kyuhyun. Kyuhyun hanya ingin Donghae bekerja dengan batasan waktu agar dia bisa menghabiskan waktu bersamanya di rumah. Kyuhyun pun yang bekerja di Choi Hyundai Corporation juga selalu berusaha pulang tepat waktu. Kyuhyun  diterima bekerja di perusahaan elit sebagai sekretaris direktur Choi Kiho selalu mengerjakan pekerjaannya dengan cepat agar dia juga bisa menghabiskan waktu dengan Donghae nya. Kyuhyun yang memang bisa dibilang pria cerdas tidak pernah kesulitan untuk menyelesaikan pekerjaannya dan hasilnya pun selalu membuat direktur Choi merasa puas.

“Kau akan meninggalkanku lagi hari ini….” Donghae mulai merengek.

“Aish…Kenapa sekarang kau yang manja Fishy???Kau kan yang selalu memanjaku???”

“Aku ingin skip hari senin sampai jum’at! Aku hanya ingin week end karena aku selalu ingin bersamamu….” kata Donghae sambil mencubit gemas pipi Kyuhyun.

“Hari ini sampai jum’at ke depan pasti akan berlalu dengan cepat seperti biasanya…” bujuk Kyuhyun.

“Dan week end akan selalu amazing buat kita GaemGyu…iya kan???”

“Yeah…The most lovely day for us…”

“And you’re always fully mine…Your body and soul….” Donghae bangun dan beranjak mendekatkan tubuhnya ke Kyuhyun, meraih dagunya dan mencium lembut bibirnya. Tangan satunya mengelus pipi Kyuhyun dengan lembut. Kyuhyun menutup matanya menikmati setiap sentuhan Nyawanya dan bibir lembutnya yang bertaut manis di bibir Kyuhyun. Kyuhyun tanpa sadar mengalungkan keduan lengannya di leher Donghae, seolah-olah terbius oleh kelembutan Donghae dan enggan untuk beranjak dari ranjang padahal dia juga harus bekerja, apalagi hari ini adalah hari dimana Kyuhyun akan bertemu bos barunya yang menggantikan Choi Kiho. Putra Choi Kiho yang baru saja menyelesaikan pengembangan bisnisnya di Yokohama kembali untuk menggantikan ayahnya yang memang sudah harus tidak lagi bekerja melainkan menikmati masa tuanya.

“Nnnnnnhhhh…..” Kyuhyun mendesah pelan. Dia harus menghentikan semua ini kalau dia tidak mau terlambat karena dia tahu Donghae tidak akan mau berhenti begitu memulainya. Dia memukul dada Donghae pelan sebagai tanda untuk berhenti. Namun Donghae seolah tak mengerti, dia terus melumat bibir Kyuhyun dan menyapukan lidahnya di bibir bawah Kyuhyun.

“P-please stop Fishy…..” mau tak  mau Kyuhyun harus memaksa mengakhiri ciuman pagi itu atau dia akan bolos hari ini. Dia meraih kepala Donghae dan menjauhkannya dari dirinya. Dengan senyum dan penuh kelembutan Kyuhyun menangkup pipi Donghae.

“Kita harus bekerja Fishy….Come on!!!”

“Hmmmm….I still want you….” Donghae menempelkan dahinya ke dahi Kyuhyun.

“Segera setelah aku pulang dari bekerja,okey…” kata Kyuhyun sambil mengerling.

“Kau pegang janjimu kan GaemGyu???” Donghae langsung berbinar-binar dengan penawaran Kyuhyun.

“Apa pernah aku mengingkari janjiku padamu????” Kyuhyun membelai lembut rambut Donghae. Senyuman tak henti-hentinya menghiasi wajah Donghae.

“Aku akan menyiapkan sarapan dan kau siap-siaplah….” Donghae akhirnya turun dari ranjang dengan semangat. Kyuhyun hanya tersenyum melihatnya. Donghae nya memang tidak pernah berhenti membuatnya tersenyum. Kyuhyun pun melangkahkan kakinya ke kamar mandi, sedangkan Donghae meluncur ke dapur untuk menyiapkan sarapannya dengan Kyuhyun.

Tidak butuh waktu lama, mereka berdua pun menikmati sarapan berdua. Kyuhyun nampak sangat rapi seperti biasanya, dan Donghae yang hanya cuci muka dan gosok gigi sebelum makan sarapannya tampak begitu menikmati masakannya sendiri sembari tersenyum melihat Kyuhyun yang selalu lahap menyantap masakannya.

“Aku selalu senang melihatmu makan GaemGyu….” ucap Donghae dengan mata berbinar.

“Aku juga selalu suka masakanmu Fishy…”

Waktunya Kyuhyun untuk meninggalkan rumah, memulai hari untuk bergelut dengan dokumen dan kegiatan catat mencatat. Sedangkan Donghae setelah memberikan kecupan ringan di bibir Kyuhyun, juga melangkahkan kakinya ke kamar mandi dan bersiap-siap untuk membuka cafenya.

KYUHYUN POV

Aku enggan sebenarnya meninggalkan rumah, apalagi hari ini aku harus bekerja untuk orang yang baru. Sebenarnya bukan orang baru karena dia adalah putra dari pemilik perusahaan dimana aku bekerja. Tapi tetap saja, bukan kepadanya lagi aku akan bekerja dan sekarang aku harus bertemu dengan orang baru itu. Otakku dipenuhi pikiran yang begitu memusingkan. Ada rasa takut yang tiba-tiba muncul di dalam hatiku. Ketakutan jika putra Choi Kiho itu tidak cocok dengan cara kerjaku. Ketakutan jika aku akan dipecat kalau aku melakukan kesalahan. Oooooh…Kenapa harus seperti ini.

“Ehem….Anda akan masuk lift apa tidak???” suara berat membangunkan lamunanku. Aku tidak sadar kalau ternyata kedua kakiku sudah berdiri d depan lift.

“Ma-maaf….” hanya kata itu yang terucap dari mulutku. Aku pun langsung masuk lift. Aku memencet nomor lift yang akan ku tuju. dan ternyata jemariku bertemu dengan jemarinya di tombol angka yang sama. Aku menoleh ke arahnya, dia tersenyum.

“Anda juga ke lantai yang sama???” tanyanya dengan mengangkat kedua alisnya, lucu.

“Iya…” sekali lagi, tidak ada lagi yang ingin ku katakan. Suasana tenang dan sepi menaungi kami. Tidak ada satupun dari kami yang ingin membuka suara karena kami memang belum saling mengenal. Syukurlah lift akhirnya terbuka. Aku melangkahkan kakiku keluar terlebih dahulu. Dia hanya mengikutiku dari belakang. Aku merasa was-was. Siapa dia sebenarnya???Tampan…Ya dia memang tampan, semua orang pasti takjub jika melihatnya, senyum ramahnya juga menjadi nilai lebih baginya. Namun aku kembali teringat sosok pria yang selalu bersamaku. Sosok yang tak akan pernah membuatku berpaling darinya. Aku menuju meja kerja di sebelah ruangan Direktur Choi Kiho. Aku melihat sekilas ke belakang dan dikejutkan sosok ramah tadi yang terus berjalan menuju ruangan direktur Choi Kiho. Hatiku langsung berteriak pasti itu putra Choi Kiho dan dengan orang itu aku akan bekerja.Hmmmmm…Dia memang ramah tapi wajahnya yang penuh ketegasan dan wibawa membuatku sedikit takut untuk bekerja. Perlahan sosok itu menghilang di balik pintu. Tetapi tak lama kemudian, telpon di mejaku berdering.

“Selamat pagi Pak Direktur…” jawabku begitu tahu kode nomor yang muncul di telpon muncul.

“Selamat pagi Kyuhyun-ssi. Bisakah kau ke ruanganku sebentar?”

“B-baik Direktur…” aku sebenarnya kaget mendapati Direktur Kiho yang ternyata sudah tiba di kantor lebih dahulu. Tanpa membuang waktu, aku segera menghampiri ruangan direktur. Dan tepat dugaanku, pria itu adalah putra direktur. Perasaan tidak tenang mulai menghampiri. Apa dia tetap mempertahankanku sebagai sekretaris???Atau dia akan mencari sekretaris baru, perempuan mungkin??? Oh tidaaaaak…Aku tidak ingin keluar dari pekerjaan ini. Aku sudah sangat nyaman dengan pekerjaan ini

“Kyuhyun-ssi…Aku ingin mengenalkanmu kepada putraku…” kata direktur Choi dengan tenang.

“Ah….Senang bertemu dengan anda…” aku membungkukkan tubuhku sebagai salam.

“Siwon….Choi Siwon….” dia menyebutkan namanya dan mengulurkan tangannya. Aku cukup terkejut dengan uluran tangan itu.

“Maaf Kyuhyun-ssi…Bukan maksudku untuk membuatmu tidak nyaman. Aku terbiasa dengan berjabat tangan…” katanya lembut sambil tersenyum. Oh Gooood…Apa-apaan ini. Aku yang tidak terbiasa dengan bersentuhan kulit dengan yang lain kecuali dengan my Fishy.

“Oh…Maaf…Saya tidak tahu kalau harus berjabat tangan…” kataku sambil menyambut uluran tangannya. Dia tersenyum lagi.

“Ehem….ehem….” direktur Choi mencoba memecah kesunyian.

“Ma-maaf Direktur Choi…” kataku sopan.

“Tidak ada yang perlu dimaafkan Kyuhyun-ssi…. Untuk informasi lagi, mulai besok kau akan bekerja dengan putraku. Kau tetap menjadi sekretaris di sini karena aku sudah sangat yakin akan kinerjamu Kyuhyun-ssi.” hatiku melonjak girang, aku tetap bekerja di kantor ini. Dan mulai sekarang aku hanya perlu berdoa semoga putra direktur itu juga cocok dengan cara kerjaku. Setelah acara perkenalan itu, aku kembali ke meja kerjaku untuk kembali bekerja, sedangkan direktur Choi berkeliling kantor untuk mengenalkan putranya ke semua departemen di bawah pimpinannya. Direktur Choi melakukan perkenalan seperti itu agar putranya juga mengenal kantor ini.

Tak terasa waktu berjalan dengan cepat. Setelah menjelaskan semua dokumen-dokumen yang harus diselesaikan dan ditandatangani oleh putra Choi sebagai pengganti Direktur, aku bersiap-siap untuk pulang. Bahagia, tentu saja aku sangat bahagia karena aku akan segera bertemu dengan kekasihku dan membantunya menutup cafe kami. Aku melihat seseorang berdiri di depan meja kerjaku. Mataku otomatis membulat karena terkejut.

“Ma-maaf…Apa anda memerlukan sesuatu Direktur Choi???” tanyaku mendadak gugup karena ternyata putra direktur itu menatapku dengan ekspresi yang penuh dengan rasa penasaran.

“Panggil aku Siwon saja, panggilan Direktur Choi hanya pantas untuk ayahku Kyuhyun-ssi…” jawabnya santai.

“Ah ya….Apa ada yang perlu saya bantu Siwon-ssi???”

“Belum ada. Aku hanya pamit untuk pulang….”

“Aaa…Iya silakan Siwon-ssi….”

“Sampai bertemu besok Kyuhyun-ssi….”

“Ne…Hati-hati Siwon-ssi….” aku mendesah cukup lega, setidaknya dia bukan orang kaku seperti bayanganku. Dia cukup ramah dan itu akan membuat kerjaku menjadi nyaman. Dengan hati yang mantap, aku mulai melangkah meninggalkan kantor.

KYUHYUN POV END

Siwon melajukan mobilnya menuju rumah mewahnya. Dia terus tersenyum mengingat wajah Kyuhyun dan kegugupannya ketika berjabat tangan dengan Siwon tadi.

“Wajah itu….Masih tetap sama….Kau masih sama Kyuhyunnie….” Siwon terus tersenyum dan berharap waktu berjalan dengan cepat agar esok dia kembali bertemu dengan Kyuhyun.

TBC